Rabu, 20 November 2019

Tak Terbukti Steril, Terapi Urine Bisa Membahayakan Kesehatan

Terapi dengan meminum urine sudah lama disebut-sebut bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Alasannya dalam urine terkandung berbagai mineral alami yang baik untuk tubuh dan cukup steril untuk dikonsumsi. Lalu apa kata dokter terkait terapi ini?

Staf Departemen Urologi RSCM FKUI dr Harrina E. Rahardjo, SpU, PhD, mengakui bahwa memang banyak orang telah membicarakan terapi urine. Namun ia sendiri tak yakin tentang manfaat terapi karena belum ada penelitian berkredibilitas yang telah membuktikannya.

"Memang banyak orang yang bilang demikian, tapi terus terang dari pihak medis belum meneliti lebih lanjut tentang hal ini," ujar dr Harrina saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (27/5/2015).

Para peneliti dari Loyola University yang penelitiannya diterbitkan di Journal of Clinical Urology juga telah membahas hal terkait urine ini. Klaim yang mengatakan bahwa urine bebas bakteri ternyata hanya mitos karena mereka menemukan bahkan ketika masih di kandung kemih urine sudah terkontaminasi.

Alan Wolfe, PhD, sebagai pemimpin studi menggunakan metode pemeriksaan berbasis Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) untuk mencari bakteri dalam urine yang diambil langsung dari kandung kemih menggunakan salat suntik. Wolfe mengaku bahwa apabila menggunakan metode pemeriksaan biasa memang sulit terlihat ada bakteri.

Lalu apa bahayanya jika mengonsumsi urine yang tercemar ini? Urine sendiri dikatakan oleh dr Harrina jelas merupakan hasil sisa atau limbah yang harus dibuang oleh tubuh. Apabila ia dikonsumsi kembali terlebih dengan jumlah cemaran lebih banyak maka efeknya akan buruk untuk kesehatan.

"Urine kan berisi zat limbah dari tubuh, zat yang sudah dibuang. Jika dikonsumsi akan menumpuk dan bisa mengganggu kesehatan," pungkas dr Harrina. https://bit.ly/2OqEljP

Minum Urine, Rahasia Pria Ini Tetap Enerjik dan Aktif di Usia 91 Tahun

Di usia 91 tahun, pria bernama Mark Ambrose ini merasa masih enerjik, berpenampilan muda, dan memiliki gaya hidup aktif. Menurutnya, bukan obat kimia atau perawatan mahal yang membuatnya seperti itu, melainkan obat rumahan mujarab yakni urinenya sendiri.

Setiap hari, Ambrose minum segelas urine. Ia juga mengoleskan urinenya pada luka karena percaya urine bisa membantu proses penyembuhan. Ambrose mengatakan ia dan istrinya, Joyce (87) memiliki masalah kesehatan serius yang harus segera diatasi.

"Tulang belakang saya rusak parah dan Joyce menderita makula, penyakit lutut yang sangat membutuhkan penanganan serta keluhan lain yang dikaitkan dengan penuaan. Meski demikian saya menjalani hidup aktif, bahkan teman-teman banyak yang mengatakan saya terlihat lebih muda," tutur Ambrose, demikian dilansir Daily Mail, Jumat (25/10/2013).

Untuk mengatasi sakit di bangian punggungnya, pria yang tinggal di bagian selatan Spanyol ini sudah menjalani tiga kali operasi. Obat penahan nyeri pun sudah dikonsumsinya tapi tak kunjung ada kemajuan. Ambrose pun mencari informasi di internet lantas ia mencoba terapi urine sejak tiga tahun lalu. Manfaat luar biasa yang ia dapatkan adalah penampilannya yang terlihat lebih muda.

"Saya mencoba urine pertama kali satu gelas kecil. Rasanya belum pernah saya temui sebelumnya, tidak menyenangkan tapi juga tidak mengerikan. Secara bertahap saya pun menambah jumlah urine yang saya minum, dari segelas kecil sampai seperti sekarang, satu gelas besar," kisah Ambrose.

Untuk menghilangkan sisa rasa urine di mulut, Ambrose mengakalinya dengan membilas mulutnya menggunakan anggur. Ia juga mengaku sudah bisa mengukur mana urine yang kualitasnya bagus, yakni yang berwarna jernih atau agak kuning tua. Menurutnya, lima persen dari urine mengandung vitamin yang bisa menyehatkan tubuh.

