Selasa, 19 November 2019

Dari Soda Susu Hingga Madu, Ramuan Ini Dipercaya Bisa Bersihkan Paru-paru

 Sebuah video yang menunjukkan paru-paru hitam viral di media sosial China. Paru-paru disebut milik seorang pasien pria berusia 52 tahun yang meninggal karena mengidap beberapa masalah paru-paru dan video direkam oleh ahli bedah di Wuxi People's Hospital di Jiangsu, China.

Diawali dari pasien yang telah mendaftarkan dirinya untuk mendonorkan organnya setelah meninggal. Namun setelah meninggal dinyatakan mati otak dan paru-parunya akan didonasikan, petugas medis menyadari ada yang tidak beres.

"Tes indeks oksigenasi awal menyatakan baik-baik saja, tetapi ketika kami mengambil organnya, kami menyadari bahwa kami tidak akan dapat menggunakannya," ujar dr Chen, dokter ahli bedah sekaligus yang memimpin operasi pada pria itu dikutip dari Daily Mail.

Terkait hal tersebut di media sosial masih sering beredar pesan menyebut ada berbagai ramuan minuman yang bisa membantu 'bersihkan' paru-paru dari efek buruk rokok. Sebagai contoh misalnya minuman soda susu.

"Cukup dengan susu soda,paru" bisa netral seperti semula... Jdi jgn heran kalo tiap kali ke warung yang jual susu soda,pasti aku pesan... Karna kesahatan itu lebih beharga dari apapun," tulis satu pengguna Facebook pada Oktober 2019 lalu.

Ada juga yang percaya ramuan bawang putih, jahe, dan madu bisa menghilangkan nikotin dan tar pada paru-paru.

Mengomentarinya ahli paru dari Rumah Sakit Persahabatan, dr Agus Dwi Susanto, SpP, menegaskan bahwa tidak ada metode yang bisa membersihkan paru-paru dari bahan kimia rokok. Artinya berbagai informasi tersebut bisa dipastikan bohong alias hoax.

"Nggak ada. Stop rokok! Itu saja," pungkas dokter yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Paru Dokter Indonesia (PDPI) ini beberapa waktu lalu. https://bit.ly/2NZzEye

Viral Paru-Paru Menghitam Karena Rokok, Kalau Vape Apakah Sama Efeknya?

Sebuah video viral yang beredar di dunia maya memperlihatkan paru-paru seorang perokok menghitam. Video ini direkam oleh ahli bedah di Wuxi People's Hospital di Jiangsu, China dan viral setelah ditonton 25 juta kali di media sosial.

Paru-paru dalam video tersebut merupakan milik dari seorang pria berusia 52 tahun yang meninggal karena mengidap beberapa masalah pada paru-parunya. Diketahui bahwa pria tersebut sudah memiliki kebiasaan merokok selama 30 tahun lamanya.

Melihat hal ini, dr Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), FISR, FAPSR, Dokter Spesialis Paru di RS Paru Persahabatan mengatakan bahwa informasi terkait paru-paru perokok yang bisa menghitam ini sudah ada sejak lama. Hanya saja mungkin masyarakat yang baru menyadarinya.

"Baru tahu kalau paru perokok hitam? Itu dari lama juga sudah banyak info tersebut. Searching saja pasti sudah banyak tentang ini," katanya saat dihubungi detikcom, Selasa (19/11/2019). https://bit.ly/2KzAik2

Anggota DPR Merasa Lucu Moeldoko Sarankan Cegah Stunting dengan Punya Ayam

 Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai saran Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mencegah stunting dengan setiap rumah memiliki ayam lucu. Saleh menyebut Moeldoko terlalu menyederhanakan masalah stunting.

"Program pencegahan stunting semestinya dirumuskan secara sungguh-sungguh. Program setiap rumah perlu memiliki ayam dinilai terlalu mengada-ada, bahkan terkesan agak lucu. Selain itu, terkesan menyederhanakan masalah," kata Saleh kepada wartawan, Jumat (15/11/2019).

