Selasa, 19 November 2019

6 Hal Buruk yang Bisa Terjadi Saat Pasutri Berhenti Bercinta (1)

Sesi bercinta mungkin tak akan lagi masuk dalam menu para pasangan suami-istri yang telah menikah cukup lama. Beberapa hal bisa menjadi alasan, seperti sibuk mengurusi keluarga, bekerja, dan waktu yang terbatas.

Namun apakah Anda tahu bahwa berkurangnya sesi intim di ranjang bisa berdampak buruk bagi tubuh kita? Dirangkum dari Live Strong, berikut 6 hal buruk yang bisa terjadi apabila Anda dan pasangan berhenti melakukan sesi bercinta:

1. Menurunnya hormon endorfin

Rangsangan dan orgasme dapat menyebabkan pelepasan hormon endorfin yang bisa membuat rasa senang, meredakan rasa nyeri dan meningkatkan mood. Jika Anda dan pasangan mulai mengurangi sesi bercinta, bisa jadi Anda akan kekurangan hormon ini yang berdampak pada mood Anda.

2. Rentan stres

Usai seks, rasanya semua masalah dan beban terangkat dan pikiran menjadi ringan. Salah satu manfaat bercinta adalah melepas stres, dan tentu jika Anda berhenti melakukannya maka tubuh Anda akan menjadi lebih rentan terkena stres. Meski memang seks bukanlah satu-satunya cara untuk menangkal stres, namun seks berperan cukup besar apalagi saat Anda sudah berkeluarga. Di sisi lain, kadar stres yang tinggi bisa membuat Anda atau pasangan semakin tidak ingin melakukan seks.

3. Menurunnya kepuasan pada pasangan

Salah satu dampak terburuk dari berkurangnya sesi intim bagi pasutri adalah berkurangnya koneksi secara emosional dan kepuasan pada pasangan. Studi dalam Journal of Family Psychology menunjukkan bahwa wanita yang jarang melakukan hubungan seksual dilaporkan tak puas dengan pasangannya. Bisa jadi hal ini disebabkan tak adanya orgasme yang membantu melepaskan hormon oksitosin yang juga disebut 'hormon bonding', karena hormon ini memproduksi rasa percaya dan kedekatan yang bisa membantu Anda dan pasangan saling memandang secara positif.

4. Menurunnya harga diri

Tak hanya hubungan dengan pasangan, namun hubungan dengan diri sendiri juga bisa terkena dampaknya apabila sesi bercinta semakin jarang. Dari perspektif medis, jarang bercinta tak akan berdampak pada neurotransmitters atau penyakit medis, namun emosi dan penghakiman terhadap diri sendiri bisa sangat besar, hingga menimbulkan rasa cemas dan menurunnya harga diri.

5. Disfungsi ereksi

Jarang bercinta berarti berkurangnya waktu Mr P untuk ereksi. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Medicine tahun 2008 menunjukkan bahwa hanya bercinta seminggu sekali bisa menurunkan risiko terkena disfungsi ereksi dibanding pria yang jarang bercinta. Disebutkan bahwa seks rutin bisa membantu melindungi pria dari risiko disfungsi ereksi.

6. Vagina 'kendor'

Seks rutin bisa membuat vagina wanita menjadi sehat. Sangat penting apabila usia Anda telah mencapai paruh baya dan di atasnya, menurut North American Menopause Society. Hal ini disebabkan vagina bisa menjadi kering dan 'kendor', di mana seks menstimulasi aliran darah ke kelamin Anda sehingga membantu mengencangkan otot vagina dan menjaga agar tak 'kendor'.  https://bit.ly/2Qud6aI

Dear Pria, Hati-hati Ini 4 Tanda Utama Alami Impotensi

 Impotensi sering menjadi momok di kalangan pria. Kondisi dianggap tak mampu ereksi atau mempertahankan ereksi dengan lama ini menjadi salah satu hal yang paling ditakuti banyak pria.

Namun tak semua pria menyadari akan tanda-tandanya, bahkan mengabaikannya. Dikutip dari Live Strong, berikut adalah 4 tanda utama impotensi yang perlu Anda perhatikan:

1. Gairah seks berkurang

Kurangnya gairah seksual merupakan salah satu gejala impotensi, menurut National Kidney and Urologic Diseases Information Clearinghouse. Berkurangnya gairah ini termasuk juga tak ada keinginan mencium dan kontak fisik lainnya seperti foreplay. Menghindari adanya pendekatan seksual atau mencoba kontak intim juga termasuk dalam tanda ini.

