Jumat, 22 November 2019

Rincian Proyek Rp 571 Triliun Anies untuk 'Obati' Jakarta

Meski segera menanggalkan predikat sebagai ibu kota, Jakarta akan tetap dikembangkan. Bahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merencanakan pembangunan untuk 'mengobati Jakarta'.

Dalam rencananya Anies meminta anggaran hingga Rp 571 triliun untuk membangun kembali Jakarta. Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro memaparkan laporan Anies kepada Bappenas.

Bambang menjelaskan ada empat proyek besar yang akan dilakukan untuk mengembangkan Jakarta. Mulai dari pembangunan transportasi publik, pelayanan air bersih, penanggulangan banjir, dan pembangunan rumah.

"Yang pertama transportasi publik, itu mau akan meneruskan MRT sampai 223 km. Lalu LRT juga, dan perluasan trayek Transjakarta," kata Bambang di kantornya, Senin (16/9/2019).
Baca juga: Begini Indikator Ukur Kota Termakmur di RI

Berikutnya ada perluasan akses air bersih, hingga pembangunan rumah murah. "Ini ada juga peningkatan air bersih, penangan banjir, sampai bangun rumah murah," kata Bambang.

Dari data yang disampaikan Bambang, berikut ini daftar lengkap proyek pembangunan Jakarta yang digagas Anies dengan anggaran Rp 571 triliun:

Pembangunan transportasi publik

a. Pembangunan MRT menuju 223 km, Rp 214 triliun
b. Pembangunan LRT menuju 16 km, Rp 60 triliun
c. Perluasan TransJakarta menuju 2.149 km, Rp 10 triliun
d. Peningkatan kereta dalam kota menuju 27 km, Rp 27 triliun
e. Peremajaan 20 ribu angkutan umum, Rp 4 triliun

Pelayanan air bersih

a. Pembangunan saluran air bersih 100% warga Jakarta, Rp 27 triliun
b. Pengelolaan air limbah, Rp 69 triliun https://bit.ly/2rdSJUI

Penanggulangan banjir Jakarta, Rp 70 triliun

Sri Mulyani Dukung Anies Terbitkan Obligasi Demi Hapus 'Beban' DKI

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendukung rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan menerbitkan obligasi untuk program percepatan pembangunan di ibu kota.

Sri Mulyani bilang, Anies Baswedan pun sudah berkomunikasi dengan dirinya dan tim Kementerian Keuangan terkait rencana penerbitan obligasi demi menghapus beban DKI Jakarta.

"Sudah. Kita lihat beberapa Pemda yang memang memiliki kapasitas untuk bisa melakukan issuance atau penerbitan surat berharga daerahnya, kita tentu akan dorong," kata Sri Mulyani di gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Sri Mulyani menyebut, rencana penerbitan obligasi juga demi memenuhi sebagian investasi yang dibutuhkan Jakarta. Perlu diketahui, selama 10 tahun hingga 2030 DKI Jakarta butuh investasi Rp 571 triliun.

"Ini dikaitkan dengan kebutuhan dari daerah-daerah untuk membangun berbagai infrastruktur," jelas dia.

"Jadi kami sudah berkomunikasi dan mendukung," sambungnya.

Selain DKI Jakarta, Sri Mulyani juga menunggu laporan dari daerah lain yang berpotensi menerbitkan obligasi seperti Jawa Timur.

"Kita lihat lagi, Jawa timur atau Surabaya kita juga akan lihat," ungkap dia.

Demi Hapus 'Beban' Jakarta, Anies Bakal Terbitkan Obligasi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menebitkan obligasi daerah guna memenuhi kebutuhan investasi sebesar Rp 571 triliun selama 10 tahun hingga 2030.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, obligasi ini akan dimanfaatkan sebagai modal membebaskan beban yang selama ini ditanggung wilayah yang dipimpinnya.

Anies bercerita, total investasi Rp 571 triliun itu akan dipenuhi dengan bermacam skema, mulai dari APBN, APBD, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), dan investasi sewasta.

