Senin, 18 November 2019

Seputar Batu Ginjal, dari Penyebab Hingga Pengobatannya

Batu ginjal atau yang dalam istilah medis disebut nephrolithiasis adalah materi keras yang terbuat dari mineral atau garam dan terbentuk di dalam ginjal. Batu ginjal bisa ditemui di sepanjang saluran urin, ureter, kandung kemih serta uretra.

Batu ginjal yang keluar dari tubuh biasanya cukup menyakitkan, tapi tidak akan mengakibatkan bahaya yang permanen. Tapi jika batu ginjal tersangkut di saluran urine dan menyebabkan infeksi atau komplikasi, kalian mungkin membutuhkan operasi untuk mengeluarkan batu ginjal.

Berikut serba-serbi seputar batu ginjal, mulai dari penyebab hingga pengobatannya yang dirangkum detikHealth:

1. Penyebab Batu Ginjal

Batu ginjal tidak memiliki satu penyebab yang pasti, walau begitu ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko kalian menderita batu ginjal. Untuk mengetahui penyebab batu ginjal bisa dilakukan dengan mengetahui jenis batu ginjal, sehingga bisa diketahui cara untuk mencegahnya.

Beberapa jenis batu ginjal yang umum ditemukan antara lain:

- Batu kalsium

Kebanyakan batu ginjal yang ditemukan adalah batu kalsium dalam bentuk kalsium oksalat. Oksalat adalah substansi alami yang biasa ditemukan di makanan dan diproduksi secara harian di hati.

Makanan yang tinggi akan oksalat dan bisa menyebabkan batu ginjal antara lain keripik kentang, kacang, cokelat, bit dan bayam. Sebaiknya kurangi konsumsi makanan ini untuk mencegah batu ginjal.

- Batu asam urat

Batu asam urat biasanya terbentuk jika seseorang tidak minum air dalam jumlah yang cukup atau kehilangan cairan tubuh dalam jumlah banyak. Selain itu mereka yang sedang diet tinggi protein dan menderita encok juga bisa terkena batu asam urat.

- Batu struvit

Batu struvit terbentuk sebagai balasan dari infeksi, misalnya infeksi saluran kemih. Batu-batu ini bisa berkembang dan membesar dengan cepat, kadang tanpa peringatan dan gejala.

- Batu sistin

Batu ginjal jenis ini biasanya terbentuk di ginjal seseorang yang memiliki penyakit turunan yang menyebabkan ginjal mengeluarkan asam amino tertentu (cystinuria) terlalu banyak.

2. Gejala

Gejala batu ginjal biasanya baru muncul ketika batu tersebut bergerak di dalam ginjal atau keluar ke ureter (saluran antara ginjal dan kandung kemih).

Pada laki-laki, batu ginjal biasanya ditandai dengan rasa sakit di area selangkangan. Selain itu, hal-hal di bawah ini juga merupakan gejala batu ginjal:

- Darah di urin

- Muntah

- Mual

- Urin berbau sangat tidak sedap

- Demam

- Rasa ingin buang air kecil terus-menerus

3. Faktor Pemicu

Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena batu ginjal, antara lain:

- Sejarah keluarga. Jika seseorang di keluarga kalian memiliki batu ginjal, kemungkinan besar kalian juga akan memiliki batu ginjal.

- Dehidrasi. Kurang minum air sehari-hari bisa meningkatkan risiko munculnya batu ginjal.

- Diet tertentu. Jika seseorang banyak mengonsumsi protein, garam dan gula bisa meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

- Obesitas. Indeks massa tubuh yang tinggi, ukuran pinggang yang besar dan kenaikan berat badan terkait dengan risiko terkena batu ginjal.

- Penyakit pencernaan. Operasi bypass lambung, penyakit radang usus atau diare kronis bisa mengakibatkan perubahan dalam proses pencernaan. Perubahan ini bisa mempengaruhi penyerapan kalsium dan air sehingga meningkatkan level zat pembentuk batu di urin.

4. Pengobatan Batu Ginjal

Pengobatan batu ginjal bergantung pada jenisnya. Untuk mengevaluasi bisa dengan mengumpulkan batu yang keluar bersama urin.

Beberapa cara yang biasa digunakan untuk mengobati batu ginjal antara lain menggunakan obat-obatan, lithotripsy (menghancurkan batu ginjal menggunakan gelombang kejut), operasi batu ginjal dan ureteroscopy.

5. Pencegahan Batu Ginjal

Untuk mencegah batu ginjal datang kembali tips utama adalah dengan minum banyak air. National Health Service Inggris menyarankan minum air 3 liter sehari, setiap hari.

Kalian juga disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan yang mengandung oksalat dalam jumlah tinggi. Selain itu, kurangi juga konsumsi garam karena bisa meningkatkan level kalsium di urin.  https://bit.ly/2Kzx1kS

Catat! 6 Tanda Tubuhmu Sungguh Perlu Detox

Gaya hidup, makanan tidak sehat, dan lingkungan yang tidak bersih berperan aktif dalam mencemari tubuh dengan racun-racun. Sistem kekebalan tubuh, ginjal, dan hati pun akan bekerja secara bersamaan untuk mengeluarkan racun tersebut dari dalam tubuh.

Meskipun tubuh memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri, namun ketika racun melebihi batas kemampuan tubuh untuk mengeluarkan, racun-racun itu akan menumpuk di tubuh dan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Tenang, pada saat racun-racun menumpuk di dalam tubuh, tubuh kerap memberikan tanda pada kita. Sayangnya, kita juga sering menghiraukannya.

