Proses penyembelihan babi di Vietnam yang memakai mesin kejut listrik terlihat sadis. Video di YouTube inipun membuat geger netizen.
Video proses penyembelihan babi di salah satu pabrik pemotongan di Vietnam ini viral dan menjadi posisi trending 1 YouTube. Video yang diunggah oleh The Shiny Peanut ini bahkan sudah ditonton lebih dari 6,1 juta kali. Tak hanya itu, video ini membuat geger netizen dengan banyaknya komentar negatif.
Dalam video diperlihatkan beberapa ekor babi yang akan disembelih, dimasukkan ke dalam mesin modern yang memiliki alat kejut listrik. Babi tersebut akan digiring masuk satu per satu ke dalam mesin.
Alat kejut listrik yang digunakan pada babi tersebut bertujuan melumpuhkan otak karena setelah disetrum babi akan pingsan. Metode ini diyakini tidak akan menimbukan rasa sakit pada babi yang akan disembelih.
Walaupun terlihat sadis, namun ternyata proses penyembelihan tersebut adalah standarisasi yang dilakukan di beberapa negara maju. Dengan maksud untuk menghasilkan produk daging babi yang berkualitas dan higenis. Proses ini pun dilakukan untuk membantu mengurangi cedera, rasa sakit, dan stres bagi hewan.
Sebelum disembelih, babi tersebut juga diberi makanan dan minuman yang layak, beristirahat, dan dipisahkan dari kawanannya. Penyembelihan babi secara modern ini baru dilakukan pada beberapa pabrik pemotongan daging di Vietnam. Jumlahnya belum banyak.
Video proses penyembelihan babi ini mengundang komentar netizen. Beberapa netizen merasa kasihan pada babi yang disetrum terlebih dahulu sebelum disembelih. Ada satu komentar dari akun Roda Depan yang mengutuk keras cara penyembelihan tersebut, ia mengatakan, "Saya tidak makan babi. Tapi saya mengutuk keras cara ini. Kejam sekali." https://bit.ly/37eU3an
Warga yang Digusur Ngaku Pendukung Anies, Walkot Jakut: Mereka Tak Ikut Pemilu
Warga Sunter, Jakarta Utara, yang digusur mengaku sebagai pendukung Anies Baswedan saat Pilgub DKI 2017 dan menagih janji sang Gubernur. Tapi, menurut Wali Kota Jakut Sigit Wijatmoko, mereka tak ikut Pemilu.
"Cek aja, di daftar pemilih sementara maupun daftar pemilih tetap, mereka ada nggak? Orang ikut pemilu saja enggak kok," ucap Sigit kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019).
Diketahui, lokasi penggusuran berada di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Objek yang digusur ialah bangunan dan tempat usaha warga.
Sigit pun heran jika ada yang mengaku sebagai pemilih Anies. "Nggak terdaftar di TPS maupun DPT. Itu klaim atas nama pemilih siapa?" kata Sigit.
Sigit menyebut penggusuran atau penataan kawasan Sunter sudah dikomunikasikan dengan warga. Dia pun menyebut warga ikut membantu membersihkan pemukiman.
"(Sosialisasi) itu sudah dilakukan dua bulan lebih, dengan warga, semua sepengetahuan warga. Bahkan proses pembongkaran itu kita hanya membantu. Itu dilakukan sendiri oleh mereka," kata Sigit.
Sebelumnya, warga Sunter menyayangkan kebijakan Pemprov DKI ini, mengingat salah satu janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adalah tidak melakukan penggusuran.
"Kami semua pendukung Anies, tapi kenapa digusur, katanya dulu tidak ada penggusuran saat kampanye," kata salah seorang warga, Subaidah, seperti dikutip Antara, Sabtu (16/11/2019).
Warga yang Digusur Ngaku Pendukung Anies, Walkot Jakut: Mereka Tak Ikut PemiluPenggusuran di Sunter (Dok. Pemprov DKI)
Subaidah mengatakan hampir semua warga yang bermukim di lokasi tersebut merupakan pendukung Anies saat pilkada lalu. Namun hingga kini pihak Pemprov belum mendatangi korban penggusuran.
"Usai kami digusur, sampai sekarang juga tidak dikunjungi," ujar Subaidah.
Pemkot menyebut penataan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran dan jalan. Lokasi itu diduduki sejumlah pemilik usaha barang bekas yang mendirikan bangunan di atas saluran. https://bit.ly/35djY0k