Senin, 18 November 2019

Obat Darah Tinggi: Jenis dan Efek Sampingnya

Darah tinggi dapat membuat kepala pusing. Selain mengonsumsi makanan sehat, darah tinggi juga bisa diatasi dengan obat ini. Apa saja obat darah tinggi (hipertensi)?

Tekanan darah merupakan aliran darah dari jantung yang mendorong dinding pembuluh darah. Tekanan darah dapat berubah dari waktu ke waktu, yang dipengaruhi oleh aktivitas yang sedang dilakukan.

Darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang membunuh secara diam-diam karena penyakit ini tidak menyebabkan gejala jangka panjang. Namun, penyakit ini dapat mengakibatkan komplikasi yang mengancam nyawa karena berhubungan dengan jantung.

Lalu seperti apa ciri-ciri seseorang yang menderita darah tinggi?

Biasanya seseorang yang memiliki tensi darah tinggi biasanya tidak menunjukkan ciri apa pun atau hanya mengalami gejala ringan saja. Berikut gejala darah tinggi atau hipertensi yang sering dirasakan penderitanya:

· Sakit kepala parah
· Penglihatan mata buram
· Pusing
· Mual
· Telinga berdenging
· Merasakan kebingungan
· Detak jantung tidak teratur
· Kelelahan
· Dada terasa nyeri
· Sulit bernafas
· Darah dalam urin
· Sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga

Namun, kamu harus menghubungi dokter secepatnya apabila mengalami hal di bawah ini:

· Tekanan darah lebih tinggi dari biasanya (lebih dari 120/80 mm Hg).
· Sering mengalami mimisan, sakit kepala, atau pusing.
· Mengalami efek samping setelah mengkonsumsi obat darah tinggi.

Cara mengobati darah tinggi dan menjaga tekanan darah tinggi tetap stabil, dokter menyarankan untuk melakukan perbaikan pola hidup, sebagai berikut:  https://bit.ly/2CUVlJK

· Mengatur pola makan sehat dengan mengurangi asupan garam pada makanan dan perbanyak makan sayur dan buah.
· Melakukan kegiatan rutin dengan berolahraga.
· Menjaga berat badan tetap ideal.
· Berhenti merokok.
· Mengurangi konsumsi alkohol.
· Kurangi stres dengan melakukan relaksasi.
· Jaga pola tidur yang cukup.

Apabila pola tersebut sudah dilakukan tetapi tidak dapat menghasilkan hasil yang baik. Dokter akan menyarankan untuk mengkonsumsi obat khusus untuk penderita hipertensi.

Berikut merupakan jenis obat darah tinggi dan efek samping yang akan timbul dari obat tersebut. Dirangkum oleh detikHealth, ini obat darah tinggi yang ampuh (https://www.detik.com/tag/obat-darah-tinggi).

1. Angiotensi-Converting Enzyme inhibitor (ACE inhibitor)

Obat darah tinggi ini bekerja dengan cara menghambat produksi hormon angiotensin, yaitu hormon yang dapat menyempitkan pembuluh darah. Dengan mengkonsumsi obat ini, otot dinding pembuluh darah terasa rileks sehingga tekanan pembuluh darah berkurang. Obat ini biasanya diberikan kepada pasien berusia 65 tahun.

Contoh obat ACE inhibitor yaitu captopril, enalapril, dan lisinopril. Efek samping obat ini pasien akan merasakan batuk kering, sakit kepala, pusing, hiperkalemia, dan ruam kulit. Obat ini disarankan untuk tidak dikonsumsi oleh ibu hamil karena dapat meningkatkan resiko terjadinya kelainan atau cacat pada janin.

2. Angitensin II Blocker (ARB)

Obat darah tinggi ini dikonsumsi pasien apabila tidak cocok dengan obat golongan ACE inhibitor. Cara kerja kedua obat ini berbeda. ARB menghalangi kerja hormon angiotensin yang menyempitkan pembuluh darah, sehingga pembuluh darah bisa diperlebar agar sirkulasi berjalan dengan lancar.

Contoh obat ARB adalah candesartan, irbesartan, losortan, valsartan, dan olmesartan. Obat ini memiliki efek samping bagi pasien yang mengkonsumsinya, pasien akan merasakan seperti pusing, sakit kepala, dan dapat menyebabkan kematian janin di dalam kandungan.

3. Beta Blockers

Obat darah tinggi yang bagus ini bekerja dengan cara menghambat efek hormone epinerfin atau adrenalin, yaitu hormon yang berperan meningkatkan aliran dan tekanan darah. Setelah mengkonsumsi obat ini dapat membuat jantung berdenyut lebih lambat dan tekanan darah menurun.

Contoh obat Beta Blocker yaitu atenolol, bisoprolol, dan metoprolol. Efek samping yang sering dialami setelah mengkonsumsi obat ini adalah sakit kepala, mual, kelelahan, dan sesak nafas. Obat ini tidak dianjurkan untuk pasien penderita asma.

4. Calcium Channel Blocker (CCB)

Cara kerja obat ini dengan cara menghambat jalan masuk kalsium ke dalam otot jantung dan dinding pembuluh darah, sehingga membuat sel-sel jantung dan pembuluh darah otot rileks.

Contoh obat CCB yaitu, Amplodipine, Nicardipine, Diltiazem, felodipine, dan Nifadipine. Efek yang timbul setelah pasien mengkonsumsi obat ini biasanya mengalami seperti sakit kepala, kaki membengkak, dan dada berdebar.

