Minggu, 24 November 2019

Sering Masturbasi Bikin Mr P Menghitam, Mitos atau Fakta?

Masturbasi selalu dianggap tabu untuk dibicarakan. Karenanya, banyak muncul mitos yang tidak jelas asal usulnya.

Salah satunya menyebut bahwa terlalu sering masturbasi bisa menyebabkan kulit Mr P jadi lebih hitam. Dengan tegas, seksolog dr Nugroho Setiawan membantah hal ini.

"Masturbasi tidak menyebabkan kulit penis jadi berubah," katanya, dalam sebuah perbincangan dengan detikHealth beberapa waktu lalu.

Warna kulit di bagian Mr P, menurutnya tidak berhubungan dengan aktivitas seksual. Bahkan, anggapan bahwa kulit Mr P lebih gelap dibanding kulit di bagian tubuh lainnya juga tidak selalu benar.

Soal ukuran Mr P pada pria gemuk yang dianggap lebih kecil dari pria kurus, menurut dr Nugroho juga tidak tepat-tepat amat. "Tapi mungkin tampak berbeda karena orang gemuk punya lemak yang lebih tebal di pangkal penisnya," jelasnya.

Masturbasi Itu Sehat Nggak Sih? Ini 5 Fakta yang Kamu Perlu Tahu

Masturbasi atau onani tidak hanya dilakukan oleh kaum adam, tetapi juga kaum hawa. Kontroversial karena banyak yang menganggapnya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi tak sedikit pula yang menyoroti dampak negatifnya.

Dari segi medis, sejumlah pakar tidak melarang melakukan masturbasi selama dilakukan dalam batas wajar dan higienis. Aktivitas seksual satu ini memang jarang dibicarakan oleh orang semata-mata karena terbentur tabu.

Karena jarang dibicarakan, banyak orang yang sering mengira-ngira tentang manfaat dan fakta dari masturbasi. Biar nggak salah lagi, berikut fakta seputar masturbasi dan dampaknya bagi kesehatan dikutip detikHealth dari berbagai sumber. https://bit.ly/2KMj17u

1. Mendapatkan dosis dopamin, endorfin, dan oksitosin yang sehat

Menurut penelitian Universitas Michigan tahun 2009, masturbasi membuat tubuh melepaskan hormon dopamin, endorfin dan oksitosin, yang seringkali disebut hormon "cinta".

Dorongan hormon ini dapat menurunkan kortisol, hormon stres utama. Peningkatan kadar kortisol secara kronis menyebabkan peradangan, pemakan stres, insomnia, dan resistensi penurunan berat badan.

2. Membantu memenuhi kebutuhan seksual

Masturbasi dapat membantu pria dan wanita mengetahui kebutuhannya selama berhubungan seksual. Dengan hal ini, pria dan wanita bisa mendapatkan kepuasan seksual.

Terapis seks Ian Kerner kembali menekankan masturbasi adalah aktivitas yang sehat. Dia justru mengkhawatirkan pria yang berhenti masturbasi. Menurutnya, berhenti masturbasi meningkatkan risiko mengalami kegelisahan dan gangguan jantung.

3. Pada wanita, mengurangi kekeringan vagina

Individu yang memilih untuk tidak melakukan hubungan seks atau yang saat ini tidak memiliki pasangan seksual mungkin sering melakukan masturbasi.

Masturbasi juga memiliki manfaat kesehatan seksual khusus untuk wanita yang lebih tua, seperti berkurangnya kekeringan pada vagina dan berkurangnya rasa sakit saat berhubungan seks.

4. Mencegah penularan infeksi saluran kelamin

Masturbasi merupakan salah satu aktivitas seksual yang tidak melibatkan kontak kelamin. Oleh karenanya, terhindar dari risiko penularan berbagai jenis infeksi menular seksual (IMS) dan HIV (Human Imunodeficiency Virus). Masturbasi juga bebas dari risiko kehamilan yang tidak diharapkan.

5. Tetap punya efek samping

Banyak yang mengira melakukan masturbasi tidak akan menimbulkan efek samping karena tidak akan menyebabkan infeksi menular seksual atau penyakit kelamin lainnya.

