Ariel Tatum menjadi bintang tamu dalam acara 'Q&A'. Di situ, sang aktris ditanya soal masalah penyakit yang diidapnya yakni kepribadian ambang.
Ariel diketahui mengidap penyakit itu sejak usia 13 tahun. Hingga kini ia ternyata masih dalam proses pengobatan.
"Untuk sekarang belum sih, karena aku masi on medicion sampai sekarang untuk stabilitasi imun dan saya pikir tidak akan pernah berakhir perjalanan ini, tapi saya menjalaninya dengan enjoy," ujarnya.
Ariel Tatum juga membeberkan keuntungan dan kerugian mengidap kepribadian ambang. Apa itu?
"Keuntungan dan kerugiannya satu sih aku orangnya jarang ada di tengah-tengah," tuturnya.
Eks kekasih Ryuji Utomo itu juga tak menampik kepribadian ambangnya berdampak ke hubungan asmara. Ia mengaku bisa marah ke kekasihnya di momen singkat.
"Ya dan itu kesulitan, kita semua gitu kan, tapi ternyata kurang wajar drastisnya. Karena aku bisa dalam satu hubungan sama orang di dalam hubungan itu juga aku bisa benci banget sama itu orang dalam waktu singkat. Mungkin ngapa-ngapain cuman kayak hal kecil gitu, tapi bener-bener marahnya berlebihan sekali, tapi cintanya juga banget-banget sekali," katanya.
Kepribadian ambang adalah sejenis gangguan kepribadian yang tak cuma sebatas gejala penyakit mental saja. Ada gangguan emosional yang membuat ketidakstabilan emosi yang mengakibatkan stres dan masalah lain. Gangguan itu juga biasa disebut Borderline personality disorder (BPD). https://bit.ly/2pIa47H
Buka-bukaan, Ariel Tatum Ngaku Idap Borderline Personality Disorder
Ariel Tatum memberikan sebuah pengakuan tentang penyakit yang diidapnya. Dalam kesempatan itu, mantan kekasih Ryuji Utomo tersebut mengaku mengidap penyakit Borderline Personality Disorder atau penyakit mental serius. Penyakit ini biasanya ditandai dengan perasaan, mood dan perilaku yang tidak menentu.
Ia pun tidak malu untuk mengutarakan hal tersebut di depan umum. Ia memberikan alasannya.
"Karena di satu sisi, aku bangga melihat perubahan generasi aku sekarang. Lebih terbuka bahas tentang kesehatan mentalnya," papar Ariel Tatum saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019).
Maksud Ariel, keterbukaan tentang kesadaran memproteksi diri sendiri.
"Aku tersentuh untuk kayaknya sudah saatnya cerita what I've been through, pengalamanku sendiri and so something about it," jelasnya lagi.
Dengan membagikan cerita ini, Ariel juga ingin membantu masyarakat Indonesia yang mengalami masalah gangguan mental.
"Aku ingin membantu masyarakat Indonesia mematahkan stigma itu sendiri di mana ngomongin kesehatan mental itu apa sih. Kayak nggak nyaman nyaman banget, tabu banget. Makanya aku di sini gelar Let's End the Shame. Ayo kita sudahi rasa malu untuk membahas kesehatan mental kita semua," jelasnya lagi. https://bit.ly/2D9A66V