5. Diuretik

Obat darah tinggi ini bekerja dengan cara menghilangkan air dan natrium (garam) berlebih di dalam ginjal. Sehingga jumlah cairan dan garam yang mengalir dalam pembuluh darah menurun. Hal ini dapat menimbulkan penurunan tekanan darah.

Contoh obat diuretic adalah furosemide, torsemide, spironolactone, dan hydrochlorothiazide. Efek samping obat ini biasanya menimbulkan pusing, sering merasa haus, lebih sering buang air kecil,  https://bit.ly/32Tnqvy

Kenali Jenis-Jenis Nyamuk dan Penyakit yang Ditularkannya

Kenali Jenis-Jenis Nyamuk dan Penyakit yang Ditularkannya
Beberapa jenis nyamuk diklaim berbahaya dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Sebenarnya jenis nyamuk apa ya yang paling mengancam kesehatan?

"Aedes aegypti paling berpotensi mengancam karena demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit tular nyamuk yang paling berdampak dalam kesehatan masyarakat," kata peneliti nyamuk Triwibowo Ambar Garjito.

Jenis nyamuk lain yang berdampak pada kesehatan adalah Culex. Nyamuk ini diwaspadai di beberapa daerah, khususnya di beberapa daerah endemis di perkotaan, karena menjadi vektor atau perantara penyakit kaki gajah alias filariasis.

Jenis nyamuk Culex juga berperan menularkan virus Japanese encephalitis, penyakit yang berpotensi menyebabkan dampak serius, khususnya anak-anak. Beberapa jenis nyamuk Anopheles juga teridentifikasi sebagai fektor penyakit Japanese encephalitis, meski lebih dikenal sebagai vektor malaria. https://bit.ly/2OlONJl

11 Tanaman Pengusir Nyamuk Alami untuk di Rumah

Nyamuk adalah salah satu hewan nakal yang menjadi musuh manusia. Gigitannya tidak hanya sakit dan terasa gatal tapi juga bisa mengakibatkan berbagai penyakit seperti malaria dan demam berdarah dengue.

Banyak orang menggunakan obat berbahan kimia untuk mengusir nyamuk. Padahal obat ini berpotensi mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan.

Ternyata ada alternatif alami untuk mengusir nyamuk yaitu dengan menggunakan tanaman pengusir nyamuk. Berikut detikHealth rangkum 11 tanaman pengusir nyamuk yang ampuh untuk mengusir nyamuk di rumah:

1. Geranium

Tidak semua jenis geranium ampuh dalam mengusir nyamuk. Jenis yang paling banyak digunakan adalah citronella geranium (Pelargonium citrosum) yang menghasilkan minyak citronella yang bisa mengusir nyamuk dan serangga.

2. Serai

Ekstrak dan minyak esensial yang dihasilkan oleh serai bisa digunakan untuk mengusir nyamuk. Tidak heran jika lilin aromaterapi atau lotion anti nyamuk menggunakan serai sebagai bahan utamanya.

3. Peppermint

Peppermint mengandung minyak yang biasa digunakan untuk mengusir nyamuk yang ada di rumah. Selain itu daun peppermint juga bisa dimanfaatkan sebagai perasa misalnya untuk teh atau permen.

4. Lemon Balm

Lemon balm adalah tanaman pengusir nyamuk yang mengandung aroma lemon yang cukup kuat. Tapi saat menanam lemon balm sebagai tanaman pengusir nyamuk di kebun kalian harus hati-hati karena spesies tanaman ini cukup invasif.

5. Lavender

Lavender memiliki aroma yang sangat wangi untuk hidung manusia. Tapi aroma wangi ini justru sangat mengganggu bagi nyamuk.

Jenis lavender yang disarankan untuk mengusir nyamuk adalah lavandin yang memiliki kandungan camphor yang sangat tinggi. Tidak hanya ampuh mengusir nyamuk, lavender juga bisa mengusir lalat dan rayap.

6. Rosemary

Rosemary adalah tanaman yang biasa digunakan untuk membumbui masakan. Tanaman ini juga berguna untuk mengusir serangga terutama nyamuk yang ada di rumah.

Kalian juga bisa membakar rosemary untuk menciptakan pengusir nyamuk alami yang aromanya wangi.

7. Catnip

Catnip atau Nepeta cataria adalah tanaman yang biasa digunakan untuk merangsang kucing agar lebih aktif. Walau dicintai kucing, tanaman ini justru dibenci oleh nyamuk.

Tanaman ini masih berhubungan dengan mint. Catnip mengandung zat nepetalactone yang bisa menarik kucing sekaligus mengusir nyamuk.

8. Basil

Menaruh satu pot basil di dapur bisa bermanfaat untuk memasak sekaligus mengusir nyamuk. Sebagai tambahan, studi menemukan bahwa minyak esensial dari basil bisa beracun bagi larva nyamuk.

9. Sage

Jika kalian sedang pesta barbeque di luar rumah, pasti sering diganggu oleh nyamuk. Agar bisa bakar-bakar dan makan-makan dengan lebih tenang, coba taruh sedikit sage di api untuk mengusir nyamuk.

10. Marigold

Bunga cantik ini tidak hanya berwarna cerah tapi juga bisa mengusir nyamuk. Tanaman ini mengandung pyrethrum, bahan yang sering ditemukan di beberapa obat pengusir nyamuk.

11. Bawang Putih

Tanaman pengusir nyamuk lainnya adalah bawang putih. Baunya yang menusuk tidak disukai oleh nyamuk. Kalian juga bisa memeras cairan dari bawang putih dan oleskan cairan tersebut di kulit untuk mengusir nyamuk. https://bit.ly/2Onnqyv