Polda Jabar menyebut korban teror sperma Sidik Nugraha (25) di Tasikmalaya bertambah. Dari hasil penyelidikan, korban teror sperma berjumlah tujuh perempuan.
"Jumlah korban sudah mencapai tujuh orang wanita saat ini," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko via pesan singkat, Selasa (19/11/2019).
Truno mengatakan bertambahnya jumlah korban ini berdasarkan hasil penyelidikan penyidik Satreskrim Polresta Tasikmalaya. Para korban akan dimintai keterangan.
"Pelaporan tetap satu LP (laporan polisi) dari Saudari R (LR). Namun akan dilakukan pemeriksaan terhadap korban-korban lainnya," kata dia.
Seperti diketahui, warga di Kota Tasikmalaya geger oleh aksi teror cabul seorang pria yang berbuat tak lazim hingga melempar cairan mirip sperma. Kasus ini telah dilaporkan oleh salah seorang perempuan yang menjadi korban pelemparan.
Pelapor adalah seorang ibu rumah tangga berinisial LR. Saat itu LR sedang menunggu ojek online di Jalan Letjen Mashudi dihampiri pelaku yang menggunakan motor matik. Secara tiba-tiba, pelaku langsung meraba dan menggesek kemaluannya sendiri, hingga akhirnya melempar sperma ke arah LR. https://bit.ly/2rYlzZx
Disorot Menristek, Helikopter Rakitan Jujun Dicek Lapan
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro rupanya menyoroti helikopter rakitan Jujun Junaedi (45), warga Sukabumi, Jawa Barat. Tim dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) diperintah Menristek melihat langsung helikopter buatan tukang bubut tersebut.
Perwakilan Lapan mendatangi kediaman Jujun di Kampung Cibubuay, RT 3 RW 1, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (19/11/2019). "Selama ini kita tahunya di media. Nah, hari ini kami sengaja datang karena ada permintaan dari Pak Menteri Riset dan Teknologi kepada Kepala Lapan untuk melihat langsung ke lokasi tempat yang membuat helikopter ini," kata pejabat Humas Lapan Jasyanto.
Pihak Lapan mengecek fisik dan cara kerja helikopter karya Jujun. Menurut Jasyanto, pihaknya ingin melihat segi keamanan dan peralatan yang digunakan Jujun.
"Lapan salah satu tugasnya memberikan informasi kedirgantaraan, dalam hal ini helikopter. Kami juga datang bersama tim teknis yang memang memahami helikopter, Pak Teuku Ichwanul Hakim," ujar Jasyanto.
Disorot Menristek, Helikopter Rakitan Jujun Dicek LAPANJujun Junaedi menyampaikan keterangan soal helikopter rakitannya kepada tim Lapan. (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Di lokasi, Jujun terlihat serius melihat pemaparan yang diberikan tim teknis Lapan yang menjelaskan teknik dasar dan mekanikal soal helikopter. Sesekali Jujun terlihat mencatat keterangan yang disampaikan pihak Lapan.
"Ada anak muda yang punya pemikiran ke depan, makanya kami ingin melihat juga teknologinya, apakah bisa dijadikan contoh juga. Kami juga membawa pesan ada karya anak bangsa yang punya motivasi dengan biaya sendiri, mampu membuat helikopter. Beliau ini autodidak, tentunya ini sangat membanggakan," tutur Jasyanto.
Jujun makin termotivasi dengan kedatangan tim teknis Lapan. Kedatangan ahli ini memang diharapkan Jujun sejak pertama memulai merakit helikopter.
"Makin membuat saya bersemangat, ada asupan-asupan informasi baru. Kami bahas juga soal sistem dan cara kerja. Ada teori baru yang secepatnya akan diterapkan, ada kekurangan juga yang bisa saya lengkapi untuk helikopter buatan saya ini," ucap Jujun. https://bit.ly/2OsYky6