Selasa, 19 November 2019

Selain Luka Tusuk, Hal-hal Ini Bisa Picu Pendarahan di Perut

Lagi beraktivitas tapi perut sakit dadakan membuat kita menjadi tidak nyaman. Apa penyebab sakit perut?

Sakit perut terkadang timbul, terkadang berhenti. Namun rasa nyeri pada perut membuat aktivitas kita terganggu.

Ada yang bilang kalau sakit perut karena kita ingin buang air besar. Ada benarnya juga, namun ada juga bila perut sedang nyeri atau sakit maag.

Berikut penyebab sakit perut dirangkum dari berbagai sumber:

1. Gastroesophageal Reflux Disease

Penyebab sakit perut berikutnya yakni Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau gangguan refluks asam lambung. GERD adalah suatu kondisi yang terjadi ketika makanan di perut kamu dipaksa kembali ke kerongkongan (saluran dari mulut ke perut).

Makanan di perut kamu bercampur dengan asam selama proses pencernaan. Ketika terjadi refluks asam kembali ke kerongkongan, akan menyebabkan sensasi panas di perut bagian atas atau heartburn (maag). Sebaiknya hindari makanan pedas, makanan porsi besar, dan makanan tinggi lemak.

2. Usus Buntu

Usus buntu merupakan salah satu penyebab sakit perut berikutnya. Usus buntu adalah sebuah jaringan kantong kecil yang memanjang dari usus besar. Segera obati usus buntu kamu karena dapat menyebabkan infeksi yang menyebar dalam tubuh.

3. Diare

Diare merupakan salah satu penyebab sakit perut. Anak-anak juga dapat terkena diare. Penyebabnya tempat makanan yang tidak bersih, makanan yang terkontaminasi, atau memasukkan benda seperti tangan ke mulut. Diare parah dapat terjadi dengan kondisi tinja berair dan encer.

Diare berarti buang air besar setidaknya tiga kali atau lebih dalam sehari. Diare bisa menyebabkan dehidrasi dan hilangnya elektrolit penting dalam tubuh. Karena itu, banyak minum untuk menghindari dehidrasi.

4. Sembelit

Sembelit adalah kondisi sulit buang air besar atau tidak buang air besar sama sekali selama lebih dari tiga hari atau lebih. Hal ini bisa membuat perut sakit. Untuk menghindari sembelit, perbanyak minum air dan banyak makanan serat seperti pepaya dan sayur-sayuran.

5. Kram Haid

Beberapa hari sebelum haid, kaum hawa umumnya kerap mengalami nyeri haid. Ada juga para wanita yang mengalami haid pada hari pertama dan kedua. Nyeri haid dapat membuat aktivitas kita menjadi tidak nyaman.


6. Batu Ginjal

Batu ginjal merupakan salah satu penyebab sakit perut pada bagian kiri. Batu ginjal adalah batu kalsifikasi keras yang terbentuk di ginjal. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit parah.

7. Infeksi Saluran Kencing

Penyebab sakit perut berikutnya yakni urinary tract infection atau infeksi saluran kencing. Infeksi saluran kencing yakni nyeri perut, demam dan nyeri saat kencing. Penyebabnya yakni infeksi bakteri.

Itulah penyebab sakit perut. Segera ke dokter agar sakit dapat diatasi dengan segera. https://bit.ly/35gEmOa

Selain Luka Tusuk, Hal-hal Ini Bisa Picu Pendarahan di Perut

 Menko Polhukam Wiranto disebut mengalami pendarahan di perut akibat luka tusuk yang dialaminya beberapa waktu lalu. Kini kondisinya disebut telah stabil meski masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Selain luka tusuk, ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan pendarahan di perut. Pendarahan di perut atau saluran pencernaan biasanya adalah gejala dari penyakit tertentu. Biasanya kondisi tersebut dapat disembuhkan atau dikendalikan.

Saluran pencernaan atau gastrointestinal meliputi kerongkongan, lambung, usus kecil, usus besar, dubur, dan anus. Pendarahan bisa berasal dari satu atau lebih dari area-area ini yang mengakibatkan radang usus besar.

Mengutip WebMD pendarahan di saluran cerna bisa disebabkan oleh penyakit berikut:

1. Bisul

Bisul pun bisa berada di organ dalam yang membesar dan menyebabkan pendarahan. Sebagian besar penyebabnya adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori. Orang-orang yang pernah mengalami luka bakar, syok, cedera kepala, atau kanker, dan mereka yang pernah menjalani operasi besar, mungkin akan memiliki bisul tersebut.

2. Wasir

Wasir mungkin merupakan penyebab paling umum dari darah yang terlihat di saluran pencernaan bagian bawah, terutama darah yang nampak merah terang. Wasir adalah pembesaran pembuluh darah di daerah anus yang dapat pecah dan menghasilkan darah.

3. Crohn's disease

Crohn's disease adalah kondisi sistem kekebalan tubuh. Ini menyebabkan peradangan dan dapat menyebabkan pendarahan dubur.

4. Masalah pembuluh darah

Seiring bertambahnya usia, masalah dapat muncul di pembuluh darah usus besar, yang dapat menyebabkan perdarahan. Meski demikian mereka yang mengalami masalah ini biasanya memiliki penyakit penyerta.

5. Kanker perut

Kanker perut sebagian besar diderita orang yang lebih tua. Dua pertiga orang yang mengalaminya berusia di atas 65 tahun. Sulit untuk mendiagnosis kanker perut di tahap awal yang membuatnya sulit ditangani. https://bit.ly/3424yfd

5 Kebiasaan Sehat Ramah Ginjal yang Baik Dilakukan Pagi Hari

Ginjal adalah organ yang berperan penting menyaring darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Sayangnya kadang karena gaya hidup yang buruk, ginjal kita dapat terkena dampak hingga akhirnya mengalami kerusakan.

