Selasa, 19 November 2019

Mobil Seruduk Truk Tronton di Tol Batang, 3 Orang Tewas

 Kecelakaan antara mobil dengan truk tronton terjadi di Tol Batang-Semarang pagi tadi. Tiga orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

"Ada tiga korban yang meninggal di lokasi kejadian. Ketiganya penumpang KBM Inova dan kita evakuasi ke RSUD Kalisari Batang" ujar Kasatlantas Polres Batang, AKP Doddi Triantoro saat dihubungi detikcom, Selasa (19/11/2019).

Doddi menjelaskan bahwa kecelakaan berawal saat mobil tersebut menabrak truk tronton yang berjalan searah di depannya."Kendaraan Innova awalnya berjalan di lajur kanan. Sesampainya di TKP menabrak KBM truk tronton yang berjalan searah di depannya," jelasnya.

Mobil bernopol AB 1101 EF dikemudikan oleh Farkhan Aziz Kusuma Adjie asal Yogyakarta, sedangkan truk tronton bernopol H 1836 BW dikemudikan Eko Rudianto asal Cilacap

"Kita dapat informasi langsung melakukan evakuasi korban luka-luka ke RS Qim Batang dan evakuasi korban yang meningal ke RSUD Kalisari Batang. Kita juga lakukan olah TKP," kata Doddi.

Usai dilakukan oleh kejadian perkara barang bukti kecelakaan yakni berupa kendaraan innova ditarik ke exit Tol Weleri dan untuk truk ditarik ke exit Tol Kandeman.

Ketiga korban tewas yang juga merupakan penumpang Kijang Innova yakni yakni Sudarmaji (55) warga Kadipaten Kidul No 26 RT 07 / RW 03 Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton Kota Yogyakarta, Sulastri (62) warga RT 08 / RW 02 Desa Bulurejo Kecamatan Mertoyudan, Magelang dan Masnun (65) warga RT 01 / RW 01 Desa Mertoyudan, Magelang. Ketiga jenazah berada di RSUD Kalisari Batang.

Polisi olah TKP kecelakaan mobil dan truk tronton di Tol Batang. Polisi olah TKP kecelakaan mobil dan truk tronton di Tol Batang. Foto: Dok Satlantas Polres Batang

Dua penumpang mobil tersebut mengalami luka berat dan dirawat di RS QIM Batang yakni Subadriyah (61) asal Yogyakarta dan Indro Susanto (61) warga Purworejo.

Sedangkan dua orang lainnya mengalami luka ringan yakni pengemudi mobil, Farkhan dan seorang penumpang lainnya Anis (30) warga Gunung Kidul.

"Masih kami lakukan pemeriksaan mendalam penyebab terjadinya kecelakaan," kata Doddi. https://bit.ly/333GgzT

Kedatangan Jenazah Molor, Salsis Korban Laka Tol Cipali Dimakamkan

Jenazah Salsis (24) warga Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi, Pekalongan, yang menjadi salah satu korban tewas tabrakan bus di Tol Cipali, dimakamkan pagi ini. Kedatangan jenazah di rumah duka molor dari rencana karena kesalahpahaman dengan rumah sakit.

Semula direncanakan jenazah Salsis tiba di Pekalongan Kamis (14/11) petang. Menurut Daroni, relawan yang mendampingi keluarga menjemput jenazah di RS Subang, sempat terjadi kesalahpahaman antara pihak rumah sakit dengan mereka.

"Setelah tiba di rumah sakit, pihak rumah sakit di bagian informasi mengatakan bahwa jenazah korban kecelakaan atas nama Salsis sudah dibawa ambulans," kata Daroni, Jumat (15/11/2019) di rumah duka.

Daroni dan keluarga sebenarya merasa heran dengan informasi itu. Mengingat saat itu belum ada berita acara penyerahan jenazah ke pihak keluarga, namun sudah diberitahu bahwa jenazah sudah dibawa ambulans menuju rumah duka ke Pekalongan.

"Saat itu saya yang membawa pihak keluarga langsung menyusul rombongan ambulans yang katanya ada 4 unit menuju ke arah timur (Pekalongan)," tambahnya.

Namun sesampainya di Tol Tegal, pihak keluarga kembali ditelepon dari pihak RS Subang. "Ditelepon diberitahu bahwa jenazah Salsis masih di kamar jenazah. Wah jadi bingung. Akhirnya kita putar balik lagi kembali ke Subang," kata Daroni.

