Senin, 18 November 2019

Catat! 6 Tanda Tubuhmu Sungguh Perlu Detox

Gaya hidup, makanan tidak sehat, dan lingkungan yang tidak bersih berperan aktif dalam mencemari tubuh dengan racun-racun. Sistem kekebalan tubuh, ginjal, dan hati pun akan bekerja secara bersamaan untuk mengeluarkan racun tersebut dari dalam tubuh.

Meskipun tubuh memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri, namun ketika racun melebihi batas kemampuan tubuh untuk mengeluarkan, racun-racun itu akan menumpuk di tubuh dan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Tenang, pada saat racun-racun menumpuk di dalam tubuh, tubuh kerap memberikan tanda pada kita. Sayangnya, kita juga sering menghiraukannya.

Nah, agar tubuh tetap terjaga kesehatannya, catat tanda-tanda ini agar kamu cepat mendetox atau membersihkan tubuhmu dari tumpukan racun.

1. Kenaikan berat badan

Pernahkah kamu memperhatikan peningkatan berat badan terus-menerus padahal kamu tidak terlalu banyak mengonsumsi kalori dan tetap berolahraga? Mungkin itu tandanya bahwa ada kelebihan racun di tubuhmu.

Banyak racun bersifat lipofilik yang disimpan dalam lemak tubuh. Racun lipofilik mengandung pestisida dan dioksin yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak sel lemak untuk menyimpan lebih banyak racun di dalamnya. Ini membuat berat badan sulit menurun sebelum kamu menyingkirkan racun dalam tubuh.

2. Ngantuk terus

Waktu tidur cukup, tetapi masih sering merasa ngantuk. Bahkan merasa lelah sepanjang hari. Salahkan racun yang ada di dalam tubuhmu.

Racun yang berlebih akan menciptakan banyak tekanan pada kelenjar adrenalin. Racun yang sudah ada sejak lama di dalam tubuh menyebabkan kelenjar adrenalin kelelahan dan itu yang membuatmu mudah lelah dan mengantuk.

3. Insomnia

Ada pula tanda yang bisa diwaspadai bahwa tubuhmu perlu detox adalah insomnia. Ini disebabkan ketidakseimbangan kadar hormon kortisol di dalam tubuh. Biasanya hal tersebut disebabkan stres yang cukup tinggi.

Akhirnya, kamu akan lebih aktif saat malam hari. Insomnia jangka panjang bisa membuat masalah kesehatan yang lebih serius, seperti penyakit jantung.

4. Sakit kepala yang tidak tahu penyebabnya

Ada yang merasa sakit kepala terus-menerus dan tidak tahu apa penyebabnya? Bisa jadi itu adalah tanda bahwa tingkat toksisitas dalam tubuhmu cukup tinggi. Racun dapat memengaruhi otak, misalnya aspartam (pemanis buatan) dan monosodium glutamate (MSG). Keduanya jika dikonsumsi berlebih dan menumpuk di tubuh bisa menyebabkan sakit kepala yang persisten.

5. Mood swing

Bukan hanya pada wanita PMS, mood swing juga bisa menandakan bahwa tubuhmu perlu detox. Ini diakibatkan adanya ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Racun seperti xenoestrogen, campuran sintetis dari hormon yang bertindak seperti estrogen dalam tubuh. Xenoestrogen biasanya ditemukan dalam senyawa industri seperti ftalat, BPA dan PCB. Menghindari penggunaan plastik, terutama di dapur, dapat mengurangi kadar xenoestrogen dalam tubuh.

6. Bau tidak sedap

Jika kamu terus-menerus memiliki bau mulut, bau kentut, atau bau badan yang tidak sedap, hati-hati mungkin itu menandakan bahwa hati dan usus besar sedang berjuang untuk melawan racun-racun di tubuh.

