Minggu, 24 November 2019

Kerugian Rp 50 M, Begini Cara Oknum Satpol PP di Jakbar Bobol ATM

Polisi masih menyelidiki pembobolan ATM yang diduga dilakukan oleh oknum Satpol PP Jakarta Barat. Uang di rekening hanya berkurang Rp 4.000 setiap kali transaksi penarikan di ATM. Bagaimana caranya?

"Modus operandinya adalah dengan mengambil uang di ATM Bersama sesuai dengan apa yang diinginkan, kemudian yang terpotong dalam rekeningnya itu Rp 4.000. Ini asal-muasalnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Yusri tidak menjelaskan identitas orang yang pertama kali melakukan pembobolan dengan cara tersebut. Dia mengatakan kegiatan itu rutin dilakukan sejak April hingga Oktober 2019.

Celakanya lagi, pelaku tersebut memberitahukan modusnya itu kepada sejumlah orang. Hingga total ada 41 orang terduga pelaku yang membobol ATM dengan modus serupa.

"Kalau mengambil itu karena dia merasa cuma terpotong Rp 4.000 itu yang pertama, dia ulangi beberapa kali, kemudian disampaikan ke teman-temannya. Teman-temannya yang lain jumlahnya hampir sekitar 41 (orang)," ungkap Yusri.

Atas tindakannya itu, Yusri menyebut pihak bank dirugikan. Polisi hingga kini masih terus mengusut kasus tersebut, terutama memeriksa saksi-saksi dalam kasus tersebut.

"Kerugian sampai saat ini hasil audit PT Bali Bank ini sekitar Rp 50 miliar," kata Yusri.

Seperti diketahui, anggota Satpol PP Jakarta Barat berinisial MR diduga melakukan penarikan uang di ATM tanpa mengurangi saldo alias membobol ATM. Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin sudah angkat bicara tentang hal tersebut.

"Informasi yang saya dapatkan, mereka mengambil uang di ATM Bersama. Bukan ATM Bank DKI. ATM Bersama yang mana dia mengambilnya pertama dia salah PIN. Yang kedua baru PIN-nya benar dan uangnya keluar namun saldonya tidak berkurang. Lalu dia ambil lagi," ucap Arifin. https://bit.ly/2DbLoHV

Kasus Satpol PP Bobol ATM, Polisi Masih Periksa Saksi

Polda Metro Jaya masih mengusut kasus oknum anggota Satpol PP Jakarta Barat yang 'membobol' ATM. Sejauh ini, polisi masih memeriksa saksi-saksi terkait kasus itu.

"Terkait dengan pembobolan ATM, Pak Dirkrimsus sedang masih tahap langkah-langkah penyelidikan, sedang meminta keterangan dari para saksi-saksi," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Gatot belum mengatakan penyidik masih menyelidiki apakah kasus itu memenuhi unsur pidana atau tidak.

"Apakah nanti akan kita tingkatkan ke penyidikan atau tidak kita masih tunggu waktu ya untuk itu," ungkap Gatot.

Seperti diberitakan, anggota Satpol PP Jakarta Barat berinisial MR diduga melakukan penarikan uang di ATM tanpa mengurangi saldo alias membobol ATM. Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin sudah angkat bicara tentang hal tersebut.

"Informasi yang saya dapatkan mereka mengambil uang di ATM Bersama. Bukan ATM Bank DKI. ATM Bersama yang mana dia mengambilnya pertama dia salah PIN. Yang kedua baru PIN-nya benar dan uangnya keluar namun saldonya tidak berkurang. Lalu dia ambil lagi," ucap Arifin, Senin (18/11/2019).

Arifin mengatakan ada 12 orang yang melakukan aksi itu. Kasus itu sendiri sedang diusut oleh Polda Metro Jaya.

"Sebenarnya total ada 12 orang (yang akhirnya melakukan). Tapi ada beberapa orang yang dipanggil kemudian ada itikad mengembalikan uang tersebut ke Bank DKI. Jadi beberapa orang sudah selesai urusannya. Nah, tinggal beberapa orang lagi," pungkas Arifin. https://bit.ly/37y6jTv

Hadiri Maulid Nabi Bersama Habib Luthfi, Anies Sampaikan Pesan Damai

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya atau Habib Luthfi di Duren Sawit, Jakarta Timur. Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy turut hadir dalam peringatan hari lahir Baginda Nabi itu.

