Selasa, 19 November 2019

7 Tanaman Obat Asli Indonesia yang Terbukti Bermanfaat Menyehatkan

 Tanaman obat adalah tumbuhan yang diketahui memiliki manfaat menyembuhkan atau mencegah penyakit. Di Indonesia sendiri ada beragam jenis tanaman obat yang menurut penelitian memang ampuh menyehatkan.

Imunolog sekaligus peneliti herba Profesor dr Edi Dharmana, MSc, PhD, SpParK, dari Universitas Diponegoro mengatakan tanaman obat sering dimanfaatkan karena mudah ditemukan di Indonesia. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang melakukan domestikasi tanaman (membudidayakan tanaman liar ke dalam lingkungan sehari-hari).

"Obat-obat herbal itu memang sejarahnya sudah lama, mungkin ribuan tahun dipakai orang seluruh dunia termasuk di Indonesia," kata Prof Edi beberapa waktu lalu.

Nah tanaman obat apa saja yang terkenal di Indonesia dan bagaimana khasiatnya? Simak rangkuman detikHealth berikut:

1. Temulawak (Curcuma zanthorrhiza)

Temulawak adalah tanaman obat yang masih satu keluarga dengan jahe. Mantan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) Dr Roy Sparringa pernah menyebut kalau temulawak digunakan lebih dari 900 produk obat tradisional yang terdaftar, menjadikannya sebagai tanaman obat unggulan dari Indonesia.

"Temulawak tercatat merupakan tanaman asli Jawa, dan akhirnya mulai menyebar dan ditemukan juga di Asia Tenggara, Indocina, Tiongkok, Jepang, Korea, hingga Barbados dan Amerika Serikat. Dari semua itu, temulawak terbaik tetap yang berasal dari Indonesia," tutur Roy.

Dijelaskan Roy bahwa temulawak memiliki banyak manfaat. Selain terkenal untuk menambah nafsu makan dan menjaga sistem kekebalan tubuh, temulawak juga berfungsi untuk memelihara fungsi hati, antioksidan, memperbaiki fungsi pencernaan, hingga mampu menurunkan kadar lemak dalam darah.

2. Saga (Abrus precatorius)

Tanaman obat Saga bisa dengan mudah ditemukan di pinggir jalan. Menurut Kepala Pengelola Kampoeng Djamoe Organik Cikarang Heru Wardana daun saga bisa digunakan sebagai obat batuk atau masalah tenggorokan.

"Bisa ambil daunnya, kunyah, lalu lepeh. Untuk ibu hamil juga bisa, karena efeknya ke tenggorokan aja nggak sampai badan. Jadi jangan jadikan jamu kambing hitam pada ibu hamil," tutur Heru.

3. Bangle (Zingiber cassumunar)

Bangle adalah tanaman obat berbatang semu, tumbuh tegak, dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Bangle masih satu keluarga dengan temulawak, kunyit, kencur, dan jahe.

Menurut buku "Tanaman Obat Keluarga" Bangle mengandung mineral, albumin, dan minyak atsiri yang membuatnya berkhasiat sebagai antiradang meredakan nyeri hingga demam. https://bit.ly/2r4gCxN

4. Meniran (Phyllanthus urinaria)

Meniran merupakan tanaman semak biasa ditemui di lapangan maupun pinggir jalan. Keberadaannya seringkali diabaikan karena kerap dianggap tanaman liar, padahal sebenarnya tanaman obat ini memiliki banyak manfaat.

Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr Helmin Agustina Silalahi, mengungkapkan meniran merupakan herbal yang sudah terbukti membantu penyembuhan saat flu. Sebab, kandungannya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

"Karena dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, maka saat batuk dapat juga membantu mempercepat pemulihannya," ujar dr Helmin kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

5. Seledri (Apium graveolens)

Daun seledri yang sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan sebetulnya adalah tanaman obat dengan manfaat mampu menurunkan hipertensi. Seledri menurut beberapa ahli tengah dikembangkan sebagai fitofarmaka, yaitu obat dari bahan herba yang terbukti keamanan dan khasiatnya karena telah melalui uji klinik.

Tanaman obat mengkudu sering disebut baik untuk diabetes.Tanaman obat mengkudu sering disebut baik untuk diabetes. 

6. Mengkudu (Morinda citrifolia)

Mengkudu masih satu keluarga dengan tanaman kopi-kopian. Buah mengkudu yang terkenal pahit disebut beberapa penelitian dapat membantu kondisi penyakit jantung hingga diabetes.

Kandungan polisakarida dalam mengkudu disebut ahli dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Ediati Sasmito, Apt, dapat dimanfaatkan sebagai immunostimulator untuk membantu menormalkan sistem imun. Dalam penelitiannya Prof Edi berusaha melihat manfaat konsumsi suplemen mengkudu untuk pasien kanker.