Coba lah mengonsumsi minyak zaitun dan jus lemon untuk membersihkan racun-racun pada hati secara efektif.  https://bit.ly/2QrIlTO

7 Manfaat Lemon yang Jarang Diketahui

Jeruk lemon kaya akan vitamin C dan serat. Banyak manfaat jeruk lemon yang jarang diketahui orang.

Lemon bukan hanya buah yang sangat sehat. Namun memiliki rasa dan aroma wangi. Sudah pasti hal ini menjadi nilai plus untuk makanan dan minuman.

Berikut 7 manfaat lemon yang jarang diketahui orang dari berbagai sumber.

1. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Bukan hanya vitamin C yang dianggap baik untuk jantung. Senyawa serat dan tanaman dalam lemon juga dapat secara signifikan menurunkan beberapa faktor risiko penyakit jantung.

Sebagai contoh, satu studi menemukan bahwa makan serat dari lemon mengurangi kadar kolesterol darah total setelah 4 minggu. Bahan kimia tanaman yang ditemukan dalam lemon, yaitu hesperidin dan diosmin, juga telah terbukti menurunkan kolesterol.

2. Mengontrol Berat Badan

Lemon sering disebut sebagai makanan penurun berat badan. Ada beberapa teori akan hal itu.
Pertama, serat pektin atau zat bermolekul berat yang terdapat di dalam buah matang, yang larut di dalamnya mengembang di perut. Karena itu lemon membantu membuat kenyang lebih lama.

Teori kedua mengklaim bahwa minum air panas dengan lemon akan membantu menurunkan berat badan.

3. Cegah Batu Ginjal

Setengah cangkir jus lemon per hari dapat memberikan asam sitrat yang cukup untuk membantu mencegah pembentukan batu ginjal. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa lemon efektif mencegah batu ginjal.

4. Lindungi Terhadap Anemia

Jeruk lemon mengandung zat besi. Tetapi utamanya membantu mencegah anemia dengan meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan nabati.

5. Mengurangi Risiko Kanker https://bit.ly/2ptYUn5

Seputar Batu Ginjal, dari Penyebab Hingga Pengobatannya

Batu ginjal atau yang dalam istilah medis disebut nephrolithiasis adalah materi keras yang terbuat dari mineral atau garam dan terbentuk di dalam ginjal. Batu ginjal bisa ditemui di sepanjang saluran urin, ureter, kandung kemih serta uretra.

Batu ginjal yang keluar dari tubuh biasanya cukup menyakitkan, tapi tidak akan mengakibatkan bahaya yang permanen. Tapi jika batu ginjal tersangkut di saluran urine dan menyebabkan infeksi atau komplikasi, kalian mungkin membutuhkan operasi untuk mengeluarkan batu ginjal.

Berikut serba-serbi seputar batu ginjal, mulai dari penyebab hingga pengobatannya yang dirangkum detikHealth:

1. Penyebab Batu Ginjal

Batu ginjal tidak memiliki satu penyebab yang pasti, walau begitu ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko kalian menderita batu ginjal. Untuk mengetahui penyebab batu ginjal bisa dilakukan dengan mengetahui jenis batu ginjal, sehingga bisa diketahui cara untuk mencegahnya.

Beberapa jenis batu ginjal yang umum ditemukan antara lain:

- Batu kalsium

Kebanyakan batu ginjal yang ditemukan adalah batu kalsium dalam bentuk kalsium oksalat. Oksalat adalah substansi alami yang biasa ditemukan di makanan dan diproduksi secara harian di hati.

Makanan yang tinggi akan oksalat dan bisa menyebabkan batu ginjal antara lain keripik kentang, kacang, cokelat, bit dan bayam. Sebaiknya kurangi konsumsi makanan ini untuk mencegah batu ginjal.

- Batu asam urat

Batu asam urat biasanya terbentuk jika seseorang tidak minum air dalam jumlah yang cukup atau kehilangan cairan tubuh dalam jumlah banyak. Selain itu mereka yang sedang diet tinggi protein dan menderita encok juga bisa terkena batu asam urat.