Tak hanya diminum, urine pun digunakan Ambrose untuk memijat bagian tubuh yang sakit seperti wajah, lengan, kaki, bahkan kelopak mata dan telinga. Urine yang digunakan yaitu urine segar atau yang sudah disimpan selama satu sampai dua hari. Setelah tiga tahun melakukan terapi urine, diakui Ambrose ia masih harus minum obat anti nyeri untuk mengatasi rasa sakit di punggungnya.

"Tapi saya merasa sepuluh tahun lebih muda. Saya masih punya SIM sampai 2014, memasak, ikut klub bridge, belajar piano, menyelesaikan pekerjaan di komputer, dan bahkan bisa menghafal sekitar 100 lagu. Ini merupakan terapi yang sangat baik bagi saya bakan saya merasa hidup saya tidak layak tanpa terapi itu," jelas Ambrose.

Sementara itu, sang istri, Joyce mengatakan tak bisa mengatasi rasa jijik ketika harus minum air seninya sendiri, meskipun ia cukup terkesan dengan hasil yang didapat Ambrose. "Dia telah menolak semua upaya saya untuk membujuknya mencoba terapi urine," kata Ambrose.  https://bit.ly/2KDXP3c

Dirawat Karena Stroke, Warna Urine Wanita Ini Berubah Jadi Ungu

Purple Urinary Bag Syndrom (PUBS) adalah kondisi langka yang bisa terjadi ketika bakteri di dalam perut bereaksi dengan zat kimia dari makanan atau obat tertentu. Pasien yang mengalaminya dapat melihat warna urine mereka berubah menjadi ungu.

Hal ini belakangan dilaporkan terjadi pada seorang wanita di Paris, Perancis. Menurut para dokter di Rumah Sakit Bicetre sang wanita diketahui awalnya dirawat karena mengalami stroke.

"Seorang wanita berusia 70 tahun dipasangkan kateter urine selama perawatan stroke akut. Sepuluh hari kemudian, warna urinenya berubah ungu," tulis dokter dalam jurnal The New England Journal of Medicine (NEJM) dan dikutip Kamis (31/10/2019).

Saat warna urine pasien berubah ungu, dokter mencoba melakukan pemeriksaan dengan mengambil sampel dan melihat tanda-tanda bakteri mencurigakan. Hasilnya ditemukan ada bakteri Klebsiella pneumoniae yang sebetulnya normal ada di perut tapi bisa menyebar ke bagian tubuh lain menyebabkan infeksi.

Bakteri Klebsiella ini kemudian bereaksi dengan zat indoxyl sulfat dari sisa metabolisme makanan yang pasien konsumsi. Ada dua senyawa baru terbentuk, satu berwarna merah dan satu berwarna biru, ketika tercampur keduanya menghasilkan warna ungu.

Pada kasus pasien dalam jurnal warna ungu urinenya bukan masalah serius karena kembali normal setelah mendapat infus intravena. Pada akhirnya pasien dipindahkan ke fasilitas rawat jangka panjang untuk mengatasi dampak sisa stroke. https://bit.ly/349xBh2

Infeksi Saluran Kemih Bisa Bikin Warna Urine Berubah

Normalnya, air kencing alias urine berwarna bening atau kuning kecokelatan. Namun beberapa kondisi kesehatan bisa membuatnya berubah menjadi warna-warni, salah satunya infeksi saluran kemih.

"Urine yang berubah warna menjadi hijau, biru, atau ungu disebabkan oleh infeksi pada saluran kemih," kata dr T Bahdar Johan, SpPD dari RS Premiere Bintaro, seperti ditulis Rabu (27/5/2015).

Selain infeksi, konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat TB (Tuberculosis) dan pengencer darah, juga bisa mengubah warna urine. Begitu pula dengan pewarna pada minuman, seperti dalam sirop dan sejenisnya.

Sementara itu, urine berwarna kemerahan menandakan adanya bercak darah. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut hematuria. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari efek samping obat, ada gangguan pada saluran kencing, hingga tumor atau kanker.

Namun dalam kondisi normal, warna urine tidak jauh dari kuning kecokelatan. Makin pekat urine, makin kuning atau cokelat warnanya. Urine yang pekat menandakan bahwa tubuh kekurangan cairan.

"Warna air kencing itu bisa kuning tua kalau kencingnya pekat, atau bening kalau urinenya encer," kata dr Sigit Solihin, SpU dari RS Bunda Menteng.

Yang jelas, sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri jika warna urine dirasa tidak wajar. Kadang butuh pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya, apakah hanya bersifat sementara atau berhubungan dengan penyakit tertentu. https://bit.ly/2O4QgF8