Kamis, 21 November 2019

Yogurt dan Wasabi Bisa Redakan Gejala Asma dan Alergi (2)

Untuk atasi alergi umumnya dokter meresepkan antihistamine dan beberapa obat lain. Padahal asupan makanan juga dapat kurangi alergi secara alami.

Pada prinsipnya makanan yang melegakan pernafasan dan mengurangi frekuensi bersin sangat baik dikonsumi saat alergi menyerang. Termasuk beberapa makanan enak ini.

6. Makan yogurt dan probiotik lain


Murray Grossan, MD,dokter THT di Los Angeles , menganjurkan untuk menambah asupan yogurt dan sumber probiotik. Probiotik dikenal sebagai "bakteri ramah," menurut National Institutes of Health.

Label probiotik biasanya tercantum dengan nama lactobacillus atau bifidobacterium, yaitu bakteri yang mirip bakteri di saluran pencernaan. Probiotik bisa didapatkan dari yoghurt, miso, susu fermentasi, dan suplemen makanan yang dapat membantu mengatur sistem kekebalan tubuh sehingga gejala alergi berkurang. https://bit.ly/2QAHHDo

7. Makanan rendah kalori


Para peneliti telah menemukan bahwa kegemukan sebenarnya memperburuk asma. Sebuah studi dengan gabungan 15 studi sebelumnya seputar hubungan penurunan berat badan dan asma menemukan bahwa subjek penelitian mengalami perbaikan asma setelah berat badannya turun.

Sebaiknya jika mengalami kelebihan berat badan dan gejala alergi termasuk asma, sebaiknya ubah pola makan dan turunkan berat badan.

8. Kurangi asupan garam

Studi menemukan bahwa makan makanan tinggi garam dapat memperparah asma. Studi lain menyatakan bahwa diet rendah garam dapat meningkatkan fungsi paru-paru, mengurangi gejala alergi, dan mengurangi kebutuhan akan obat asma.

Kurangi asupan garam dengan makan banyak sayuran segar dan hindari makanan olahan seperti makanan beku dan sup kalengan serta daging olahan.

9.Tambah asupan omega 3


Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan makanan kaya asam lemak omega-3 dapat membantu untuk mengurangi gejala asma.

Dalam satu studi, dengan sampel 23 orang dewasa penderita asma makan suplemen omega-3 atau plasebo selama 5 minggu . Hasilnya, mereka yang konsumsi omega-3 mengalami peradangan saluran napas lebih rendah. Omega-3 bisa didapat dari ikan berlemak seperti salmon, herring, sarden, mackerel, dan tuna.

10. Hindari makanan cepat saji


Sebuah studi di Selandia Baru dengan subjek penelitian lebih dari 1.300 anak-anak menemukan bahwa mereka yang makan hamburger, minimal sekali seminggu, lebih mungkin untuk alami gejala asma. Dibandingkan dengan anak-anak yang tidak makan burger.

Rancang diet kurangi gejala dan alergi asma dengan makan buah, sayuran dan ikan sehingga tidak ada ruang untuk makanan cepat saji.  https://bit.ly/2OxMDWZ

Hijau Mengilap, Inilah Mutiara Wasabi yang Tren di Jepang

Kalau wasabi biasanya berbentuk pasta, di Jepang kini ada inovasi wasabi baru. Bentuknya cantik seperti mutiara dengan warna mengilap!

Perfektur Shizuoka sangat terkenal dengan hasil alam dan olahan wasabinya yang sangat berkualitas. Pabrik wasabi lokal legendaris berusia 144 tahun, Tamaruya, memproduksi berbagai produk olahan wasabi di Jepang. Produk terakhir yang mereka luncurkan sangat inovatif dan diluar dugaan dunia kuliner.

Meski begitu, produk tersebut terjual habis dalam dua menit melalui penjualan daring. Produk ini adalah butiran mutiara dengan rasa wasabi hijau yang disebut 'green caviar'. Tentunya terobosan kuliner ini menjadi tren di Jepang.

Bentuk dari mutiara wasabi ini memang tidak asing karena menyerupai ikura atau telur ikan salmon. Dibuat menggunakan wasabi berkualitas ala Tamaruya, mutiara wasabi mampu memberikan kelezatan pedas dingin khas wasabi dengan sensasi letupan dimulut.

