Senin, 18 November 2019

Mengenal Struktur Ginjal dan Proses Pembentukan Urine

Ginjal menjadi salah satu organ penting yang berfungsi menyaring darah. Lalu, seperti apa struktur ginjal di dalam tubuh kita? Dan apa saja fungsinya?

Ginjal merupakan salah satu organ penting yang berfungsi menyaring darah. Setiap orang memiliki sepasang ginjal di dalam tubuhnya. Di mana jika yang satu rusak, masih ada satu ginjal yang berfungsi. Namun jika yang bekerja hanya satu ginjal, ini akan memperberat kerja ginjal menyaring darah.

Ginjal terletak di sepanjang dinding otot bagian belakang dari rongga perut. Bentuknya mirip seperti kacang dengan ukuran sekepalan tangan. Ginjal juga dilengkapi dengan ureter, sebuah kantung kemih dan uretra yang membawa urine keluar.  https://bit.ly/359pb9k

Berikut ini struktur ginjal yang perlu kamu tahu:

1. Korteks (Cortex)
Korteks merupakan bagian ginjal yang paling luar. Bagian tepi korteks ginjal dikelilingi oleh kapsul ginjal dan jaringan lemak untuk melindungi bagian dalam ginjal.

2. Medula
Medula ini adalah jaringan ginjal yang halus dan dalam. Berisi lekung Henle serta piramida ginjal yaitu struktur kecil yang terdapat nefron dan tubulus di dalamnya.

Fungsi medula ginjal ini dapat mengangkut cairan ke ginjal yang kemudian bergerak menjauh dari nefron menuju bagian yang mengumpulkan dan mengangkut keluarnya urine dari ginjal.

3. Pelvis Ginjal
Pelvis ginjal atau renal pelvis berbentuk corong di bagian paling dalam ginjal. Pelvis ginjal berfungsi sebagai jalur untuk jalannya cairan dalam perjalanan ke kandung kemih.

Lubang-lubang kecil yang terletak di bagian dalam ginjal disebut hilum. Di dalam pelvis ginjal terdapat arteri yang membawa darah kaya oksigen dari jantung ke ginjal untuk proses filtrasi. Sedangkan vena ginjal membawa darah yang disaring dari ginjal kembali ke jantung.

Dan ureter merupakan tabung otot yang mendorong urine ke dalam kandung kemih.

Struktur ginjal.Struktur ginjal. Foto: Oriental Daily

Bagaimana proses ginjal dalam menyaring darah?

Salah satu bagian ginjal yang bertanggung jawab untuk menyaring darah adalah nefron. Nefron mengambil darah, memetabolisme nutrisi dan membantu mengedarkan produk limbah hasil penyaringan.

Tahap pembentukan urine dalam ginjal

Selain berguna untuk menyaring darah. Ginjal juga berperan penting dalam memproduksi air kencing. Setiap hari sepasang ginjal di dalam tubuh kita akan menyaring sekitar 120-150 liter darah untuk memproduksi 1-2 liter urine. Urine mengalir dari ginjal ke kandung kemih melalui ureter yang ada di setiap sisi kandung kemih untuk disimpan.

Dirangkum detikHealth, berikut ini beberapa cara kerja ginjal ketika menyaring darah untuk memproduksi urine:

1. Tahap Pertama
Penyaringan (filtrasi) darah yang dilakukan oleh glomerulus pada darah yang mengalir dari aorta melalui arteri ginjal menuju ke badan Malpighi. Kemudian zat sisa hasil penyaringan ini disebut urine primer yang berisi air, glukosa, garam dan urea. Zat ini nantinya akan masuk dan disimpan sementara dalam kapsul bowman.

2. Tahap Kedua
Setelah urine primer disimpan sementara di kapsul Bowman, kemudian menuju saluran pengumpul. Dalam perjalanannya menuju saluran pengumpul, proses pembentukan urine masuk ke dalam reabsorpsi.

Zat-zat yang masih dapat digunakan seperti glukosa, asam amino, dan garam tertentu akan diserap lagi oleh tubulus proksimal dan lengkung Henle. Penyerapan kembali dari urine primer akan menghasilkan urine sekunder. Urine sekunder memiliki ciri berupa kandungan kadar ureanya yang tinggi.

3. Tahap Ketiga
Pengeluaran zat augmentasi ini menghasilkan urine sekunder yang dihasilkan tubulus proksimal dan lengkung henle akan mengalir menuju tubulus distal.

Urine sekunder akan melalui pembuluh kapiler darah untuk melepaskan zat-zat yang sudah tidak lagi berguna bagi tubuh. Selanjutnya, terbentuklah urine yang sesungguhnya.

4. Tahap Keempat
Ketika kandung kemih memenuhi kapasitas, sinyal yang dikirim ke otak memberitahu seseorang untuk segera buang air kecil. Ketika kandung kemih kosong, urine mengalir keluar dari tubuh melalui uretra, yang terletak di bagian bawah kandung kemih.

Secara umum, ginjal berguna untuk mempertahankan homeostasis (keseimbangan berbagai fungsi tubuh) di dalam tubuh dan membantu mengendalikan tekanan darah.

Ginjal menjaga keseimbangan dalam elektrolit, asam basa, dan cairan dalam darah. Ginjal membuang limbah nitrogen dari tubuh (kreatinin, urea, amonia) dan menjaga zat-zat penting yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi sebagaimana mestinya.