- Batu struvit

Batu struvit terbentuk sebagai balasan dari infeksi, misalnya infeksi saluran kemih. Batu-batu ini bisa berkembang dan membesar dengan cepat, kadang tanpa peringatan dan gejala.

- Batu sistin

Batu ginjal jenis ini biasanya terbentuk di ginjal seseorang yang memiliki penyakit turunan yang menyebabkan ginjal mengeluarkan asam amino tertentu (cystinuria) terlalu banyak.

2. Gejala

Gejala batu ginjal biasanya baru muncul ketika batu tersebut bergerak di dalam ginjal atau keluar ke ureter (saluran antara ginjal dan kandung kemih).

Pada laki-laki, batu ginjal biasanya ditandai dengan rasa sakit di area selangkangan. Selain itu, hal-hal di bawah ini juga merupakan gejala batu ginjal:

- Darah di urin

- Muntah

- Mual

- Urin berbau sangat tidak sedap

- Demam

- Rasa ingin buang air kecil terus-menerus

3. Faktor Pemicu

Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena batu ginjal, antara lain:

- Sejarah keluarga. Jika seseorang di keluarga kalian memiliki batu ginjal, kemungkinan besar kalian juga akan memiliki batu ginjal.

- Dehidrasi. Kurang minum air sehari-hari bisa meningkatkan risiko munculnya batu ginjal.

- Diet tertentu. Jika seseorang banyak mengonsumsi protein, garam dan gula bisa meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

- Obesitas. Indeks massa tubuh yang tinggi, ukuran pinggang yang besar dan kenaikan berat badan terkait dengan risiko terkena batu ginjal.

- Penyakit pencernaan. Operasi bypass lambung, penyakit radang usus atau diare kronis bisa mengakibatkan perubahan dalam proses pencernaan. Perubahan ini bisa mempengaruhi penyerapan kalsium dan air sehingga meningkatkan level zat pembentuk batu di urin.

4. Pengobatan Batu Ginjal

Pengobatan batu ginjal bergantung pada jenisnya. Untuk mengevaluasi bisa dengan mengumpulkan batu yang keluar bersama urin.

Beberapa cara yang biasa digunakan untuk mengobati batu ginjal antara lain menggunakan obat-obatan, lithotripsy (menghancurkan batu ginjal menggunakan gelombang kejut), operasi batu ginjal dan ureteroscopy.

5. Pencegahan Batu Ginjal

Untuk mencegah batu ginjal datang kembali tips utama adalah dengan minum banyak air. National Health Service Inggris menyarankan minum air 3 liter sehari, setiap hari.

Kalian juga disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan yang mengandung oksalat dalam jumlah tinggi. Selain itu, kurangi juga konsumsi garam karena bisa meningkatkan level kalsium di urin.  https://bit.ly/2Kzx1kS

Catat! 6 Tanda Tubuhmu Sungguh Perlu Detox

Gaya hidup, makanan tidak sehat, dan lingkungan yang tidak bersih berperan aktif dalam mencemari tubuh dengan racun-racun. Sistem kekebalan tubuh, ginjal, dan hati pun akan bekerja secara bersamaan untuk mengeluarkan racun tersebut dari dalam tubuh.

Meskipun tubuh memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri, namun ketika racun melebihi batas kemampuan tubuh untuk mengeluarkan, racun-racun itu akan menumpuk di tubuh dan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Tenang, pada saat racun-racun menumpuk di dalam tubuh, tubuh kerap memberikan tanda pada kita. Sayangnya, kita juga sering menghiraukannya.

Nah, agar tubuh tetap terjaga kesehatannya, catat tanda-tanda ini agar kamu cepat mendetox atau membersihkan tubuhmu dari tumpukan racun.

1. Kenaikan berat badan  https://bit.ly/2r0jgEM