Selasa, 19 November 2019

Dear Pria, Hati-hati Ini 4 Tanda Utama Alami Impotensi

 Impotensi sering menjadi momok di kalangan pria. Kondisi dianggap tak mampu ereksi atau mempertahankan ereksi dengan lama ini menjadi salah satu hal yang paling ditakuti banyak pria.

Namun tak semua pria menyadari akan tanda-tandanya, bahkan mengabaikannya. Dikutip dari Live Strong, berikut adalah 4 tanda utama impotensi yang perlu Anda perhatikan:

1. Gairah seks berkurang

Kurangnya gairah seksual merupakan salah satu gejala impotensi, menurut National Kidney and Urologic Diseases Information Clearinghouse. Berkurangnya gairah ini termasuk juga tak ada keinginan mencium dan kontak fisik lainnya seperti foreplay. Menghindari adanya pendekatan seksual atau mencoba kontak intim juga termasuk dalam tanda ini.

2. Sulit ereksi

Saat seorang pria terlibat dalam aktivitas seksual, pria yang impotensi tidak bisa mengalami ereksi. Penis tidak akan menjadi 'keras' meskipun Anda terlihat sangat terangsang secara seksual. Kondisi ini biasanya dikenal sebagai disfungsi ereksi. Bisa jadi juga Anda akan menghentikan aktivitas seksual atau berusaha untuk memuaskan istri Anda dengan cara lain. Saat Anda mengalami ini mungkin merasa malu, marah, menarik diri, dan tidak ingin mendiskusikan masalah itu. Hal ini bisa disebabkan oleh penyebab psikologis atau medis.

3. Ereksi tak bertahan lama

University of California menjelaskan adanya ketidakmampuan mempertahankan ereksi lebih lama untuk melanjutkan aktivitas seksual. Dalam kasus ini, awalnya Anda akan mengalami ereksi, namun ereksi tersebut tidak bertahan lama. Gejala ini juga umumnya menunjukkan bahwa disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh penyebab psikologis, termasuk stres, rasa bersalah, takut, malu, dan emosi lainnya.

4. Ejakulasi bermasalah

Menurut National Kidney and Urologic Diseases Information Clearinghouse, masalah ejakulasi ini bisa jadi gejala impotensi. Biasanya adanya ejakulasi dini bahkan belum melakukan penetrasi sekalipun, atau saat baru saja melakukan penetrasi. Umumnya pria yang mengalami ini akan merespon dengan rasa malu dan juga merasa stres, sehingga bisa jadi impotensi disebabkan oleh penyebab psikologis.  https://bit.ly/349U5OZ

6 Tips Bikin Ereksi Lebih Kuat dan Tahan Lama

Organ kelamin penis mungkin menjadi bagian tubuh pria yang paling sensitif dan bikin deg-degan. Saat pria ingin Mr P 'keras' dan menjamin kepuasan orgasme, Mr P justru tampak lemah. Sebaliknya saat pria harus tampil di muka umum, Mr P justru mengeras hingga bikin salah tingkah.

Riset yang dipublikasikan dalam American Journal of Medicine menyatakan, pria tahu jika Mr P tidak selalu dalam kondisi terbaik. Hanya 85 persen pria mengaku bisa mendapatkan dan mempertahankan ereksi, yang artinya ada 15 persen yang kehilangan peluang. Selain itu, hanya 20 persen pria usia 40-49 tahun yang mengatakan mengalami ereksi tergolong sehat dengan tidak terlalu lama atau sebentar.

Kondisi Mr P memang tak bisa selalu diprediksi atau sesuai harapan. Namun dikutip dari Men's Health, ada 5 tips supaya pria bisa ereksi lebih kuat dan tahan lama sehingga menjamin kepuasan pasangan.

1. Minum kopi

Kopi yang mengandung kafein sebetulnya bisa membantu kehidupan seks pria. Konsumsi 2-3 cangkir kopi per hari menurunkan risiko pria mengalami disfungsi ereksi. Namun kopi yang diminum sebaiknya minim gula atau campuran lain yang berisiko bagi kesehatan.

