Jumat, 22 November 2019

Ahok Berseragam SPBU, Cocok Nggak Jadi Bos Pertamina?

Menteri BUMN Erick Thohir mengajak mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi petinggi di perusahaan pelat merah. Pria yang beken disapa Ahok ini dikabarkan bakal mengisi posisi petinggi di PT Pertamina (Persero).

Namun, kabar Ahok masuk Pertamina justru menuai protes. Penolakan Ahok masuk menjadi bos Pertamina datang dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina (FSPPB). Presiden FSPPB Arie Gumilar menilai Ahok merupakan sosok yang kerap mebuat keributan.

"Kita tahu perilaku Pak Ahok itu kan kata-katanya kasar, sering bikin keributan," kata Arie saat dihubungi, Jumat (15/11/2019).

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pun buka suara menanggapi penolakan Ahok. Menurutnya Ahok sosok yang layak memimpin BUMN.

Justru, kata Luhut, yang menolak Ahok patut dipertanyakan apa alasannya.

"Kalau orang baik ada yang tidak setuju masuk kan yang tidak setuju masuknya perlu dipertanyakan," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Di tengah kehebohan Ahok bakal jadi bos Pertamina, muncul foto editan Ahok mengenakan seragam Pertamina. Foto tersebut diunggah oleh akun Instagram dengan nama @aganharahap.

Instagram tersebut disertai keterangan sebagai berikut:

Mendapat foto ini dari salah satu grup whatsapp dengan kalimat: Sumber A1: Beliau tadi siang baru fitting seragam. INFO VALID! Jangan berhenti di anda! Jadikan jari anda sebagai ladang amal. #indahnyaberbagi

Ketika dihubungi detikcom, Agan menuturkan fotonya merupakan respons terhadap isu yang terjadi belakangan ini.

"Ya justru bagus dong, entah Dirut atau Komisaris. Semoga dengan adanya Ahok di situ, negara ini bisa makin baik. Itu harapan saya," ujar Agan Harahap.

Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok, Luhut: Memang Dia Siapa?

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kembali menanggapi penolakan serikat pekerja PT Pertamina (Persero) terhadap Basuki Tjahaja Purnama. Sebelumnya Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) yang menolak Ahok yang dikabarkan bakal menjadi bos Pertamina.

Presiden FSPPB Arie Gumilar menilai Ahok merupakan sosok orang yang kerap berkata kasar dan membuat keributan. Luhut pun balik merespons keras penolakan serikat pekerja Pertamina. https://bit.ly/37r5lZ9

"Memang dia siapa?" kata Luhut di kantornya, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Luhut menilai tak masalah bila benar Ahok jadi bos di Pertamina. Luhut yakin Ahok adalah orang baik dan layak menduduki posisi di BUMN, termasuk Pertamina.

"Nggak masalah. Kalau orang baik jadi kan itu, saya lihat ada yang komentar-komentar. Katanya against Ahok," jelasnya.

Pada Jumat (15/11/2019), Luhut juga merespons keras pihak-pihak yang menolak Ahok masuk Pertamina. Menurut dia yang menolak Ahok justru perlu dipertanyakan.

"Kalau orang baik ada yang tidak setuju masuk, kan yang tidak setuju masuknya perlu dipertanyakan," ujar Luhut di Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Luhut yakin Ahok adalah orang baik dan layak menduduki posisi di BUMN, termasuk Pertamina. Dia heran orang yang baik dan lurus malah ditolak.

"(Ahok) itu orang baik, mau bikin lurus bersih ya, (masa) ndak mau dibersihin," tambahnya.

Namun, FSPPB punya penilaian berbeda terhadap Ahok. Presiden FSPPB Arie Gumilar menilai Ahok merupakan sosok orang yang kerap berkata kasar dan membuat keributan.

"Kita tahu perilaku Pak Ahok itu kan kata-katanya kasar, sering bikin keributan," kata Arie kepada detikcom, Jumat (15/11/2019).

Selain itu, Menurut Arie pencalonan Ahok bertentangan dengan peraturan tentang syarat BUMN untuk menjabat di Pertamina, baik tingkat komisaris maupun direksi.

"Salah satunya di situ kan ada tidak punya masalah keterkaitan dengan masalah hukum, kemudian berperilaku baik," tuturnya.

