Minggu, 24 November 2019

Lama Tak Ada Kabar, Sampai Mana Penanganan Kasus Veronica Koman?

Meski lama tak ada pemberitaan, kasus dugaan provokasi dan hoaks kerusuhan Asrama Mahasiswa Papua dengan tersangka Veronica Koman masih terus bergulir. Kasus ini masih ditangani Polda Jatim.

"Yang jelas kalau dia (pelaku datang) kita (Polda Jatim) yang menangani. Sekarang untuk hubungan dan koordinasi terkait dengan Veronica Koman ini ada di tingkat atas," kata Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (21/11/2019).

Luki menambahkan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk meminta tolong pemerintah menjemput Veronica. Jika Veronica telah dibawa ke Indonesia, kasus ini tetap ditangani Polda Jatim.

"Ya kan sekarang sudah levelnya pemerintah kita dan Australia, dan udah ada langkah-langkah dari negara. Tetap kita akan melakukan pendekatan-pendekatan. Yang jelas kalau dia datang ke sini ya pasti kita proses. Nanti yang bersangkutan datang, kasusnya kita yang menangani. Karena yang paham kasusnya, penyidiknya itu di sini semua," imbuh Luki.

Bahkan, jika Veronica sudah berada di Jakarta, Luki sendiri yang akan menjemput Veronica dan membawanya ke Polda Jatim untuk penanganan.

"Itu nanti dari pemerintah, udah antarpemerintah. Yang jelas dia datang ke sini, pasti nanti, kalau ada dia di Jakarta saya sendiri nanti yang jemput," tambah Luki. https://bit.ly/34ikJVU

Hingga kini pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Misalnya saja memanggil Veronica melalui surat hingga menetapkan status DPO.

"Kalau upaya paksa kan kita sudah lakukan, rangkaiannya juga ada, panggilan, surat dia ndak datang, dan lain-lainnya," lanjutnya.

Kasus ini berawal saat ada kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya beberapa bulan lalu. Veronica dalam akun twitternya kerap membagikan kondisi terkini di lokasi kejadian.

Polda Jatim pun menyebut beberapa unggahan Veronica di twitter mengandung unsur penyebaran provokasi dan hoaks. Untuk itu, polisi menetapkan Veronica sebagai tersangka kasus ITE.

Veronica yang berada di Australia pun sempat dipanggil beberapa kali, namun dia tak hadir. Hingga akhirnya polisi menetapkan status DPO kepada Veronica.

Tampil di Media, Veronica Koman Diingatkan Soal Beasiswa

Tak kunjung memenuhi panggilan polisi, Veronica Koman justru tampil di media Australia. Akhirnya, tersangka kasus dugaan provokasi kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua itu pun diingatkan soal beasiswanya.

Dalam waktu berdekatan, Veronica Koman tampil di dua media Australia yaitu ABC dan SBS News. Saat wawancara khusus dengan program The World ABC TV yang ditayangkan pada Kamis (3/9/2019), Veronica menyatakan akan terus menyuarakan pelanggaran HAM dan ketidakadilan yang dialami rakyat Papua. Dia telah meminta pihak keluarganya untuk bersabar karena persoalan yang dialami rakyat di sana jauh lebih berat.

"Saya tidak akan berhenti," kata Veronica Koman.

Sementara itu dalam wawancara dengan SBS News, dia mengaku menerima ancaman pembunuhan sejak 2 tahun lalu. Selain itu, Veronica Koman mengaku diancam diperkosa. Ancaman itu didapatnya secara online.

"Saya mulai menerima ancaman pembunuhan 2 tahun lalu dan sekarang itu bagaikan pengalaman sehari-hari untuk menerima ancaman pembunuhan dan pemerkosaan secara online," ucap Veronica.

"Mereka mencoba 'kill the messenger'. Mereka tidak dapat membuktikan data-data saya salah jadi mereka berusaha merusak kredibilitas saya," sambungnya.  https://bit.ly/2OeRCwP

Disinggung Veronica Koman, Patung Sudirman di Istana Sudah Ada Sejak Era SBY

 Patung Jenderal Sudirman yang terletak di Istana Merdeka menjadi sorotan usai disinggung oleh Veronica Koman. Advokat pro-Papua merdeka itu meminta maaf setelah mengaitkan patung itu dengan oligarki. Lantas, sejak kapan patung itu ada di Istana?