Nah untuk mencegah hal tersebut ada beberapa kebiasaan sehat yang baik dilakukan pada pagi hari untuk menjaga kesehatan ginjal. Berikut contohnya:

1. Minum air putih

Biasakan minum air putih usai bangun tidur untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh. Kondisi dehidrasi dapat berdampak buruk bagi ginjal karena artinya organ bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan cairan.

Menjaga kebutuhan cairan dengan minum air putih juga disebut ahli baik untuk mencegah terjadinya batu ginjal.

2. Makan buah

Makan buah bisa jadi cara tidak langsung menjaga kesehatan ginjal. Beberapa buah seperti anggur, apel, atau blueberry bisa mengandung vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang bagus untuk melawan peradangan di dalam tubuh.

Kebiasaan sehat makan buah dapat membantu kamu menjaga berat badan. Obesitas diketahui jadi salah satu faktor risiko penyakit ginjal.

3. Sarapan rendah garam

Sarapan penting untuk menyiapkan tubuh berenergi sebelum memulai aktivitas sehari-hari. Namun bila memungkinkan pilih menu sarapan yang rendah garam. Alasannya karena kandungan garam dapat mempengaruhi tekanan darah dan dalam jangka panjang akan berdampak buruk untuk ginjal.

4. Olahraga pagi

Bagaimana olahraga bisa berhubungan dengan kesehatan ginjal? Sama seperti poin sebelumnya karena kebiasaan ini baik untuk mengatur tekanan darah kamu. Hipertensi jadi salah satu faktor risiko terjadinya kegagalan ginjal dan menurut studi olahraga rutin dapat membantu mengendalikannya.

Tidak usah olahraga berat cukup misalnya lari, jalan santai, atau gowes sepeda bisa memberikan dampak baik untuk tubuh.

5. Cek gula darah

Kebiasaan terakhir yang sebaiknya tidak dilewatkan adalah rutin mengecek gula darah. Kondisi gula darah tidak terkontrol diketahui dapat mengakibatkan berbagai komplikasi pada organ termasuk gangguan ginjal.

Situs WebMD menyebut sekitar 15 persen pasien diabetes mengalami komplikasi ginjal. Tingginya gula darah membuat ginjal bekerja ekstra keras untuk membuang kelebihan kadar gula dalam darah menjadi urine.

Saat ini pengecekan gula darah bisa dilakukan dengan mudah dengan bantuan alat yang dijual bebas. https://bit.ly/33Yxchi

7 Penyebab Sakit Perut yang Bisa Ganggu Aktivitas

 Lagi beraktivitas tapi perut sakit dadakan membuat kita menjadi tidak nyaman. Apa penyebab sakit perut?

Sakit perut terkadang timbul, terkadang berhenti. Namun rasa nyeri pada perut membuat aktivitas kita terganggu.

Ada yang bilang kalau sakit perut karena kita ingin buang air besar. Ada benarnya juga, namun ada juga bila perut sedang nyeri atau sakit maag.

Berikut penyebab sakit perut dirangkum dari berbagai sumber:

1. Gastroesophageal Reflux Disease

Penyebab sakit perut berikutnya yakni Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau gangguan refluks asam lambung. GERD adalah suatu kondisi yang terjadi ketika makanan di perut kamu dipaksa kembali ke kerongkongan (saluran dari mulut ke perut).

Makanan di perut kamu bercampur dengan asam selama proses pencernaan. Ketika terjadi refluks asam kembali ke kerongkongan, akan menyebabkan sensasi panas di perut bagian atas atau heartburn (maag). Sebaiknya hindari makanan pedas, makanan porsi besar, dan makanan tinggi lemak.

2. Usus Buntu

Usus buntu merupakan salah satu penyebab sakit perut berikutnya. Usus buntu adalah sebuah jaringan kantong kecil yang memanjang dari usus besar. Segera obati usus buntu kamu karena dapat menyebabkan infeksi yang menyebar dalam tubuh.

3. Diare

Diare merupakan salah satu penyebab sakit perut. Anak-anak juga dapat terkena diare. Penyebabnya tempat makanan yang tidak bersih, makanan yang terkontaminasi, atau memasukkan benda seperti tangan ke mulut. Diare parah dapat terjadi dengan kondisi tinja berair dan encer.

Diare berarti buang air besar setidaknya tiga kali atau lebih dalam sehari. Diare bisa menyebabkan dehidrasi dan hilangnya elektrolit penting dalam tubuh. Karena itu, banyak minum untuk menghindari dehidrasi.

4. Sembelit

Sembelit adalah kondisi sulit buang air besar atau tidak buang air besar sama sekali selama lebih dari tiga hari atau lebih. Hal ini bisa membuat perut sakit. Untuk menghindari sembelit, perbanyak minum air dan banyak makanan serat seperti pepaya dan sayur-sayuran.

5. Kram Haid

Beberapa hari sebelum haid, kaum hawa umumnya kerap mengalami nyeri haid. Ada juga para wanita yang mengalami haid pada hari pertama dan kedua. Nyeri haid dapat membuat aktivitas kita menjadi tidak nyaman.

6. Batu Ginjal

Batu ginjal merupakan salah satu penyebab sakit perut pada bagian kiri. Batu ginjal adalah batu kalsifikasi keras yang terbentuk di ginjal. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit parah.

7. Infeksi Saluran Kencing https://bit.ly/2KBSIR9