Arie berharap, bos Pertamina bisa diisi oleh orang dalam. Menurutnya, banyak orang dalam Pertamina yang lebih pantas.

"Kalau ditanya siapa sih yang pantas? yang pantas pasti pengambil keputusan lah yang tahu. Kalau dari kami bahwa yang paham Pertamina. Yang paham Pertamina ya pastinya orang Pertamina. Ya silahkan pilihlah kader-kader Pertamina. Saya pikir tidak kurang orang Pertamina kader-kader yang baik," tutur Arie. https://bit.ly/2ObznIA

Faisal Basri: Kalau Mau BUMN Bersih, Jaga Pertamina dan PLN!

Kementerian BUMN memberikan sinyal akan menempatkan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan Mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah di salah satu BUMN. Santer terdengar keduanya akan memimpin BUMN besar seperti Pertamina dan PLN.

Sosok kedua orang itu terkenal tegas. Banyak pihak yang menduga, penempatan kedua orang itu untuk membersihkan BUMN dari praktik yang menyimpang.

Ekonom Senior Indef, Faisal Basri mengatakan, jika ingin membenahi BUMN cukup fokus pada PT Pertamina dan PT PLN. Sebab keduanya memiliki size yang besar dan sangat berpengaruh.

"BUMN itu perlu jaga aja dua, yang lain udah deh tidak perlu terlalu. Pertamina dan PLN selamatkan negara ini. Kalau itu dijaga tidak dirampok sudah bagus banget. Bank memang besar, tapi kan bank asetnya tidak banyak, asetnya kredit. Tapi aset riil itu PLN dan Pertamina," ujarnya di Hotel Milenium, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Faisal menilai Ahok dan Chandra merupakan sosok yang hebat. Tapi dia tidak yakin keduanya bisa membersihkan Pertamina dan PLN yang dia nilai sudah terlalu sistematis.

"Orang hebat bisa jadi tersandera kalau sistemnya sudah berat. Tidak bisa satu orang saja, harus tim. Contohnya Pak Tjip dulu kan orang luar Pertamina, bawah-bawahannya nggak dukung dia, jadi repot, diganjel terus. Kan yang kerja setiap hari kan pekerja itu," ujarnya.

Oleh karena itu, menurut Faisal jika pemerintah benar-benar ingin membersihkan Pertamina dan PLN harus menempatkan tim yang memiliki visi yang sama dengan Ahok dan Chandra.

"Jadi jangan dijerumuskan Ahok sendiri di suatu tempat, harus tim. Kalau tanpa tim, berat. Ahok bukan malaikat, tapi roh Ahoknya bisa menjadi motor perubahan, tapi tidak cukup," tutupnya. https://bit.ly/37ubdRu

Ketawa Lihat Foto Dirinya Berseragam SPBU, Ahok: Tangannya Kekecilan

Basuki Tjahaja Purnama sudah melihat foto dirinya memakai seragam SPBU Pertamina yang sempat viral. Pria yang beken disapa Ahok itu merasa geli melihat foto editan dirinya yang dimuat dalam akun Instagram @aganharahap itu.

"Tangannya kekecilan, jelek jadinya, tangan gue gede lho, edit aja lu, haha. Cari yang edit yang badannya gede," kata Ahok sembari tertawa, sebelum mengisi acara lokakarya Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi dab DPRD Kabupaten/Kota di Hotel Grand Arkenso Semarang Rabu (20/11/2019).

Sebagai informasi, di tengah kehebohan Ahok bakal jadi bos Pertamina, muncul foto editan Ahok mengenakan seragam Pertamina. Foto tersebut diunggah oleh akun Instagram dengan nama @aganharahap.

Instagram tersebut disertai keterangan sebagai berikut:

Mendapat foto ini dari salah satu grup whatsapp dengan kalimat: Sumber A1: Beliau tadi siang baru fitting seragam. INFO VALID! Jangan berhenti di anda! Jadikan jari anda sebagai ladang amal. #indahnyaberbagi

Ketika dihubungi detikcom, Agan menuturkan fotonya merupakan respons terhadap isu yang terjadi belakangan ini.

"Ya justru bagus dong, entah Dirut atau Komisaris. Semoga dengan adanya Ahok di situ, negara ini bisa makin baik. Itu harapan saya," ujar Agan Harahap. https://bit.ly/2O7Xo3m