2. Sulit ereksi

Saat seorang pria terlibat dalam aktivitas seksual, pria yang impotensi tidak bisa mengalami ereksi. Penis tidak akan menjadi 'keras' meskipun Anda terlihat sangat terangsang secara seksual. Kondisi ini biasanya dikenal sebagai disfungsi ereksi. Bisa jadi juga Anda akan menghentikan aktivitas seksual atau berusaha untuk memuaskan istri Anda dengan cara lain. Saat Anda mengalami ini mungkin merasa malu, marah, menarik diri, dan tidak ingin mendiskusikan masalah itu. Hal ini bisa disebabkan oleh penyebab psikologis atau medis.

3. Ereksi tak bertahan lama

University of California menjelaskan adanya ketidakmampuan mempertahankan ereksi lebih lama untuk melanjutkan aktivitas seksual. Dalam kasus ini, awalnya Anda akan mengalami ereksi, namun ereksi tersebut tidak bertahan lama. Gejala ini juga umumnya menunjukkan bahwa disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh penyebab psikologis, termasuk stres, rasa bersalah, takut, malu, dan emosi lainnya.

4. Ejakulasi bermasalah

Menurut National Kidney and Urologic Diseases Information Clearinghouse, masalah ejakulasi ini bisa jadi gejala impotensi. Biasanya adanya ejakulasi dini bahkan belum  https://bit.ly/37kDWYE

Bau Sperma Seperti Pemutih Pakaian, Ini Penyebabnya

Dokter saya punya pertanyaan sederhana mengapa air mani saya baunya sangat menyengat seperti pemutih pakaian? Apa itu normal? Kira-kira apa penyebab air mani bisa jadi berbau seperti itu?

Jawaban

Cairan sperma (air mani) amat ditentukan oleh konsumsi makanan atau minuman kita sehari-hari.

Konsumsi daging merah, susu, bawang (onion), garlic dan kopi akan membuat air mani mengeluarkan aroma dan rasa "Acidic" (asam) dan "Bitter" (pahit).

Kemungkinan bahan-bahan tersebut pencetus bau air mani Anda menyengat seperti pemutih pakaian.  https://bit.ly/2XpI9pw

Raih 'Orgasme Puting' dengan Deretan Posisi Seks Berikut Ini (1)

Pada tubuh wanita, area erogenous tak hanya terdapat di vagina, atau klitoris saja. Akan tetapi di payudara, puting juga memiliki ribuan ujung saraf yang juga bisa memberikan stimulasi orgasme.

Posisi seks lebih banyak yang memfokuskan pada orgasme vagina, padahal Anda juga bisa mendapatkan orgasme dengan menstimulasi puting. Atau bahkan juga bisa mendapatkan multiple orgasm. Dear Ladies, dikutip dari Womens' Health, berikut deretan posisi seks yang bisa membantu raih orgasme puting:

1. Face-Off

Posisi ini merupakan posisi terbaik jika ingin menambah gesekan di area puting. Saat dada Anda menempel satu sama lain, saat penetrasi maka akan ada tambahan stimulasi. Sang pria duduk di pinggir kasur dengan Anda duduk di pangkuannya. Bahkan jika Anda cukup lebih tinggi, bisa meminta suami untuk menghisap puting apabila posisinya tepat berada di depan wajahnya.

2. Doggy Style

Tetap menjadi posisi yang favorit untuk seks, Anda bisa meminta pasangan Anda untuk bermain dengan area puting dan payudara. Dengan ia yang berada dalam kendali, ia bisa mengatur bagaimana akan menstimulasi Anda, bahkan kemungkinan untuk mendapatkan double orgasm dari vagina dan puting juga cukup tinggi.

3. Pretzel Dip

Berbaringlah di sisi kiri Anda, lalu minta suami berlutut dan mengangkat kaki kanan dan duduk di atas kaki kiri. Ia bisa melakukan penetrasi dengan dalam, namun untuk urusan bagian puting dan payudara, Anda tak perlu malu untuk menstimulasinya sendiri.

4. Cowgirl

Posisi ini juga menjadi favorit untuk stimulasi ganda. Anda sepenuhnya berada dalam kendali, bisa menstimulasi bagian puting sendiri atau sedikit menggodanya dengan mengarahkan ke wajah suami Anda. Atau, Anda bisa menahan beban tubuh Anda dengan mencondongkan tubuh ke belakang dan minta suami untuk menstimulasi puting Anda.  https://bit.ly/33556je