Minggu, 24 November 2019

Agar Lekas Sembuh, Ini Cara Tangani Diabetes dengan Tepat


Menangani diabetes tentunya membutuhkan perjuangan yang ekstra. Namun, hasil dari upaya ini akan sepadan pada keberlangsungan kesehatan kita ke depannya. Lebih jauh lagi, risiko terkena berbagai komplikasi diabetes, seperti serangan jantung, gagal ginjal bahkan stroke juga akan menurun.

Oleh karena itu, menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal menjadi hal yang harus diutamakan. Meski kedengarannya sulit, pengidap diabetes bisa mengikuti langkah terapi sederhana agar dapat menangani penyakit ini dengan baik. Lantas apa saja langkah terapi tersebut?

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur ada empat pilar dalam penatalaksanaan terapi diabetes mellitus ini. Di antaranya, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, edukasi, serta terapi farmakologis (obat dan insulin).

"Pengaturan pola makan dan aktivitas fisik merupakan first line therapy dalam penatalaksanaan terapi diabetes mellitus ini. Kurangi asupan makanan yang tinggi gula dan lemak karena ini dapat cepat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh," ujarnya kepada detikHealth baru-baru ini.

Bahkan, American Diabetes Association menyarankan karbohidrat untuk penderita diabetes yang aman untuk dikonsumsi adalah sekitar 45-60 gram per kali makan, atau sebanyak 135-180 gram karbohidrat per hari," imbuhnya.

Terapi selanjutnya, kata dr Muliaman, adalah mengubah pola hidup untuk lebih aktif. Misalnya dalam melakukan aktivitas sehari-hari maupun rekreasi seperti membatasi penggunaan kendaraan bermotor dan memilih aktif berjalan kaki atau bersepeda. https://bit.ly/2OCGFEx

"(Bagi pengidap diabetes) jangan banyak duduk tapi banyak bergerak melakukan olahraga exercise rutin 30 menit sehari atau 150 jam/minggu itu lebih baik. Usahakan hindari olahraga yang tidak berisiko benturan karena harus menghindari luka," terangnya.

Terakhir, kombinasi antara terapi nutrisi medis, diet rendah indeks glikemik, tinggi serat ditambah dengan obat-obatan juga akan membantu dalam menjaga kadar gula darah lebih stabil. Jika gula darah stabil itu dapat membantu mengurangi risiko komplikasi.

Karena itu, penyandang diabetes disarankan mengkonsumsi susu Diabetasol dengan kandungan vita digest pro dan indeks glikemik rendah. Diabetasol merupakan meal replacement yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti makan pagi dan snack malam dengan nutrisi lengkap. Setiap porsinya mampu mencukupi kebutuhan kalori 260 kkal. Sehingga asupan nutrisi Anda terjaga, dan gula darah tetap terkontrol.

Malas Kencing Malam Bisa Bikin Serangan Jantung? Ini Faktanya

Sebuah pesan berantai yang kembali beredar lewat WhatsApp menyatakan tak kencing malam bisa meningkatkan risiko serangan jantung. Kencing malam juga dikatakan terkait penuaan usia jantung yang fungsinya makin menurun.

Menurut dokter ahli penyakit dalam konsultan kardiovaskuler dr Eka Ginanjar, SpPD-KKV, FINASIM, FACP, kabar tersebut tidak benar. Pesan tersebut sebelumnya telah dinyatakan sebagai hoaks dalam laman Kementerian Kominfo.

"Kencing malam tidak terkait langsung dengan risiko serangan jantung. Yang benar, jika sering kencing malam maka patut diwaspadai kemungkinan diabetes. Nah salah satu komplikasi diabetes adalah gangguan jantung," kata dr Eka saat dihubungi detikcom pada Jumat (15/11/2019).

Dalam kondisi tertentu, dokter memang memberi obat pada pasien jantung supaya sering kencing. Hal ini untuk mengurangi cairan dalam tubuh sehingga kerja jantung tidak terlalu berat. Salah satu obat yang biasa diresepkan adalah furosemide.

"Namun dokter biasanya menyarankan jangan diminum pada malam hari. Karena khawatir pasien terus terbangun karena pengen pipis. Kalau sudah begini, apalagi terbangun 4-6 kali, nanti mengganggu kualitas tidur pasien," kata dr Eka.