Butiran kecil berwarna hijau yang mengilap ini memang memberikan sentuhan berbeda pada pengalaman menyantap hidangan yang biasa dinikmati dengan pasta wasabi seperti sushi. Selain itu, tampilannya yang eksklusif juga menjadi faktor diburunya produk ini. Pabrik Tamaruya sendiri saat ini sedang menangani permintaan konsumen yang luar biasa melalui toko daringnya.

Produk mutiara wasabi dijual secara retail seharga 594 yen atau Rp 72.279 melalui laman resmi Taamaruya dan diperbaharui stoknya setiap hari. Toko lokal dan situs belanja online Jepang juga turut menjual produk ini dengan sistem pre-order. Sayangnya, produk ini baru tersedia di Jepang. Namun sangat cocok untuk dijadikan buah tangan saat berlibur ke Jepang.

Wasabi sendiri asalnya adalah akar sayuran sejenis lobak yang diparut menjadi pasta atau saus untuk digunakan dalam masakan Jepang. Wasabi dihargai dalam budaya Jepang dan dianggap sebagai pelindung terhadap berbagai penyakit juga bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan.

Tak Sekadar Pelengkap Sushi, Wasabi Berkhasiat Bunuh Sel Kanker

Berita gembira bagi pecinta sushi. Wasabi, pelengkap sushi ternyata mengandung senyawa yang dapat bunuh sel kanker.

Kanker jadi salah satu penyakit paling mematikan bagi hampir semua orang di dunia ini. Penemuan pengobatan lewat pola dan menu makan menjadi solusi terbaik dan murah.

Dalam penelitian yang diterbitkan Oxford Journal dijelaskan bahwa ITC atau isothiocyanates adalah senyawa organik yang dapat hambat perkembangan sel kanker, terutama kanker kandung kemih.

Saat ITC berada dalam sel kanker, mereka mengikat protein dan menginduksi apoptosis atau memprogram kematian sel. Singkatnya, sel kanker akan bunuh diri saat terkena ITC.

ITC dapat ditemukan di dalam wasabi dan sayuran lainnya seperti brokoli, cauliflower, lobak dan mustard. https://bit.ly/2KH0N7g

Pada orang dengan kanker kandung kemih tak terobati, lebih dari 70% kasus, tumor cenderung menyerang daerah sekitar jaringan otot. Tetapi, saat menerima ITC, sebaran tumor berkurang hampir 35% dan penyebaran kanker pada otot terdekat hilang seluruhnya atau 100%.

Studi lain pada ITC yang dilakukan oleh Dr Fung-Lung Chung, Georgetown University dan bioinorganic chemist Dr. Anthony Di Pasqua dari University of North Carolina juga menemukan hasil yang sama.

Tumor kandung kemih dikenal dapat tumbuh dan menyebar dengan cepat. Kebanyakan kasus ditangani dengan kemoterapi, radiasi, dan bedah, yang semuanya punya resiko besar juga efek samping. Pada beberapa kasus, bahkan, seluruh kandung kemih harus diangkat.

Makan makanan yang mengandung ITC akan membuat senyawa tersebut masuk ke dalam urin. Saat berada di kandung kemih, sel kanker apapun akan terkena ITC dan menghancurkan diri mereka sendiri.

Kabar menggembirakan untuk para pecinta sushi datang dari penelitian gabungan beberapa disiplin ilmu termasuk, biophysics, psychology, microbiology yang dilakukan oleh Arup Bhattacharya.

Dilansir dari naturalhealth365.com (3/10/16), penelitian tersebut menyatakan wasabi dapat cegah dan hambat pertumbuhan sel kanker, khususnya kandung kemih karena kandungan senyawa isothiocyanates (ITC) yang tinggi.

Wasabi mengandung ITC 40 kali lebih banyak dibanding brokoli. Jika Anda belum tahu, wasabi, asalnya, adalah akar sayuran sejenis lobak yang diparut menjadi pasta atau saus untuk digunakan dalam masakan Jepang.

Wasabi dihargai dalam budaya Jepang dan dianggap sebagai pelindung terhadap berbagai penyakit juga bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan. Sekarang ilmuwan mengungkapkan kebenarannya. https://bit.ly/2QznA8R