Pantauan di halaman Masjid Jami' Baturrahman, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (23/11/2019) sambil bergandengan tangan Anies dan Habib Lutfi tiba di lokasi sekitar pukup 22.45 WIB. Menyusul kemudian Irjen Gatot. Tampak pula Dubes Oman untuk Indonesia Sayyid Nazar bin al-Julanda bin Majid al-Said.

Anies dalam sambutannya mengatakan peringatan Maulid Nabi adalah salah satu upaya untuk menyampaikan pesan perdamaian. Anies juga mengajak jemaah untuk senantiasa menjaga kebersamaan antar umat beragama.

"Ini adalah bagian dari mengingatkan kita dan itu harapan kami insyaallah jemaah semua ini menjadikan umat Islam di kota kita sebagai umat pembawa kedamaian kesejukan dan perasaan kebersamaan. Dan insyaallah amanat yang diembankan bisa kita jalankan sebaik-baiknya," ujar Anies dalam sambutannya.

Anies juga mengajak jemaah untuk menunjukkan rasa cinta kepada sesama manusia. Selain itu dia berharap agar setiap warga Jakarta menjadi teladan bagi sesamanya.

"Mari kita menunjukkan kecintaan kita, kita sama-sama buktikan sebagai pembawa nama Islam kita hadir menjadi teladan bagi semuanya," kata dia.

Selain itu, Anies mengatakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad itu mengajarkan kepada masyarakat untuk saling mengingatkan. Menurut Anies Nabi Muhammad adalah junjungan yang paling sempurna hingga akhir zaman. Dia juga berdoa agar umat Islam mendapat syafaatnya di akhirat kelak.

"Ini adalah kesempatan bagi kita, ketika peringatan maka dia harus mengingatkan diri kita bahwa yang kita cintai junjungan kita adalah manusia sempurna yang sampai akhir zaman akan selalu menjadi sumber bagi kita untuk insyaallah mendapatkan syafaatnya," ungkap Anies. https://bit.ly/2QInls5

"Insyaalah menjadi peringatan yang membawa keberkahan dan insyaallah kita selalu dimudahkan," ujar Anies.

Sebelum acara dimulai terdengar lantunan salawat dari para jamaah yang diiringi oleh tabuhan rabana. Jamaah juga memenuhi hingga Jalan Lingkar PTB Duren Sawit di depan Masjid Jami' Baiturrahman.

Sementara itu yang akan menyampaikan tausiahnya adalah KH. Salim Bassalamah, Habib Ali Bin Hassan Al Bahar, serta tausiah pamungkas dari Habib Luthfi bin Yahya.

Anies soal Kasus Anggota Satpol PP Bobol ATM: Itu Tindakan Pribadi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membebastugaskan anggota Satpol PP yang diduga melakukan pembobolan ATM. Anies mengatakan perbuatan tersebut merupakan tindakan pribadi.

"Mengenai substansi persoalan yang menjelaskan adalah bank, OJK dan polisi, karena ini adalah tindakan pribadi, bukan kaitan pekerjaan. Sebagai aparat Pemprov DKI mereka dibebastugaskan, karena ada ini (persoalan hukum), tapi substansi bukan kewenangan saya," ujar Anies di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

Anies menyebut enggan menjelaskan soal substansi kasus tersebut. Menurutnya, penjelasan itu dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Karena penjelasan itu harus ada dari OJK dan kepolisian, karena merekalah yang mengawasi soal perbankan," kata Anies.

"Ini kan kejadiannya ada di sebuah ATM, saya tidak mau bicara substansi. Jangan sampai penjelasan dari saya tidak punya dasar, kan saya tidak memeriksa orangnya, tidak periksa ATM, tidak periksa teknologi, tidak boleh saya bicara di situ. Biar OJK yang bicara, karena bank itu soal kepercayaan, jadi saya harap penjelasan OJK yang solid," sambungnya. https://bit.ly/37zK2Vq