Kencing di malam hari sebetulnya wajar jika hanya terjadi satu kali selama tidur malam. Namun patut diwaspadai jika terjadi 2-3 kali dalam semalam dan terjadi berulang. Pada pasien diabetes, kadar gula yang terlalu tinggi mengganggu keseimbangan cairan yang berdampak pada kerja ginjal dan akhirnya mempengaruhi fungsi jantung. https://bit.ly/2DdQoMg

Mitos atau Fakta Minyak Hati Ikan Hiu Bisa Sembuhkan Kanker?

Penyakit kanker masih menjadi momok yang menakutkan bagi penderitanya. Sebabnya kanker menjadi penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia.

Berdasarkan data WHO tahun 2018, ada 3 besar kanker yang paling sering dialami yaitu kanker paru, kanker payudara dan kolorektal. Sedangkan ada 3 besar yang paling mematikan yaitu kanker paru, kanker kolorektal dan kanker lambung.

"Banyak faktor yang menjadi pemicu kanker. Mulai dari faktor genetik, gaya hidup yang tidak sehat seperti diet rendah serat, rendah sayur dan buah, merokok, berat badan berlebih, hingga terpapar lingkungan yang tidak sehat, seperti polusi udara dan lain-lain," ujar Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma dr Helmin Agustina Silalahi kepada detikHealth, baru-baru ini.

Penyebab utama kanker adalah perubahan (mutasi) genetik pada sel. Mutasi genetik akan membuat sel menjadi abnormal. Sel tersebut membutuhkan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang sehingga merangsang pengeluaran zat pertumbuhan. Dalam perkembangannya sel kanker dapat menyebar ke organ lain dengan cepat. Kanker disebut juga dengan tumor ganas. https://bit.ly/2scDkV6

Salah satu yang membuat kanker paru sangat ganas adalah gejalanya yang sulit dideteksi sehingga kebanyakan pasien baru bisa mengetahui saat stadium lanjut yang membuat pengobatannya juga kian sulit. Karena itu, menurut dr Helmin, perlunya deteksi dini kanker agar memiliki peluang untuk sembuh yang lebih besar.

"Jika diterapi dengan benar pada stadium sangat dini, kanker dapat disembuhkan. Sehingga deteksi dini kanker itu sangat penting, akan berbeda jika ditemukan sudah pada stadium lanjut," jelasnya.

Pengobatan kanker yang paling umum dilakukan saat ini ialah dengan pemberian obat-obatan kemoterapi, terapi radiasi serta pengangkatan sel kanker. Namun selain itu, ada juga metode pendukung lain untuk melawan sel kanker, yaitu dengan meminimalisir kerusakan pada sel-sel normal yang masih sehat, sehingga dapat mengurangi efek samping yang dihasilkan.

Penggunaan bahan alami dipercaya sebagai pilihan terbaik. Selain lebih mudah diserap oleh tubuh, bahan alami juga mengandung berbagai macam nutrisi yang lengkap. Salah satu bahan alami bersumber dari minyak hati ikan hiu.

"Minyak hati ikan hiu dapat menurunkan aktivitas 'Fibroblast Growth Factor' yang merupakan stimulator pertumbuhan sel tumor. Sehingga disimpulkan bahwa minyak hati ikan hiu memiliki efektifitas sebagai anti kanker," jelas dr Helmin.

Meski demikian, lanjut dr Helmin, minyak hati ikan hiu hanyalah sebagai supporting (suplemen). Pengobatan utama seperti operasi, radiasi dan kemoterapi tetap menjadi pengobatan utama.

"Angka kesembuhannya tentu tergantung jenis kanker dan stadiumnya saat dimulainya pengobatan," tambahnya.

Minyak hati ikan hiu memang sulit didapat, namun Anda tak perlu khawatir. Karena saat ini hadir minyak hati ikan hiu dalam suplemen kesehatan seperti H2 Shark Liver Oil.

Suplemen ini berbahan dasar minyak ikan hiu yang tidak dilindungi (Somnocius Microcephalus) dari perairan Greenland yang bebas merkuri. H2 Shark Liver Oil dari H2 Health & Happiness kaya akan Alkylglycerol 16-20% dan Squalene yang berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mampu membantu proses penyembuhan penyakit dengan merangsang sel pembunuh alami yang terdapat dalam tubuh manusia.

Selain itu, mengonsumsi 1-2 softgel per hari bagi orang dewasa dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Hal itu karena H2 Shark Liver Oil mengandung Alkylglycerols yang meningkatkan sistem pertahanan tubuh. https://bit.ly/2ORZBPR