Kamis, 21 November 2019

Viral, Pesan Menohok Fotografer untuk Tamu Pernikahan yang Motret Pakai HP

Seorang fotografer pernikahan memberikan pesan yang begitu menohok pada seorang tamu undangan pernikahan yang memotret menggunakan ponsel. Pesannya itu menjadi viral dan mendapat banyak dukungan.


Adalah Hannah Stanley, seorang fotografer pernikahan dan gaya hidup dari Hannah Way Photography di Fort Worth, Texas. Hannah menuliskan pesan mendalam di akun Facebooknya untuk seorang tamu pernikahan yang dianggapnya mengganggu kerja fotografer pernikahan profesional. https://bit.ly/2QCKk7O

Dalam pesan menohoknya untuk tamu yang membawa ponsel itu dia juga menyertakan sebuah foto yang karyanya. Dalam foto itu tampak sepasang tangan memegang ponsel dan memotret pengantin wanita yang berjalan menuju altar didampingi ayahnya.

"Untuk wanita pengguna iPhone. Bukan hanya kamu sudah merusak fotoku, kamu juga telah merenggut momen ini dari mempelai pria, ayah pengantin dan mempelai wanita," demikian dia membuka pesannya.


"Apa sebenarnya yang akan kamu lakukan dengan foto itu? Apakah akan mencetaknya? Menyimpannya? Melihatnya setiap hari? Tentu tidak kan? Tapi pengantin akan mencetak foto ini, melihatnya dan mengenang momen ketika ayahnya mengiringinya berjalan menuju altar di hari pernikahannya. Tapi malah, kamu mengambil foto dengan ponselmu, menghalangi pandanganku dan mengambil foto yang tidak akan pernah kamu gunakan," tulis sang fotografer lagi.

Pesan Stanley untuk tamu undangan pernikahan yang memotret memakai ponsel ini sudah dibagikan ulang lebih dari 161.000 kali oleh pengguna Facebook. Ribuan komentar pun membanjiri postingannya itu dan sebagian besar mendukungnya. Dukungan terutama datang dari sesama fotografer pernikahan karena merasakan hal yang sama.

"Aku sudah menangkap ratusan momen pernikahan dan juga sudah posting berkali-kali mengenai hal ini. Tapi tetap saja ada kelakuan itu di pesta pernikahan!!" curhat fotografer lain di kolom komentar.

Dalam wawancara dengan Today, Stanley mengatakan, untungnya dia berhasil mendapatkan angle foto berbeda di momen yang sama. Meski demikian, dia tetap merasa perlu menuliskan pesan tersebut karena kerap mengalami kejadian serupa.

"Pernikahan adalah suatu hal yang sangat dinanti semua orang. Dan menjadi momen yang sakral seumur hidup. Jadi jika kamu hadir sebagai tamu undangan, biarkanlah para fotografer profesional yang dibayar pengantin menangkap setiap momen di acara pernikahan tersebut. Jadi tolong, biarkan saya melakukan pekerjaan saya, dan kamu hanya hanya perlu duduk, relaks dan menikmati momen sekali dalam seumur hidup ini," tutup Stanley. https://bit.ly/2QEI1Bo

Uniknya Pasangan Nikah Bareng di Magelang, Ada yang Sambil Climbing!

 Sebanyak 17 pasangan pengantin melangsungkan Nikah Bareng Agustusan di Universitas Muhammadiyah Magelang hari ini. Uniknya, dari 17 pasangan pengantin tersebut, ada yang menikah di wall climbing, studio radio, laboratorium farmasi hingga di crane bengkel otomotif.

Suasana kampus Universitas Muhammadiyah Magelang didekorasi layaknya tempat resepsi pernikahan. Janur kuning pun melengkung di pintu masuk menuju kampus, kemudian ada dekorasi dan tenda.

Bahkan para tamu undangan pun berdatangnyn untuk menyaksikan akad nikah dan dilanjutkan dengan resepsi pernikahan.

