Kematian Sulli menambah deretan panjang Idol Kpop yang harus meregang nyawa akibat depresi yang diidapnya. Banyak dari Idol Kpop yang mengidap depresi lebih dari satu kali kesempatan.
Pekerjaan mereka yang padat dan dituntut untuk selalu tampil sempurna tanpa cela membuat depresi dan gangguan kesehatan mental rentan dialami. Bahkan beberapa dari mereka sudah mengalami depresi dan tekanan saat masih menjadi trainee atau sebelum debut.
Membicarakan mengenai kesehatan mental sayangnya masih agak tabu di Korea Selatan. Hal tersebut yang membuat banyaknya pasien yang tidak mendapat perawatan secara komperhensif.
Selain Sulli dan Taeyeon SNSD, berikut deretan Idol Kpop yang juga alami depresi https://bit.ly/2KJY0tU
G-Dragon atau GD diketahui punya karisma yang berani dan percaya diri. Namun di balik itu, ia pun mengalami depresi yang bisa dilihat dari lagu-lagu yang ia ciptakan.
Di tahun 2017, pria yang bernama asli Kwon Ji Yong ini menuturkan "Saya tidak yakin ada berapa banyak yang merasa, tetapi kadang saya merasa tertekan dengan nama GD yang melekat dan membebani saya," ujarnya dikutip dari Soompi.
Suzy mendapat julukan Nation's First Love dari para penggemarnya. Suzy mungkin tampak memiliki yang sempurna dengan kecantikan, ketenaran dan seluruh cinta dari tanah air. Namun yang mengejutkan, ia mengatakan pernah menderita depresi parah di tahun 2013.
"Saya depresi dan tidak bisa memberitahu siapapun untuk sementara waktu. Suatu hari, saya mengobrol dengan teman saya dan menertawakan lelucon dan tiba-tiba saya mulai menangis," kata Suzy.
Di tahun 2008, T.O.P dilaporkan mengalami gangguan cemas dan depresi. Pada 2017, ia secara resmi mengumumkan memiliki gangguan kecemasan sosial sehingga meminta cuti saat menjalankan wajib militer.
Setelah membintangi drama 'Reply 1994' di 2013, Baro mengalami depresi ketika dia menyadari tak punya waktu untuk menemui membernya karena sangat sibuk dengan jadwal pribadinya.
Setelah Hankyung meninggalkan Super Junior, Heechul, yang merupakan sahabat dekatnya, jatuh ke dalam depresi. Ia menutup diri dan tidak tampil selama lebih dari 3 bulan.
Sebelum meninggal, Jonghyun pernah mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa sulit baginya untuk mendiskusikan perasaannya karena takut dihakimi secara tidak adil oleh publik dan bahwa dia pikir tidak ada orang yang benar-benar ingin tahu tentang dirinya yang sebenarnya.
Dibalik tabir mega-mega dan kepopularitasannya, Suga BTS juga mengalami depresi yang berawal sejak masa training atau pelatihan. Ia menumpahkan kisahnya di lagu-lagu yang ia tulis.
"Selama masa remajanya, saya menderita depresi, obsesif kompulsif, dan anthrophobia. Saat tumbuh besar dan berhasil menjadi bintang sukses sebagai penyanyi k-Pop, saya memiliki perasaan campur aduk tentang ketenaran dan perhatian," kata Suga dilansir dari Koreaboo. https://bit.ly/2OAG7ih