"Akhirnya di rumah sakit dilakukan serah terima jenazah dari pihak rumah sakit ke keluarga. Kita berangkat pukul 21.00 WIB dan sampai di rumah duka pukul 24.00 WIB. Prediksi kita, petang kemarin sampai rumah duka dan langsung dimakamkan. Ternyata dini hari tadi baru sampai dan paginya baru bisa dimakamkan," jelasnya.

Pagi ini jenazah Salsis dimakamkan di pemakaman desa setempat. Salsis adalah anak ketiga dari enam bersaudara pasangan Cohardi dan Ratnasari.

Dia menjadi korban tabrakan dua bus penumpang umum di Tol Cipali, Rabu malam lalu. Salsis naik bus nahas itu untuk kembali bekerja ke Jakarta. "Bekerja sebagai teknisi elektronik sudah setahun. Dia sedang mengumpulkan uang untuk modal nikah," kata Ratnasari, ibu korban. https://bit.ly/2O2btPT

Ibu Remaja yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan Dicek Kejiwaannya

Polisi masih menyelidiki kasus mayat remaja berinisial FH (18) yang ditemukan terkubur di pekarangan rumahnya di Cilacap. Ibu remaja tersebut, Sri Muhayati (57) juga diperiksa kejiwaannya.

"Ibunya sudah bisa diajak komunikasi tapi kita juga kordinasi dengan dokter untuk bisa minta konfirmasi tentang kondisi kejiwaan dari pada si ibunya itu sendiri," ujar Kasat Reskrim Polres Cilacap, AKP Ongko Gradiarso Sukahar saat dihubungi wartawan, Selasa (19/11/2019).

Ongko mengatakan bahwa selain Sri Muhayati, polisi sudah memeriksa tiga orang saksi lainnya. Tiga orang tersebut di antaranya merupakan tetangga Sri Muhayati.

"Kita juga melakukan pemeriksaan saksi saksi yang mengetahui dari korban," tutur Ongko.

Diberitakan sebelumnya, mayat FH ditemukan terkubur di pekarangan rumahnya d Desa Bajing, Kecamatan Kroya, Cilacap.

Awalnya tetangga merasa curiga karena tak mendengar suara tangisan FH selama seminggu lebih. Padahal para tetangga biasa mendengar FH menangis.

Salah seorang tetangga, Sumarti (58) bercerita bahwa FH memiliki gangguan mental.

"Umurnya 18 tahun tapi sakit keterbelakangan mental, anaknya kecil kakinya tidak bisa selonjor. Biasanya anaknya nangis, ini 10 hari tidak ada suaranya, biasanya sering kedengaran nangis," kata Sumarti. https://bit.ly/2Qw4XCD

Mayat Terkubur di Pekarangan Korban Pembunuhan? Ini Kata Polisi

Polisi turun tangan untuk mengungkap misteri penemuan mayat remaja berinisial FH (18) yang terkubur di pekarangan rumahnya di Desa Bajing, Kecamatan Kroya, Cilacap, pagi tadi. Sejauh ini polisi belum bisa memastikan apakah FH merupakan korban pembunuhan atau bukan.

Kanit Reskrim Polsek Kroya Ipda Ibnu Said mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.

"Pembunuhan atau bukan belum tahu, karena kami masih melakukan penyelidikan," kata Ibnu, Senin (18/11/2019).

Saat ini polisi tengah memintai keterangan dari ibu FH, Sri Muhayati (57). Sri menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Kroya. Namun Sri masih sulit diajak komunikasi.

"Ibunya sementara masih kita tangani dulu, saat ini masih susah diajak komunikasi," jelas Ibnu.

Sebelum mayat FH ditemukan terkubur di pekarangan rumah, Sri selalu menyampaikan kepada warga bahwa FH berada di rumah ayahnya.

Menurut tetangga Sri, Sumarti (58), warga yang curiga atas keberadaan FH menanyakan kepada ibunya dan selalu dijawab jika anaknya tersebut tengah berada di rumah ayahnya yang berada di Majenang. Kedua orang tua FH diketahui telah berpisah tak lama setelah menikah.

"Kan tanya di mana anaknya, dijawab dibawa bapak, terus tanya lagi masih jawab itu. Lama-lama tetangga ada yang telepon keluarga bapaknya, tapi jawabannya tidak dibawa," ucap Sumarti saat ditemui wartawan. https://bit.ly/2r1UPqH