Jumat, 22 November 2019

Wempi Wetipo: Putra Papua di Jajaran Wakil Menteri Jokowi

John Wempi Wetipo hadir di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019) pagi ini. Dia adalah orang asli Papua yang menjadi calon wakil menteri untuk memperkuat kabinet Indonesia Maju Presiden Jokowi.

Sebelum dipilih sebagai wakil menteri, Wempi telah lama dikenal sebagai politikus PDIP yang juga tokoh Papua.

Dari catatan detikcom, kini dia menjabat Ketua DPD PDIP Provinsi Papua. Di partai banteng moncong putih ini, dia juga pernah menjadi Ketua DPD PDIP Jayawijaya.

Tidak hanya itu, Wempi juga pernah menjabat menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI), sebagai hasil dari Musyawarah Nasional PB POBSI pada Agustus 2014.

Pria kelahiran Jayawijaya, 15 September 1972 ini menjadi putra Papua pertama yang merupakan pemimpin biliar Indonesia untuk masa jabatan periode 2014-2018.

Di Papua sendiri, dia sempat menjabat menjadi Bupati Jayawijaya selama dua periode pada pada 2008-2013 dan 2013-2018.

Namun Wempi Wetipo gagal saat mencalonkan menjadi gubernur Papua pada 2018 bersama dengan Habel Melkias Suwae.

Wamen Jangan Cuma Jadi Ban Serep

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi melantik wakil-wakil menteri (wamen). Beberapa di antaranya ada di tim ekonomi Kabinet Indonesia Maju. Sosok para wamen di Periode II Jokowi ini pun berasal dari partai politik maupun profesional.

Khusus di sektor ekonomi ada Wamenkeu Suahasil Nazara, Wamen PUPR John Wempi Wetipo, Wamendag Jerry Sambuaga, Wamen Agraria dan Tata Ruang Surya Tjandra, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo serta Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo.

Lantas, mampukah mereka berkontribusi buat pertumbuhan ekonomi nasional? Baca informasi selengkapnya berikut ini. https://bit.ly/2O7Vn7i

Jangan Jadi Ban Serep

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Suryadi Sasmita mengatakan, agar keberadaan wamen ini bisa dirasakan manfaatnya jangan dijadikan 'ban serep' oleh si menteri.

"Sekarang kan banyak wamen ya. Nah wamen sebenarnya bagus ya, kenapa? Wamen ini kan dapat membantu ya, menterinya ini bisa berdiskusi. Cuma harapan kita wamen ini jangan dijadikan ban serep," kata dia saat dihubungi detikcom, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Dia menilai selama ini di Indonesia keberadaan wamen hanya terkesan mewakili menteri saja. Seharusnya mereka juga bisa berkontribusi lebih banyak.

"Kadang-kadang kan wamen ini sebagai ban serep ya, pokoknya apa yang menteri ngomong 'oke'. (Harapannya wamen) juga bisa memberikan ide-ide, masukan yang positif, bisa memberikan satu keputusan. Itu kami mengharapkan seperti itu," jelasnya.

Jika bisa berfungsi secara optimal, dia meyakini keberadaan wamen bisa juga memperkuat birokrasi dari sisi positif, misalnya dalam hal berkoordinasi dengan dunia usaha karena si menteri akan punya waktu lebih banyak.

"Jadi misalnya menterinya ke luar negeri, wamennya bisa kerja kan gitu. Biasanya kalau menteri keluar negeri harus tunggu semua kan gitu. Kalau ada wamen kan kalau yang bisa diwakilkan wamen yang pergi," paparnya. https://bit.ly/35lWc2a

Dari Konsultan Pajak, Kartika Wirjoatmodjo Kini Jadi Wamen BUMN

Kartika Wirjoatmodjo resmi menjadi Wakil Menteri (Wamen) Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dirinya dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu Menteri BUMN Erick Thohir.

Sebelum jadi Wamen, bagaimana rekam jejaknya?

Kartika Wirjoatmodjo, pria yang akrab disapa Tiko ini merupakan kelahiran Surabaya, 18 Juli 1973. Ia mengenyam pendidikan sarjana S1 di Universitas Indonesia jurusan Ekonomi dan lanjut Pendidikan S2 di Rotterdam School of Management.

Sebelum dipilih sebagai Wamen, Tiko mengawali kariernya sebagai Konsultan Pajak dan Akuntansi di RSM AAJ (1995-1996).

Ia juga sempat bekerja sebagai Analis Kredit di Industrial Bank of Japan (1996-1998), Senior Consultant di PwC Financial Advisory Services (1998-1999) dan Boston Consulting Group (2000-2003).

Pada tahun 2003, Tiko mulai bergabung dengan Bank Mandiri sebagai Department Head Strategy & Financial Analysis di Strategy and Performance Group, dan kemudian diangkat sebagai Group Head di divisi yang sama.

Dirinya juga pernah menjabat sebagai Managing Director Mandiri Sekuritas pada 2011. Kemudian dia menjadi CEO Indonesia Infrastructure Finance, anak usaha dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Singkat cerita, dia menjabat sebagai Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) setelah ditunjuk oleh mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) awal 2014.

Saat rapat umum pemegang saham tahunan Bank Mandiri tahun 2015, ayah 2 anak ini ditunjuk sebagai CFO. Saat ini Tiko juga menjadi ketua umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas).

Rekam Jejak John Wempi Wetipo, Putra Papua yang Jadi Wamen PUPR

John Wempi Wetipo ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Putra Papua tersebut diminta membantu Basuki Hadimuljono di Kementerian PUPR. https://bit.ly/2pEycrQ

Bagaimana rekam jejak Wempi?

Sebelum dipilih sebagai wakil menteri, Wempi telah lama dikenal sebagai politikus PDIP yang juga tokoh Papua. Dari catatan detikcom, dia pernah menjabat Ketua DPD PDIP Provinsi Papua. Di partai banteng moncong putih itu, dia juga pernah menjadi Ketua DPD PDIP Jayawijaya.

Tidak hanya itu, Wempi juga pernah menjabat menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI), sebagai hasil dari Musyawarah Nasional PB POBSI pada Agustus 2014.

Pria kelahiran Jayawijaya, 15 September 1972 ini menjadi putra Papua pertama yang merupakan pemimpin biliar Indonesia untuk masa jabatan periode 2014-2018.

Di Papua sendiri, dia sempat menjabat menjadi Bupati Jayawijaya selama dua periode pada pada 2008-2013 dan 2013-2018.

Namun Wempi Wetipo gagal saat mencalonkan menjadi gubernur Papua pada 2018 bersama dengan Habel Melkias Suwae.

Wempi mengaku akan mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur di Papua, yang selama periode pertama Jokowi belum bisa direalisasikan. Dirinya akan berkoordinasi dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam mempercepat pembangunan di Indonesia Timur.

"Banyak pekerjaan yang tidak tuntas di periode pertama karena kurangnya pengawasan. Lalu kedua beliau sampaikan gimana bisa mempercepat proses pembangunan infrastruktur di wilayah timur Indonesia," kata Wempi di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Wempi mengaku bahwa banyak tantangan dalam membangun infrastruktur di Indonesia Timur. Sebab, kondisi geografis yang didominasi oleh pegunungan. Sehingga, distribusi bahan baku pembangunan sulit dikirim.

"Tidak sama seperti di Jawa, di sini mau bangun infrastruktur apa saja bisa karena semua bahannya ada di sini. Di sana itu bervariasi dengan wilayah pesisir dengan wilayah pegunungan," jelas dia. https://bit.ly/34aCuGw