2. Vasektomi

Metode kontrasepsi jangka panjang bagi pria ini, disarankan bagi pasangan yang berencana tidak lagi punya anak. Vasektomi memungkinkan pria tak perlu khawatir kehilangan kontrol hingga terjadi kehamilan tidak diinginkan.

"Risiko kegagalan kontrasepsi menjadi sumber kegelisahan besar bagi pria. Apalagi bagi yang pernah trauma atau gagal sebelumnya. Kegelisahan berisiko menimbulkan masalah ereksi dan mood killer saat bercinta," kata directur program sex and marital therapy di Northwestern University Karen Donahey, PhD.

3. Setia dengan pasangan

Ternyata, memiliki affair dengan orang lain berdampak buruk pada ereksi pria. Dokter yang menangani disfungsi ereksi biasanya bertanya jika pasien memiliki hubungan selain dengan pasangannya.

Kecuali atas izin pasangan, sebaiknya seorang pria mempertahankan kesetiaannya. Memiliki affair bisa menimbulkan rasa bersalah, gelisah, hingga berdampak buruk pada ereksi dan kepuasaan saat bercinta.

4. Menguap

Menguap atau membuka mulut lebar-lebar saat mengantuk ternyata memiliki mekanisme yang hampir sama dengan ereksi. Keduanya dikontrol senyawa kimia nitrit oksida yang dilepaskan otak.

Senyawa ini bisa ke sel saraf yang mengontrol napas dan mulut terbuka, atau bisa juga ke tulang punggung dan pembuluh darah yang mempengaruhi terjadinya ereksi. Sering nguap bisa merangsang produksi nitrit oksida yang berefek positif pada terjadinya ereksi.

Tentunya hanya sering nguap tak bisa membantu ereksi dan kepuasan bercinta. Pria juga harus menerapkan pola hidup sehat dengan olahra  https://bit.ly/2KC3Ldg

6 Hal Buruk yang Bisa Terjadi Saat Pasutri Berhenti Bercinta (1)

Sesi bercinta mungkin tak akan lagi masuk dalam menu para pasangan suami-istri yang telah menikah cukup lama. Beberapa hal bisa menjadi alasan, seperti sibuk mengurusi keluarga, bekerja, dan waktu yang terbatas.

Namun apakah Anda tahu bahwa berkurangnya sesi intim di ranjang bisa berdampak buruk bagi tubuh kita? Dirangkum dari Live Strong, berikut 6 hal buruk yang bisa terjadi apabila Anda dan pasangan berhenti melakukan sesi bercinta:

1. Menurunnya hormon endorfin

Rangsangan dan orgasme dapat menyebabkan pelepasan hormon endorfin yang bisa membuat rasa senang, meredakan rasa nyeri dan meningkatkan mood. Jika Anda dan pasangan mulai mengurangi sesi bercinta, bisa jadi Anda akan kekurangan hormon ini yang berdampak pada mood Anda.

2. Rentan stres

Usai seks, rasanya semua masalah dan beban terangkat dan pikiran menjadi ringan. Salah satu manfaat bercinta adalah melepas stres, dan tentu jika Anda berhenti melakukannya maka tubuh Anda akan menjadi lebih rentan terkena stres. Meski memang seks bukanlah satu-satunya cara untuk menangkal stres, namun seks berperan cukup besar apalagi saat Anda sudah berkeluarga. Di sisi lain, kadar stres yang tinggi bisa membuat Anda atau pasangan semakin tidak ingin melakukan seks.

3. Menurunnya kepuasan pada pasangan

Salah satu dampak terburuk dari berkurangnya sesi intim bagi pasutri adalah berkurangnya koneksi secara emosional dan kepuasan pada pasangan. Studi dalam Journal of Family Psychology menunjukkan bahwa wanita yang jarang melakukan hubungan seksual dilaporkan tak puas dengan pasangannya. Bisa jadi hal ini disebabkan tak adanya orgasme yang membantu melepaskan hormon oksitosin yang juga disebut 'hormon bonding', karena hormon ini memproduksi rasa percaya dan kedekatan yang bisa membantu Anda dan pasangan saling memandang secara positif.

