Selasa, 19 November 2019

Lapan Sebut Helikopter Buatan Jujun Belum Layak Terbang

Tim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mendatangi kediaman Jujun Junaedi (45) pembuat helikopter asal Sukabumi, Jawa Barat. Hasil pengecekan, Lapan menyatakan helikopter bertenaga mesin penggerak genset itu belum layak terbang.

Teuku Ichwanul Hakim peneliti Lapan menyebut secara bentuk helikopter tersebut memang kondisinya sudah baik, namun untuk mesin penggerak dan baling-baling harus melalui pengujian lebih lanjut.

"Baling-baling belum sepenuhnya dibuat, penggerak untuk mengontrol baling-baling utama dan ekor juga belum terpasang semua. Kalau dilihat sekilas perlengkapan sudah ada tinggal nanti disempurnakan setelah semuanya terpasang," kata Teuku kepada detikcom, Selasa (19/11/2019).

Selain ornamen tersebut, ia juga meminta Jujun untuk mempertimbangkan kekuatan struktur helikopter buatannya. Setelah semua dianggap lengkap, langkah lanjutan adalah monitoring sistem dari masing-masing peralatan utama dalam helikopternya.

"Semuanya kan mengedepankan sisi keamanan, misalnya nanti yakin dari sisi kekuatan dan kinerjanya apakah sesuai dengan apa yang diharapkan. Misalkan baling-baling sudah seimbang atau tidak, tinggal diuji lagi. Kalau secara bentuk sih sudah baik. Tinggal uji coba satu persatu apakah nantinya bekerja dengan baik," katanya.

Menurutnya kekuatan mesin apabila mengikuti perhitungan teknis yang dibuat Jujun sebesar 24 tenaga kuda masih kurang. Karena minimal diperlukan sebesar 70 tenaga kuda untuk mengangkat beban helikopter berikut penumpangnya.

"Kalau untuk mengangkat itu pakai baling-baling utama, untuk menyeimbangkan agar stabil pakai baling di ekor belakang. Nah itu dua komponen utama. Selain itu untuk memastikan baling utama untuk mengangkat dengan stabil mesin juga harus kuat selanjutnya saling berkaitan. Sekitar 70 tenaga kuda untuk bisa ditumpangi 1 orang, untuk kondisi saat ini masih belum layak terbang," katanya.

Pejabat Humas Lapan Jasyanto menambahkan, kedatangan pihaknya adalah bentuk motivasi untuk Jujun. Apresiasi juga diberikan kepada Jujun yang mau terjun langsung dalam pembuatan helikopter teknologi tinggi.

"Kita justru mengapresiasi, memberikan masukan kepada Pak Jujun ini yang sudah mau mengembangkan sesuatu dengan teknologi tinggi dan modal sendiri. Kalau ada kekurangan apa kita lengkapi, kita perkuat lagi pengetahuan Pak Jujun ini," ucapnya.

"Ketika nanti Pak Jujun ini ingin helikopternya diterbangkan, ada panduan keselamatan yang harus dilalui. Jangan sampai nanti karena ketidaktahuan malah ada dampak lain, nanti ada aturan yang harus dilakukan ketika akan uji coba terbang. Karena kan tidak hanya keselamatan diri, karena ini benda terbang harus dipertimbangkan juga faktor keselamatan orang lain," ucap Jasyanto. https://bit.ly/2NZ9FHb

PBB Resah: Umat Minta Penjelasan Soal 'Zonk' Dukung Jokowi

 Partai Bulan Bintang (PBB) menyebut kadernya di semua tingkatan sedang resah terkait nasib partai usai pengumuman Kabinet Indonesia Maju. Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra disebut mendapat desakan agar mengambil sikap gegara PBB masih 'zonk' meski mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Mereka banyak mendapat pertanyaan dari konstituen dan umat Islam yang mendukung PBB. Desakan dari bawah dan sangat kuat mendesak Ketum dan Sekjen mengambil sikap dan memberi penjelasan mengapa PBB sampai saat ini masih 'zonk' dalam partisipasi aktif di pemerintahan," kata Waketum PBB Sukmo Harsono kepada wartawan, Selasa (19/11/2019).

Dia mengatakan PBB merupakan partai yang aktif mendukung Jokowi. Sukmo menyatakan dirinya memimpin deklarasi dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf selama masa kampanye Pilpres 2019.

"PBB sebagai partai Islam yang mengusung paslon 01 saya sendiri memimpin deklarasi dukungan paslon 01 ke daerah, sementara Ketum jadi panglima di MK, maka wajar jika mereka bertanya tanya, kenapa Sekjen Afriansyah Noor yang memiliki hubungan begitu dekat dengan Pak Jokowi juga belum memberikan penjelasan apa sebenarnya yang terjadi dengan PBB," ucapnya.