Saleh menilai permasalahan stunting tak hanya berkaitan dengan tingkat penghasilan. Tingkat pendidikan, menurutnya, juga mempengaruhi timbulnya stunting.

"Selain itu, stunting juga sangat erat dengan tingkat pendidikan. Persebaran stunting terbukti lebih tinggi di daerah-daerah yang tingkat pendidikan masyarakatnya rendah," sebutnya.

"Pengetahuan tentang gizi itu sangat berpengaruh juga. Meskipun mereka punya uang, tetapi kalau tidak dibelanjakan untuk makanan yang padat gizi, tetap saja tidak baik," imbuh Saleh.

Saleh sendiri pesimistis permasalahan stunting bisa dicegah dengan setiap rumah memiliki ayam. Salah satu faktor ketidakyakinannya yakni keterbatasan lahan.

"Karena itu, saya sangat pesimis jika stunting bisa dituntaskan dengan mengampanyekan agar setiap rumah punya ayam. Apalagi, banyak warga yang tidak bisa bertenak ayam karena keterbatasan lahan," terang anggota DPR Fraksi PAN itu.

Diberitakan sebelumnya, Moeldoko mengatakan makanan lokal perlu diperkuat untuk mencegah stunting. Menurut Moeldoko, setiap rumah harus mempunyai ayam agar telurnya bisa dimakan anak-anak.

"Tetap programnya 'isi piringku', hanya kemampuan lokal makanan lokal yang perlu diperkuat lagi. Makanya seperti saya katakan, perlu setiap rumah itu ada ayam sehingga telurnya itu bisa untuk anak-anaknya," kata Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (15/11). https://bit.ly/2Xt11Ej

Moeldoko soal Pencegahan Stunting: Setiap Rumah Perlu Punya Ayam

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan makanan lokal perlu diperkuat untuk mencegah stunting. Menurut Moeldoko, setiap rumah harus mempunyai ayam agar telurnya bisa dimakan anak-anak.

"Tetap programnya 'isi piringku', hanya kemampuan lokal makanan lokal yang perlu diperkuat lagi. Makanya seperti saya katakan, perlu setiap rumah itu ada ayam sehingga telurnya itu bisa untuk anak-anaknya," kata Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).

Moeldoko lantas mengenang masa kecilnya dulu. Dulu, kata Moeldoko, satu telur bisa dimakan banyak orang, tapi itu berbeda dengan kondisi sekarang.

"Kalau zaman saya dulu waktu kecil, satu telur ayam bisa sampai 6 orang atau 4 orang. Sekarang nggaklah. Bisa satu anak satu telur ayam. Ikan, sayur-mayur, tempe, yang penuh protein. Ikan-ikan di daerah pantai perlu digerakkan," ujarnya.

Mantan Panglima TNI itu mengatakan stunting tak hanya terjadi di daerah tertinggal, tetapi juga di wilayah perkotaan. Karena itu, dia meminta semua pihak sadar mengenai lingkungan.

"Menurut saya, stunting tidak hanya di daerah tertinggal, ternyata stunting menghinggapi daerah perkotaan. Untuk itu, yang penting di sini memberikan penyadaran bagi semuanya. Agar lingkungan hidupnya itu bagus. Sanitasi bagus," tuturnya.

Moeldoko menjelaskan pencegahan stunting telah menjadi gerakan nasional. Menurut dia, semua pihak perlu terlibat menangani persoalan stunting agar masa depan anak Indonesia lebih cerah.

"Pada dasarnya stunting ditempatkan oleh pemerintah sebagai gerakan nasional. Maksudnya adalah gerakan nasional ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah pusat, tapi juga dilakukan oleh seluruh pemerintah di provinsi dan kabupaten dan juga melibatkan seluruh pegiat dan seluruh pengusaha," jelasnya. https://bit.ly/2CSEgQD