"Salah satunya (menerbitkan obligasi), masuknya ke APBD," kata Anies di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/8/2019). https://bit.ly/3389DBn

Naik LRT, Rawamangun ke Kelapa Gading Cuma 13 Menit

Moda transportasi Light Rail Transit (LRT) Jakarta segera beroperasi secara komersial pada 1 Desember 2019. Kereta ini diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan di Jakarta.

Menjelang beroperasi secara komersial, detikcom berkesempatan menjajal lebih dulu bersama para awak media lainnya. Saat ini sendiri, kereta masih menjalani proses uji publik.

Stasiun Velodrome, Rawamangun menjadi titik awal keberangkatan kereta. Calon penumpang LRT Jakarta akan melewati area concourse stasiun. Di tempat tersebut terdapat area komersial dan tempat pembelian tiket LRT Jakarta.

Setelah memiliki tiket, calon penumpang bisa melakukan tap untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta. Penumpang juga diminta antre dengan tertib di area peron sebelum memasuki gerbong LRT Jakarta. Ada pintu yang otomatis terbuka saat kereta berhenti menaikkan dan menurunkan penumpang.

Dengan adanya LRT Jakarta, maka perjalanan Rawamangun melalui Stasiun Velodrome sampai Kelapa Gading melalui Stasiun Pegangsaan Dua dapat ditempuh kurang lebih 13 menit.

Seperti diketahui, LRT Jakarta saat ini memiliki panjang lintasan 5,8 kilometer (km) dan memiliki enam stasiun. Keenam stasiun tersebut adalah Stasiun Velodrome, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, dan Stasiun Pegangsaan Dua sekaligus depo. https://bit.ly/35ptAVG

Masing-masing antar stasiun memiliki jarak tempuh kurang lebih 2,5-3 menit. Adapun waktu operasionalnya dimulai pukul 05.30 WIB hingga 23.00 WIB setiap harinya. Kereta akan datang setiap 10 menit sekali.

Bagi penumpang, jarak singkat antar kereta hingga ketepatan jadwal adalah hal utama dalam menggunakan transportasi massal. Fungsi LRT yang bisa diandalkan, nyaman, dan aman diharapkan mampu menarik masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi umum.

Mulai Berbayar, Tarif LRT Jakarta Jauh Dekat Rp 5.000

PT LRT Jakarta selaku operator dari LRT (Light Rail Transit) Jakarta akan beroperasi secara komersial per tanggal 1 Desember 2019.

Lalu, berapa harga tiketnya?

Direktur Utama LRT Jakarta Wijanarko mengatakan, dengan beroperasi secara komersial, maka dipatok tarif menggunakan LRT Jakarta sebesar Rp 5.000 untuk satu kali perjalanan. Tarif tersebut berlaku sama untuk jarak jauh maupun dekat.

"Per 1 Desember 2019 nanti bayar Rp 5 ribu. Mohon dukungan semua pihak mudah-mudahan bisa dinikmati oleh seluruh warga Jakarta," katanya di Stasiun LRT Velodrome, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Pembayarannya bisa dilakukan dengan menggunakan kartu Single Journey Trip (SJT) yang bisa didapatkan di loket pembelian tiket maupun melalui Ticket Vending Machine. Selain itu, penumpang juga bisa menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) seperti, e-money (Bank Mandiri), Flazz (Bank BCA), Tap-Cash (Bank BNI), Brizzi (Bank BRI), Jakcard (Bank DKI), dan Jak Lingko (Bank DKI/BNI).

Seperti diketahui, sebelumnya pengoperasian LRT Jakarta baru dilakukan dengan label uji coba, sehingga membuat LRT belum mematok tarif kepada penumpang. Sebelumnya penumpang menggunakan kereta dengan membeli voucher seharga Rp 2.000 yang bisa ditukarkan kembali dengan uang yang sama pada saat selesai menjajal kereta.

Selama pengoperasian dalam label uji coba, tercatat LRT Jakarta telah melayani lebih dari 1.044.457 pelanggan per 17 November 2019. https://bit.ly/2pEGwb4