"Kita tahu obat kanker yang dikonsumsi dapat menurunkan sistem imun, sehingga dengan diberikan immunostimulator dari mengkudu. Sistem imun pasien dapat kembali normal," katanya.

7. Kumis kucing (Orthosiphon aristatus)

Menurut dr Danang Ardiyanto dari Klinik Saintifikasi Jamu milik Balitbangkes Kemenkes RI tanaman obat kumis kucing dapat dimanfaatkan untuk melancarkan buang air kecil. dr Danang sendiri biasa mengkombinasikan kumis kucing dengan tanaman obat lain untuk membuat 'ramuan' yang berkhasiat. https://bit.ly/2QypgPF

Termasuk Bahan Ramuan Rahasia Jokowi, Kunyit Disebut Bisa Cegah Kanker

 Temulawak, jahe, dan kunyit menjadi bahan ramuan rahasia Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam video yang diunggah di akun resminya, Jokowi mengatakan sudah meminum ramuan jamu itu sejak 18 tahun lalu.

"Saya rasa akan memberikan manfaat yang baik untuk kebugaran tubuh. Ingin mencoba? Ya dibuat sendiri, he-he-he...," katanya.

Salah satu bahan ramuan jamu Jokowi yang sering kita temui adalah kunyit. Tanaman kunyit tergolong keluarga Zingiberaceae yang berasal dari Asia Tenggara, dan diduga kuat berasal dari India dan Indo-Malaysia.

Kunyit mengandung kurkuminoid dan minyak atsiri. Kurkuminoid inilah yang memberikan kesan warna kuning jingga pada tanaman ini. Selain 2 bahan utama tersebut, kunyit juga mengandung beberapa senyawa lain seperti pati, lemak, protein, kamfer, resin, damar, kalsium, dan zat besi.

Senyawa yang terkandung dalam kunyit yaitu kurkuminoid dan minyak atsiri mempunyai peranan sebagai antioksidan, antitumor, dan antikanker. Sebuah penelitian menunjukkan senyawa kurkuminoid dalam kunyit memiliki sifat sitotoksik yang dapat menghambat proliferasi sel-sel kanker dan dapat mengurangi dan menghilangkan bau, rasa gatal, dan mengurangi ukuran luka dari kanker. Oleh karena itu, kunyit memungkinkan untuk digunakan sebagai antiradang yang berguna dalam terapi pengobatan kanker dan tumor.

Dalam penelitian lain yang dipublikasikan di NCBI, 44 pria dengan lesi atau luka di usus besar yang terkadang bisa berubah menjadi kanker kolorektal diberikan empat gram kunyit setiap harinya selama 30 hari. Hasilnya, jumlah lesi itu berkurang sebanyak 40 persen.

Tampaknya kunyit bisa digunakan bersamaan dengan pengobatan kanker lainnya suatu hari nanti. https://bit.ly/32VEX69

Manfaat Temulawak, Salah Satu Bahan Ramuan Rahasia Jokowi

Dalam video di akun Instagram resminya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan ramuan rahasia yang selalu ia konsumsi setiap pagi sejak 18 tahun lalu. Ramuan itu disebutnya sangat sederhana.

"Jamu ini adalah jamu dari campuran temulawak, jahe, kunyit. Jadi jahe ditumbuk atau dirajang-rajang, temulawak ditumbuk dirajang rajang. Kunyit juga. Kemudian diseduh air panas, disaring kemudian diminum," tutur Jokowi.

Temulawak menjadi salah satu bahan yang ada di dalam jamu yang dikonsumsi Jokowi. Temulawak atau Curcuma xanthorrhiza adalah tanaman obat yang berasal dari keluarga Zingiberaceae. Tanaman asli Indonesia ini kerap dijadikan bahan dasar obat tradisional.

Sebuah penelitian oleh Ali Rosidi dan kawan-kawan yang dipublikasikan dalam Pakistan Journal of Nutrition menunjukkan bahwa temulawak memiliki banyak manfaat sebagai antioksidan alami yang sangat baik. Komponen aktif yang bertanggung jawab untuk aktivitas antioksidan dalam temulawak adalah curcumin.

Analisis dilakukan dengan mengukur sifat antioksidan dan tingkat curcumin pada temulawak. Sifat antioksidan diukur menggunakan metode DPPH, sedangkan kadar curcumin diukur menggunakan HPLC.

Dikutip dari Medical News Today, antioksidan adalah zat yang dapat mencegah atau memperlambat kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas, molekul tidak stabil yang diproduksi tubuh sebagai reaksi terhadap tekanan lingkungan dan lainnya.

Mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan baik untuk kesehatan jantung dan juga dapat membantu menurunkan risiko infeksi dan beberapa jenis kanker. https://bit.ly/37gkb4B