Senin, 18 November 2019

5 Mitos Keperawanan yang 'Enggak Banget'

Penyanyi rap T.I. mewajibkan putrinya, Deyjah Harris untuk melakukan tes keperawanan setiap tahun. Keputusannya ini menuai hujatan di media sosial.

Menurut WHO, tes keperawanan dilakukan dengan memeriksa utuh tidaknya selaput dara dan/atau dengan memasukkan jari ke vagina. Namun, sebenarnya selaput dara bisa saja rusak karena aktivitas selain berhubungan seksual. Misalnya karena bersepeda, penggunaan tampon, atau olahraga berkuda.

Berikut adalah mitos-mitos tentang keperawanan yang ngawur, dihimpun dari Bustle.com.

1. Perawan Lebih Sedikit Kencing dari yang Tidak Perawan
Di zaman dahulu, dokter kuno melibatkan kepercayaan bahwa tubuh perempuan yang tidak perawan itu 'menyerap' (permeated). Secara alami berarti dia akan kencing lebih banyak ketimbang seorang perawan.

Sebuah tes dilakukan dengan melibatkan 'jet' (fosil karbon) yang dilarutkan dalam air dan menyuruh perempuan meminumnya. Kalau lama, berarti dia masih perawan. Kalau tidak, berarti dia sudah 'bocor' atau disebut tidak perawan.

Tes lainnya adalah membakar jet di antara kedua kaki perempuan. Kalau perempuan itu merasakan atau mencium aroma asap, berarti selaput daranya sudah 'ditembus' penis yang membuatnya asapnya tembus ke dalam tubuh. Ew.

2. Keperawanan Bisa Dites dengan Tali
Di tahun 1600-an silam, tali digunakan untuk mengukur baik tidaknya perempuan. Tes keperawanan dilakukan dengan menarik tali dari hidung perempuan ke pangkal tengkoraknya. Kalau panjangnya pas saat melingkari leher, maka perempuan itu dinilai masih perawan. Begitupun sebaliknya.

3. Berendam dengan Darah Perawan Bikin Awet Muda dan Cantik
Mitos ini berkembang di masa pembunuh berantai asal Slovakia Elizabeth Bathory. Sekitar tahun 1600-an, Bathory menyiksa banyak gadis dan membunuhnya dengan sadis. Bathory yang mengidap gangguan jiwa ini diyakini minum dan mandi darah korbannya karena dianggap bakal membuatnya awet muda dan cantik.

4. Semua Perawan Punya Payudara Kecil
Dahulu, keperawanan diukur dari ukuran payudara. Perawan dianggap punya payudara kecil dengan puting berwarna pink cerah, dan menghadap ke atas. Orang-orang juga percaya bahwa setelah sperma masuk ke vagina, maka akan 'berenang' di payudara, membuatnya berat dan'melorot'. https://bit.ly/2qmF51n

Beredar Imbauan Bahaya Parasit di Mulut Ikan, Bagaimana Faktanya?

Di media sosial beredar pesan yang mengimbau agar netizen hati-hati saat mengonsumsi ikan, waspada parasit 'serangga' yang berada pada mulut ikan. Disebut bahwa parasit tersebut berbahaya bagi manusia.

"Kalau beli ikan jumpa serangga ni dalam mulut. Namanya ISOPOD. Pemakan lidah ikan. Pakcik Google kata bahaya pada manusia," tulis pesan yang disertai foto ikan berparasit.

Faktanya memang benar ada beberapa jenis isopod yang hidup dengan menjadi parasit di ikan. Dikutip dari dokumen Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), salah satu contohnya isopod Cymothoa exigua.

Parasit Cymothoa hidup dengan menempel, menghisap darah ikan dari lidahnya. Parasit bisa tumbuh panjang sampai sekitar 6-8 sentimeter (cm) memenuhi rongga mulut ikan.

"Jenis ini hidup pada beberapa jenis ikan, menempel dalam rongga mulut. Binatang ini berpegang pada dinding (selaput lendir) dengan mengaitkan kuku-kukunya," kata peneliti Indra Aswandy dalam dokumen tersebut.

Tapi apakah parasit ini berbahaya bagi manusia? Laporan oleh peneliti Ernest H. Williams dari Department of Marine Sciences, University of Puerto Rico, menyebut bahwa parasit Cymothoa dulu pernah menjadi subjek tuntutan konsumen pada supermarket karena dianggap membuatnya sakit.