Ginjal juga menghasilkan hormon eritropoietin yang dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan enzim. https://bit.ly/32Yeh4E

Gangguan Lambung Seperti Sandiaga, Bisa Ditandai Sering Cegukan

Cawapres Sandiaga Uno sempat dikabarkan mengalami gangguan lambung dan mengalami radang tenggorokan. Sebelumnya Sandi diketahui sering cegukan hingga menganggu aktivitasnya usai pencoblosan pemilu 2019.

"Hasil pemeriksaan sore ini diketahui Pak Sandiaga memiliki gangguan lambung dan radang tenggorokan," kata Yuga Aden dari Tim Sandiaga dalam keterangan tertulis pada Jumat (19/4/2019) dikutip dari detikcom.

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam, gangguan lambung memang bisa ditandai dengan seringnya cegukan. Reflek tersebut diakibatkan adanya masalah dalam pengosongan lambung dan tekanan pada diafragma.

Prof Ari mencontohkan makan banyak dalam satu waktu sebagai salah satu kondisi yang kerap menyebabkan cegukan.

"Cegukan adalah suara yang timbul akibat tekanan udara tiba-tiba dari dalam lambung. Udara ini seperti melalui lubang sempit hingga muncul bunyi yang khas. Cegukan yang menandai masalah pada lambung biasanya ditandai faktor penyebab lain misal makan terburu-buru, pola makan berantakan, kurang istirahat, dan terlalu letih," kata Prof Ari di sela Pengukuhan Guru Besar FKUI pada Sabtu (20/4/2019).

Cegukan yang menjadi gejala gangguan lambung tentu bisa ditangani supaya tidak mengganggu kesehatan setiap hari. Prof Ari menyarankan tenang dan istirahat terlebih dulu bagi masyarakat yang mengalami cegukan.

Setelah tenang dan istirahat biasanya faktor lain yang menyebabkan gangguan lambung juga ikut reda misal stres atau terlalu letih. Setelah cegukan reda bisa dilanjutkan dengan konsumsi obat gangguan lambung sesuai resep dokter.  https://bit.ly/331KUyJ

Sering Sakit Perut Bagian Bawah? Perhatikan 7 Penyebabnya

Rasa sakit perut di bagian bawah pasti pernah dialami banyak orang. Mulai dari rasa sakit yang ringan, kram atau rasa sakit seperti ditusuk-tusuk di area sekitar pusar pasti pernah kalian alami.

Dalam dunia medis, sakit perut sebelah bawah biasanya disebut sebagai nyeri panggul. Rasa sakit ini bisa dialami pria maupun wanita, walau lebih sering ditemui pada wanita.

Mengetahui penyebab sakit perut bawah penting agar bisa cepat diatasi dan disembuhkan. Berikut 7 hal yang mungkin menyebabkan sakit perut bagian bawah seperti dirangkum detikHealth:

1. Gejala Penyakit Usus Buntu

Usus buntu yang meradang biasanya pertama kali dirasakan di area sekitar pusar. Rasa sakitnya bisa tiba-tiba muncul dan menghilang, dan tiba-tiba bergerak ke perut sebelah kanan.

Rasa sakitnya juga akan semakin menjadi dalam waktu 24 jam. Selain rasa sakit di area perut bagian bawah, kalian juga akan merasa mual, diare dan demam.

2. Radang Perut

Kondisi radang perut (gastritis) atau bisul bisa dirasakan di perut bagian bawah tengah. Rasa sakitnya terasa panas dan membakar di bagian perut.

Gejala lainnya antara lain mual, gangguan pencernaan, sendawa dan muntah. Jika sampai mengalami muntah darah hingga feses berwarna hitam, segera ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

3. Gangguan Kandung Kemih

Gangguan kandung kemih ditandai dengan rasa sakit di perut bagian bawah tengah. Salah satu gejala utamanya adalah rasa kram dan terbakar saat atau setelah buang air kecil.

Gejala lainnya adalah rasa ingin buang air kecil terus-menerus, menemukan darah di urin, merasa lelah dan lemas.

4. Dysmenorrhea

Dysmenorrhea atau rasa sakit saat menstruasi biasanya ditandai dengan kram dan nyeri di perut bagian bawah tengah. Tapi rasa sakitnya juga bisa menyebar ke bagian kanan atau kiri perut.

5. Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kondisi di mana telur yang sudah dibuahi tidak bisa mencapai rahim dan justru tumbuh di tuba fallopi. Kehamilan ini tidak bisa dilanjutkan dan harus ditangani dengan operasi.

Jika tidak segera ditangani, kehamilan ektopik bisa mengancam nyawa ibu dan juga kemungkinannya untuk dapat hamil kembali.

6. Endometriosis

Lapisan dari endometrium (dinding rahim) kadang bisa ditemukan di area perut dan panggul yang kemudian menyebabkan rasa sakit ketika menstruasi.

Rasa sakit yang dialami umumnya di perut bagian tengah. Tapi karena ovarium dan tuba fallopi juga tempat yang umum mengalami endometriosis, rasa sakitnya bisa menyebar ke perut bagian kanan dan kiri.

7. Radang Panggul

Penyebab sakit perut bagian tengah lainnya adalah radang panggul. Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) adalah infeksi yang terjadi di rahim, tuba fallopi atau ovarium.

Rasa sakitnya terbilang ringan tapi bisa diikuti dengan rasa sakit yang lebih parah dan demam. Gejala lainnya adalah munculnya darah dan rasa sakit saat berhubungan intim (dyspareunia) atau ketika buang air kecil.  https://bit.ly/2NW9RqH