4. Menurunnya harga diri

Tak hanya hubungan dengan pasangan, namun hubungan dengan diri sendiri juga bisa terkena dampaknya apabila sesi bercinta semakin jarang. Dari perspektif medis, jarang bercinta tak akan berdampak pada neurotransmitters atau penyakit medis, namun emosi dan penghakiman terhadap diri sendiri bisa sangat besar, hingga menimbulkan rasa cemas dan menurunnya harga diri.

5. Disfungsi ereksi

Jarang bercinta berarti berkurangnya waktu Mr P untuk ereksi. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Medicine tahun 2008 menunjukkan bahwa hanya bercinta seminggu sekali bisa menurunkan risiko terkena disfungsi ereksi dibanding pria yang jarang bercinta. Disebutkan bahwa seks rutin bisa membantu melindungi pria dari risiko disfungsi ereksi.

6. Vagina 'kendor'

Seks rutin bisa membuat vagina wanita menjadi sehat. Sangat penting apabila usia Anda telah mencapai paruh baya dan di atasnya, menurut North American Menopause Society. Hal ini disebabkan vagina bisa menjadi kering dan 'kendor', di mana seks menstimulasi aliran darah ke kelamin Anda sehingga membantu mengencangkan otot vagina dan menjaga agar tak 'kendor'.  https://bit.ly/2Qud6aI

Dear Pria, Hati-hati Ini 4 Tanda Utama Alami Impotensi

 Impotensi sering menjadi momok di kalangan pria. Kondisi dianggap tak mampu ereksi atau mempertahankan ereksi dengan lama ini menjadi salah satu hal yang paling ditakuti banyak pria.

Namun tak semua pria menyadari akan tanda-tandanya, bahkan mengabaikannya. Dikutip dari Live Strong, berikut adalah 4 tanda utama impotensi yang perlu Anda perhatikan:

1. Gairah seks berkurang

Kurangnya gairah seksual merupakan salah satu gejala impotensi, menurut National Kidney and Urologic Diseases Information Clearinghouse. Berkurangnya gairah ini termasuk juga tak ada keinginan mencium dan kontak fisik lainnya seperti foreplay. Menghindari adanya pendekatan seksual atau mencoba kontak intim juga termasuk dalam tanda ini.

2. Sulit ereksi

Saat seorang pria terlibat dalam aktivitas seksual, pria yang impotensi tidak bisa mengalami ereksi. Penis tidak akan menjadi 'keras' meskipun Anda terlihat sangat terangsang secara seksual. Kondisi ini biasanya dikenal sebagai disfungsi ereksi. Bisa jadi juga Anda akan menghentikan aktivitas seksual atau berusaha untuk memuaskan istri Anda dengan cara lain. Saat Anda mengalami ini mungkin merasa malu, marah, menarik diri, dan tidak ingin mendiskusikan masalah itu. Hal ini bisa disebabkan oleh penyebab psikologis atau medis.

3. Ereksi tak bertahan lama

University of California menjelaskan adanya ketidakmampuan mempertahankan ereksi lebih lama untuk melanjutkan aktivitas seksual. Dalam kasus ini, awalnya Anda akan mengalami ereksi, namun ereksi tersebut tidak bertahan lama. Gejala ini juga umumnya menunjukkan bahwa disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh penyebab psikologis, termasuk stres, rasa bersalah, takut, malu, dan emosi lainnya.

4. Ejakulasi bermasalah

Menurut National Kidney and Urologic Diseases Information Clearinghouse, masalah ejakulasi ini bisa jadi gejala impotensi. Biasanya adanya ejakulasi dini bahkan belum  https://bit.ly/37kDWYE