Nah, agar tubuh tetap terjaga kesehatannya, catat tanda-tanda ini agar kamu cepat mendetox atau membersihkan tubuhmu dari tumpukan racun.

1. Kenaikan berat badan  https://bit.ly/2r0jgEM

Mengenal Struktur Ginjal dan Proses Pembentukan Urine

Ginjal menjadi salah satu organ penting yang berfungsi menyaring darah. Lalu, seperti apa struktur ginjal di dalam tubuh kita? Dan apa saja fungsinya?

Ginjal merupakan salah satu organ penting yang berfungsi menyaring darah. Setiap orang memiliki sepasang ginjal di dalam tubuhnya. Di mana jika yang satu rusak, masih ada satu ginjal yang berfungsi. Namun jika yang bekerja hanya satu ginjal, ini akan memperberat kerja ginjal menyaring darah.

Ginjal terletak di sepanjang dinding otot bagian belakang dari rongga perut. Bentuknya mirip seperti kacang dengan ukuran sekepalan tangan. Ginjal juga dilengkapi dengan ureter, sebuah kantung kemih dan uretra yang membawa urine keluar.  https://bit.ly/359pb9k

Berikut ini struktur ginjal yang perlu kamu tahu:

1. Korteks (Cortex)
Korteks merupakan bagian ginjal yang paling luar. Bagian tepi korteks ginjal dikelilingi oleh kapsul ginjal dan jaringan lemak untuk melindungi bagian dalam ginjal.

2. Medula
Medula ini adalah jaringan ginjal yang halus dan dalam. Berisi lekung Henle serta piramida ginjal yaitu struktur kecil yang terdapat nefron dan tubulus di dalamnya.

Fungsi medula ginjal ini dapat mengangkut cairan ke ginjal yang kemudian bergerak menjauh dari nefron menuju bagian yang mengumpulkan dan mengangkut keluarnya urine dari ginjal.

3. Pelvis Ginjal
Pelvis ginjal atau renal pelvis berbentuk corong di bagian paling dalam ginjal. Pelvis ginjal berfungsi sebagai jalur untuk jalannya cairan dalam perjalanan ke kandung kemih.

Lubang-lubang kecil yang terletak di bagian dalam ginjal disebut hilum. Di dalam pelvis ginjal terdapat arteri yang membawa darah kaya oksigen dari jantung ke ginjal untuk proses filtrasi. Sedangkan vena ginjal membawa darah yang disaring dari ginjal kembali ke jantung.

Dan ureter merupakan tabung otot yang mendorong urine ke dalam kandung kemih.

Struktur ginjal.Struktur ginjal. Foto: Oriental Daily

Bagaimana proses ginjal dalam menyaring darah?

Salah satu bagian ginjal yang bertanggung jawab untuk menyaring darah adalah nefron. Nefron mengambil darah, memetabolisme nutrisi dan membantu mengedarkan produk limbah hasil penyaringan.

Tahap pembentukan urine dalam ginjal

Selain berguna untuk menyaring darah. Ginjal juga berperan penting dalam memproduksi air kencing. Setiap hari sepasang ginjal di dalam tubuh kita akan menyaring sekitar 120-150 liter darah untuk memproduksi 1-2 liter urine. Urine mengalir dari ginjal ke kandung kemih melalui ureter yang ada di setiap sisi kandung kemih untuk disimpan.

Dirangkum detikHealth, berikut ini beberapa cara kerja ginjal ketika menyaring darah untuk memproduksi urine:

1. Tahap Pertama
Penyaringan (filtrasi) darah yang dilakukan oleh glomerulus pada darah yang mengalir dari aorta melalui arteri ginjal menuju ke badan Malpighi. Kemudian zat sisa hasil penyaringan ini disebut urine primer yang berisi air, glukosa, garam dan urea. Zat ini nantinya akan masuk dan disimpan sementara dalam kapsul bowman.

2. Tahap Kedua
Setelah urine primer disimpan sementara di kapsul Bowman, kemudian menuju saluran pengumpul. Dalam perjalanannya menuju saluran pengumpul, proses pembentukan urine masuk ke dalam reabsorpsi.

Zat-zat yang masih dapat digunakan seperti glukosa, asam amino, dan garam tertentu akan diserap lagi oleh tubulus proksimal dan lengkung Henle. Penyerapan kembali dari urine primer akan menghasilkan urine sekunder. Urine sekunder memiliki ciri berupa kandungan kadar ureanya yang tinggi.

3. Tahap Ketiga
Pengeluaran zat augmentasi ini menghasilkan urine sekunder yang dihasilkan tubulus proksimal dan lengkung henle akan mengalir menuju tubulus distal.

Urine sekunder akan melalui pembuluh kapiler darah untuk melepaskan zat-zat yang sudah tidak lagi berguna bagi tubuh. Selanjutnya, terbentuklah urine yang sesungguhnya.

4. Tahap Keempat
Ketika kandung kemih memenuhi kapasitas, sinyal yang dikirim ke otak memberitahu seseorang untuk segera buang air kecil. Ketika kandung kemih kosong, urine mengalir keluar dari tubuh melalui uretra, yang terletak di bagian bawah kandung kemih.

Secara umum, ginjal berguna untuk mempertahankan homeostasis (keseimbangan berbagai fungsi tubuh) di dalam tubuh dan membantu mengendalikan tekanan darah.

Ginjal menjaga keseimbangan dalam elektrolit, asam basa, dan cairan dalam darah. Ginjal membuang limbah nitrogen dari tubuh (kreatinin, urea, amonia) dan menjaga zat-zat penting yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi sebagaimana mestinya.

Ginjal juga menghasilkan hormon eritropoietin yang dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan enzim. https://bit.ly/32Yeh4E