Sukmo mengaku khawatir ada gelombang ketidakpercayaan dari para pendukung PBB terhadap pemerintah. Meski demikian, dia menegaskan PBBB selalu berjuang demi bangsa.

"Saya khawatir pertanyaan yang muncul lama-lama kalau tidak tertahan akan menimbulkan golombang ketidakpercayaan kader PBB pada pemerintah," tuturnya. https://bit.ly/2Qz5svx

Polda Jabar: Perempuan Korban Teror Sperma Jadi 7 Orang

 Polda Jabar menyebut korban teror sperma Sidik Nugraha (25) di Tasikmalaya bertambah. Dari hasil penyelidikan, korban teror sperma berjumlah tujuh perempuan.

"Jumlah korban sudah mencapai tujuh orang wanita saat ini," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko via pesan singkat, Selasa (19/11/2019).

Truno mengatakan bertambahnya jumlah korban ini berdasarkan hasil penyelidikan penyidik Satreskrim Polresta Tasikmalaya. Para korban akan dimintai keterangan.

"Pelaporan tetap satu LP (laporan polisi) dari Saudari R (LR). Namun akan dilakukan pemeriksaan terhadap korban-korban lainnya," kata dia.

Seperti diketahui, warga di Kota Tasikmalaya geger oleh aksi teror cabul seorang pria yang berbuat tak lazim hingga melempar cairan mirip sperma. Kasus ini telah dilaporkan oleh salah seorang perempuan yang menjadi korban pelemparan.

Pelapor adalah seorang ibu rumah tangga berinisial LR. Saat itu LR sedang menunggu ojek online di Jalan Letjen Mashudi dihampiri pelaku yang menggunakan motor matik. Secara tiba-tiba, pelaku langsung meraba dan menggesek kemaluannya sendiri, hingga akhirnya melempar sperma ke arah LR. https://bit.ly/2rYlzZx

Disorot Menristek, Helikopter Rakitan Jujun Dicek Lapan

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro rupanya menyoroti helikopter rakitan Jujun Junaedi (45), warga Sukabumi, Jawa Barat. Tim dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) diperintah Menristek melihat langsung helikopter buatan tukang bubut tersebut.

Perwakilan Lapan mendatangi kediaman Jujun di Kampung Cibubuay, RT 3 RW 1, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (19/11/2019). "Selama ini kita tahunya di media. Nah, hari ini kami sengaja datang karena ada permintaan dari Pak Menteri Riset dan Teknologi kepada Kepala Lapan untuk melihat langsung ke lokasi tempat yang membuat helikopter ini," kata pejabat Humas Lapan Jasyanto.

Pihak Lapan mengecek fisik dan cara kerja helikopter karya Jujun. Menurut Jasyanto, pihaknya ingin melihat segi keamanan dan peralatan yang digunakan Jujun.

"Lapan salah satu tugasnya memberikan informasi kedirgantaraan, dalam hal ini helikopter. Kami juga datang bersama tim teknis yang memang memahami helikopter, Pak Teuku Ichwanul Hakim," ujar Jasyanto.

Disorot Menristek, Helikopter Rakitan Jujun Dicek LAPANJujun Junaedi menyampaikan keterangan soal helikopter rakitannya kepada tim Lapan. (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Di lokasi, Jujun terlihat serius melihat pemaparan yang diberikan tim teknis Lapan yang menjelaskan teknik dasar dan mekanikal soal helikopter. Sesekali Jujun terlihat mencatat keterangan yang disampaikan pihak Lapan.

"Ada anak muda yang punya pemikiran ke depan, makanya kami ingin melihat juga teknologinya, apakah bisa dijadikan contoh juga. Kami juga membawa pesan ada karya anak bangsa yang punya motivasi dengan biaya sendiri, mampu membuat helikopter. Beliau ini autodidak, tentunya ini sangat membanggakan," tutur Jasyanto.

Jujun makin termotivasi dengan kedatangan tim teknis Lapan. Kedatangan ahli ini memang diharapkan Jujun sejak pertama memulai merakit helikopter.

"Makin membuat saya bersemangat, ada asupan-asupan informasi baru. Kami bahas juga soal sistem dan cara kerja. Ada teori baru yang secepatnya akan diterapkan, ada kekurangan juga yang bisa saya lengkapi untuk helikopter buatan saya ini," ucap Jujun. https://bit.ly/2OsYky6