Tuntutan tersebut namun gugur karena parasit tidak terbukti beracun bagi manusia.

"Konsumen mengklaim telah keracunan karena makan isopod yang dimasak bersamaan dengan ikan. Isopod diketahui tidak beracun bagi manusia, beberapa bahkan dikonsumsi rutin jadi bahan makanan," kata Ernest seperti dikutip dari Noticias de Galapagos. https://bit.ly/32UW4Fo

Viral Cerita Gadis Dituntut Tunangan Buktikan Perawan, Seperti Apa Tesnya?

Unggahan akun @DrAmalinaBakri di Twitter ramai jadi perbincangan setelah mengunggah ada gadis yang bertanya bagaimana caranya membuktikan keperawanan. Hal tersebut didorong karena tunangan dan keluarga meminta hal tersebut.

"Seorang gadis bertanya saya soalan ini: 'Doktor, bagaimana saya nak buktikan kepada tunang dan family saya yang saya masih dara. Ada tak medical check-up untuk bagi bukti sebab diorang minta.' First of all, I cannot believe that someone would ask such thing," tulis @DrAmalinaBakri yang dalam keterangan profilnya menyebut ia seorang ahli bedah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan konsep 'tes keperawanan' biasanya dilakukan dengan memeriksa keutuhan selaput dara dan/atau dengan memasukkan jari ke vagina. Namun tes tersebut sebetulnya cacat karena keutuhan selaput dara tidak bisa jadi petunjuk apakah seorang wanita pernah berhubungan seksual atau tidak.

"Biasanya tes keperawanan dilakukan dengan memeriksa robekan atau besar lubang pada himen (selaput dara) atau dengan memasukkan dua jari ke vagina. Kedua teknik tersebut dilakukan dengan asumsi bentuk kelamin bisa jadi tanda aktivitas seksual seorang wanita," tulis WHO.

WHO sudah sejak tahun 2018 mengajak para petugas medis segera menghentikan praktik tes keperawanan karena tak bisa dibuktikan malah berpotensi buruk untuk wanita. Bahkan tanpa berhubungan seksual sekalipun selaput dara bisa tampak robek atau rusak karena hal-hal alami.

dr R Muharam, SpOG(K), dari Klinik Yasmin RSCM menjelaskan sebagai contoh kegiatan seperti terjatuh atau kecelakaan bisa jadi penyebab selaput dara robek.

"Bisa karena jatuh atau kecelakaan yang menimbulkan luka-luka di organ kemaluannya, sehingga bisa menyebabkan selaput dara robek atau rusak," ujar dr R Muharam beberapa waktu lalu. https://bit.ly/32X7po4

Viral 'Hilang Perawan' Gara-gara Boncengan Motor, Bagaimana Faktanya?

Di media sosial sedang ramai curhatan dari para netizen wanita soal pengalaman bonceng motor yang jok belakangnya lebar. Beberapa merasa seperti dipaksa mengangkang terlalu lebar hingga menimbulkan rasa nyeri pada area selangkangan.

"Di bonceng XXXX (menyebut satu produk skuter bongsor) dari depok sampe jakpus turun turun susah rapet ya allah," tulis satu pengguna Facebook.

"Dibonceng XXXX auto yg perawan langsung rasa janda," tulis pengguna lainnya.

Terkait hal tersebut jika yang dimaksud tidak perawan karena sobeknya selaput dara, maka hal itu tidak bisa dipastikan hanya dari nyeri di area panggul. Menurut pakar seksologi dari Universitas Tarumanegara, Dr Andri Wanananda MS, keutuhan selaput dara hanya bisa diperiksa di poli kebidanan.

Perlu diketahui selaput dara tiap orang bisa memiliki bentuk dan derajat kelembutan serta fleksibilitas berbeda-beda. Ada yang selaput daranya mungkin sangat elastis sehingga tidak terkoyak meski sudah beberapa kali berhubungan seks. Sebaliknya, ada juga yang bisa terkoyak sendiri karena sebab lain misal sering bersepeda atau berkuda.

Oleh karena itu menurut beberapa ahli sebetulnya keliru jika selaput dara sering dijadikan indikator apakah seorang perempuan masih perawan atau tidak. https://bit.ly/37gK7NF