Dari lokasi pernikahan baik yang di ruang Laboratorium Farmasi, Studio Radio, Crane Otomotif tersebut, yang menyedot perhatian hadirin di Wall Climbing. Para hadirin pun mengabadikan momentum prosesi nikah yang unik dan indah ini. Untuk ijab kabul dipimpin Kepala KAU Mertoyudan, Mustaqim.

Adapun dari 17 pasangan pengantin ini terdiri 3 pasangan menikah wall climbing, 6 pasangan menikah di laboratorium farmasi, 3 pasangan di studio radio dan 5 pasangan pengantin menikah di crane bengkel otomotif. Kemudian, selain maskawin berupa seperangkat alat salat, kemudian juga ada mahar berupa Bendera Merah Putih dan teks Proklamasi.

Untuk peserta nikah bareng ini berasal dari berbagai daerah. Ada yang berasal dari Magelang, Sragen, Yogyakarta, Semarang dan Kalimantan. Bahkan ada juga yang mereka ini mendapatkan jodoh dari hasil ajang golek garwo (cari jodoh). https://bit.ly/2XAtrwc

Setelah mereka mengucapkan janji suci di wall climbing, ada yang terus mengangkat tangannya sebagai ungkapan kegembiraan. Bahkan, ada yang mencium kening pasangannya. Selain itu, saat resepsi ada pasangan pengantin yang menyanyikan lagu berjudul Janji Suci.

Ketua IKA Universitas Muhammadiyah Magelang, Isa Ashari mengatakan, tujuan dari Nikah Bareng Agustusan untuk mewujudnya pasangan sakinah sejahtera membawa kedamaian serta keberkahan. Bahkan, 17 pasangan pengantin ini mendapatkan hadiah berupa bulan madu di hotel berbintang di Magelang.

"Nikah bareng ini untuk mewujudkan pasangan sakinah sejahtera membawa kedamaian serta keberkahan untuk Indonesia sesuai dengan tata kehidupan serta penghidupan masyarakat berpancasila dilandasi cinta Illahi. Selain itu, juga wujud mensyukuri 74 tahun Indonesia Merdeka," kata Isa di sela-sela nikah bareng di kampus Universitas Muhammadiyah Magelang, Selasa (6/8/2019).

Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang, Eko Muh Widodo mengatakan, nikah bareng ini merupakan bentuk kepedulian sosial Universitas Muhammadiyah Magelang yang diwakili Ikatan Alumni untuk masyarakat. Menurutnya, nikah tidak mudah karena terkait biaya dan lainnya.

"Untuk nikah bareng ini, UMM memfasilitasi mereka yang ingin nikah terutama terkait proses pernikahan, semua free. Mulai dari pelaminan, biaya pernikahan, sampai yang lain semua ditanggung panitia. Ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap nikah bareng ini," kata Eko.

"Ya ini sebagai satu surprise bagi pengantin, kita carikan spot-spot yang unik. Mungkin baru kali ini, kita melaksanakan pernikahan di wall climbing, terus di studio Radio Unima, di laboratorium otomotif dinaikan dengan crane. Terus ketiga di laboratorium farmasi itu juga sesuatu yang baru pertama kali, saya kira. Ini secara formal memang, UMM sebagai penyelenggara yang diinisiasi oleh Ikatan Alumni, tapi paling tidak momen ini akan memberikan kesan tersendiri bagi 17 pasangan pengantin," katanya.

Nikah bareng ini, kata Eko, sengaja dicarikan spot nantinya bisa dikenang bagi pengantin yang tidak dilupakan.

Salah satu pasangan pengatin, Dedi Rahman dan Tamara Fitriana mengaku, menikah di wall climbing paling unik. Ia pun sebelumnya belum pernah menaiki wall climbing.

"Saat naik biasa saja, niat berani. Uniklah menikah di wall climbing paling unik. Saya belum pernah naik wall climbing dan baru kali," ujar Dedi.

"Ya tadi pertama deg-degan, setelah itu nggak. Perasaannya senang, udah plong. Cuma sebelumnya ada geladi bersih," ujar Tamara. https://bit.ly/3387JRg