Jika mengutip laman Encyclopedia Jakarta, patung Jenderal Sudirman ini sudah ada sejak masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tidak diketahui secara persis sejak kapan patung tersebut ada di Istana Merdeka, tapi patung ini sudah tampak sejak 2013.

Patung Sudirman ditempatkan pada ruang serambi belakang dan menghadap ke arah ruang resepsi yang merupakan ruang tengah pada bangunan Istana Merdeka. Pada mulanya ruang serambi belakang merupakan ruang serambi terbuka namun kemudian ditutup pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dengan dinding dan pintu yang menyesuaikan gaya arsitektur bangunan semula. Renovasi ini dilakukan pada 1997. Ruangan ini memiliki luas 74,21 meter persegi.

Patung Panglima Besar TNI pertama ini berukuran cukup besar mengenakan pakaian ciri khasnya dengan bentuk pose sedang berdiri tegap dan tangan kanannya memegang tongkat. Pada bagian bawah patung tersebut terdapat plakat berisi keterangan patung tersebut.

Patung itu akan terlihat ketika Presiden mengundang tamu negara di beranda Istana Merdeka atau Jokowi menyebutnya dengan Veranda Talk. Namun, patung itu tidak akan terlihat secara jelas karena penerangan yang remang.

Lokasi Veranda Talk ini berada di bagian belakang Istana Merdeka. Posisinya menghadap taman dan lapangan asri yang dipenuhi oleh tumbuhan dan pepohonan besar.

Eks Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala mengatakan, Veranda Talk menjadi tradisi baru yang dilakukan Jokowi di Istana Kepresidenan. Maknanya, yakni agar pembicaraan bisa lebih intim.

Salah satunya tokoh negara yang diajak Jokowi untuk melakukan Veranda Talk, yakni Ratu Belanda Queen Maxima, pada 2016. Ketika itu, Patung Jenderal Sudirman sudah berdiri, persis di lokasi foto yang dipertanyakan Veronica. https://bit.ly/35vdom0

Pada 2017, Jokowi juga mengajak berbincang Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena di Beranda Istana Merdeka, termasuk menyambut kedatangan SBY.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta lewat situs resminya menjelaskan patung tersebut memang tidak bisa dilihat secara bebas oleh tamu umum. Hanya tamu khusus dan undangan resmi dari pihak istana yang memungkinkan bisa melihat patung Jenderal Sudirman itu.

"Mengingat patung Jenderal Sudirman terletak di dalam bangunan Istana Merdeka, patung ini tidak bisa dilihat bebas oleh umum dan hanya tamu khusus dan undangan resmi dari pihak Istana yang memungkinkan untuk melihat patung tersebut dari jarak dekat. Masyarakat umum mulai mengetahui keberadaan patung ini pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo di mana beliau sering mengundang dan menerima kunjungan tamu di teras serambi belakang Istana Merdeka yang diliput oleh media. Pada saat itulah, pintu ruang serambi belakang turut dibuka dan langsung tampak bagian belakang patung Jenderal Sudirman," demikian keterangan dari Disparbud DKI Jakarta. 

Sebelumnya, dalam akun Twitter-nya @VeronicaKoman, dia mengunggah sebuah foto ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan staf khusus barunya dari kalangan milenial. Dalam cuitannya itu, Veronica mempertanyakan patung Sudirman yang berada di ruangan Istana Merdeka, sambil ditandai lingkaran berwarna merah.

"Sosok misterius siapa ini di belakang Pak Jokowi? Oligarki?" cuit Veronica seperti dilihat, Sabtu (23/11/2019).

Cuitan itu tak lama menuai kontroversi. Veronica dianggap oleh netizen tidak menghargai pahlawan bangsa. Cuitan pertamanya itu dibuat pada Kamis (21/11). Dua hari setelahnya, Veronica minta maaf. Dia mengaku tidak tahu kalau objek yang dilihatnya dalam foto merupakan Patung Jenderal Sudirman.

"Jujur saya tidak tahu itu patung Jenderal Sudirman. Seumur-umur ke Istana cuma pernah nyampe di sampingnya pas antar surat Kamisan. Saya juga hampir tidak pernah nonton TV," cuit Veronica.

"Saya minta maaf bagi yang merasa tersinggung soal pahlawan nasional," sambungnya. https://bit.ly/2OCBzIg