Tak jarang pengidap gangguan jiwa mengunjungi pengobatan alternatif seperti ruqyah yang oleh sebagian besar masyarakat dianggap mampu mengurangi gejala stres atau depresi. Banyak pasien gangguan jiwa yang akhirnya selain melakukan pengobatan medis, juga tetap melakukan terapi ruqyah.
"Gimana kalau dia mau ruqyah dan mendatangi dokter juga? Kalau misalnya mau di ruqyah, silahkan aja. Toh dilarang juga nggak bisa," kata psikiater dari RS Omni Hospital BSD, dr Andri SpKJ, FCLP, kepada detikcom saat dijumpai di daerah Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).
Setiap orang punya cara mendapatkan pertolongan, papar dr Andri. Kalau misalnya memang pasien berobat ke pengobatan alternatif dan dapat hasil yang baik, misalnya dengan dia curhat lalu gejala gangguan jiwa yang ia alami berkurang, maka itu suatu nilai plus.
"Kalau sama-sama baik, sama-sama mendukung orang itu menjadi bagus, nggak apa-apa. Hanya yang jadi masalah kalau misalnya fokus pada pengobatan alternatif saat ada gejala yang harus segera ditangani," sebutnya.
Ia berharap guru spiritual seperti romo, ustad, konselor, psikolog, hipnoterapi, bisa memahami kalau gejala gangguan jiwa yang dialami oleh pasien sudah masuk kategori berat seperti muncul ide-ide bunuh diri, halusinasi, bahkan paranoid, untuk segera di rujuk ke psikiater agar mendapat penanganan yang komperhensif. https://bit.ly/2QFSyMx
Viral Cucu Tendangi Kakeknya, Marah Tak Terkendali Tanda Gangguan Jiwa?
Nama Youtuber Iyus Sinting viral ketika beredar video dirinya marah-marah, menendang kakek sendiri. Pria bernama asli Yusminardi (22) itu mengaku menyesal dan telah meminta maaf kepada sang kakek, Wasidi (65).
"Langsung nyesel saya, bertahun-tahun ikut Mbah, kok saya main tangan, nyesel saya," ucapnya saat diperiksa di Mapolres Kendal, Kamis (21/11/2019).
Iyus mengaku emosi menendang dan memukuli sang kakek karena mengetahui ada ikan beserta pakannya di bak mandi. Namun selain itu dirinya juga mengaku sedang menghadapi masalah lain yang juga mungkin membuat dirinya mudah tersulut.
"Marahnya bukan (hanya) gara-gara itu. Memang lagi banyak masalah," akunya.
Terkait hal tersebut psikiater dr Lahargo Kembaren, SpKJ, dari Rumah Sakit Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor pernah menjelaskan tentang gangguan kesulitan mengendalikan emosi meledak-ledak. Menurutnya bila hal ini terjadi berulang dan terus-menerus maka sebaiknya segera konsultasi pada profesional karena bisa jadi tanda gangguan jiwa.
"Beberapa gangguan kejiwaan seperti gangguan mental dan perilaku akibat penyalahgunaan zat, skizofrenia, gangguan bipolar, depresi, juga memiliki tanda dan gejala marah yang tidak terkontrol," kata dr Lahargo beberapa waktu lalu.
"Marah yang terlalu hebat dan terus menerus berulang jelas akan sangat mengganggu. Lakukan anger management (manajemen marah) untuk dapat mengontrol marah agar tidak terjadi hal yang merugikan," lanjutnya.
Iyus sendiri menjalani pemeriksaan di Mapolres Kendal. Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Nanung Nugroho mengatakan peristiwa dalam video terjadi pada 17 November 2019 di rumah mereka di Dusun Delesari, Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. https://bit.ly/2rgZg0U