Padahal, terlalu sering masturbasi bisa menyebabkan iritas kulit. Bagian yang tertekuk paksa saat ereksi bisa mengalami kerusakan yang disebut fraktur penis. Kerusakan ini terjadi pada bagian yang terisi penuh darah.

Penis yang mengalami fraktur menjadi bengkak dan keunguan seperti terong. Pria yang mengalami fraktur penis harus menjalani operasi. https://bit.ly/2QHemYa

5 Hal Wajib Tahu Soal Onani, Salah Satunya Bisa Bikin Mr P Mirip Terong

Sebuah video viral menggemparkan Banyuwangi, Jawa Timur, menampilkan seorang pria diduga onani di ATM. Video berdurasi 30 detik itu menyebar di media sosial dan grup WhatsApp.

Dalam video tersebut, seorang pria masuk ke dalam ATM dan disebut memainkan alat kelamin. Baju, celana, dan sandalnya tergeletak di lantai. Adegan itu direkam seseorang dan menjadi viral.

Terlepas dari video tersebut, onani atau masturbasi sendiri adalah aktivitas seks yang tidak melukai pria atau orang di sekitarnya (harmless). Meski demikian, boleh tidaknya aktivitas itu dilakukan selalu menjadi kontroversi.

Dikutip dari WebMD, berikut 5 hal wajib tahu soal onani.

1. Manfaatnya beda dengan seks reguler

Selain memberi kepuasan, onani juga berdampak baik pada kesehatan pria. Namun menurut associate professor Tobias S. Kohler, MD, MPH, dari Southern Illinois University School of Medicine in Springfield, dampak tersebut beda dengan yang diperoleh dari hubungan seks reguler. https://bit.ly/2OEeapV

Hubungan seks dengan pasangan memberi manfaat yang lebih menyeluruh pada pria. Manfaat ini meliputi tekanan darah yang stabil dan ideal, menjaga kesehatan jantung, prostast, dan kemampuan menahan rasa sakit. Sayangnya, belum belum diketahui penyebab pasti perbedaan manfaat kesehatan dari onani dan hubungan seks dengan pasangan.

2. Bukan tanpa risiko

Risiko masturbasi memang lebih rendah dibanding hubungan seks dengan orang lain. Masturbasi tidak menularkan penyakit seksual, tapi bisa menyebabkan iritasi atau patah bagi yang terlalu sering. Patah terjadi saat penis yang ereksi dipaksa bengkok, sehingga ruang yang berisi pembuluh darah mengalami cedera.

"Penis jadi terlihat seperti terong. Tampak bengkak dan berwarna ungu. Kondisi ini hanya bisa ditangani dengan operasi," kata Kohler.

3. Tidak ada batasan normal

Tidak ada batasan jumlah frekuensi per hari atau minggu yang dikatakan normal. Menurut ahli seks dan penyuluh Logan Levkoff, PhD, masturbasi dikatakan normal dengan kondisi tertentu.

Jika pria masih memiliki pola hidup sehat, hubungan yang normal dengan pasangan, dan menjadi pribadi yang menyenangkan, maka masturbasi dikatakan normal. Pria patut waspada dan mencari pertolongan jika kebiasaan masturbasi mulai menggaggu kegiatan sehari-hari, kehidupan pribadi, dan hubungan dengan lingkungan sekitar.

4. Tidak mencerminkan hubungan pribadi

Sebuah mitos menyatakan, pria yang masturbasi menandakan ada masalah dengan hubungan pribadinya. Menurut Levkoff, mitos ini salah karena pria bisa masturbasi dalam berbagai kondisi.

Masturbasi tidak hanya soal seks. Bagi beberapa pria, masturbasi adalah cara untuk bebas stres, bisa tidur, dan mengembalikan fokus sebelum beraktivitas.

5. Masturbasi baik untuk kehidupan seks

Masturbasi dapat menolong kehidupan seks, karena pria bisa mengetahui sentuhan yang disukai atau dibenci. Pria kemudian bisa mengkomunikasikan hal ini dengan pasangannya.

"Secara umum, masturbasi pada kebanyakan pria adalah hal yang baik dan sehat. Saya justru khawatir pada pria yang tidak masturbasi, karena bisa bisa jadi tanda gangguan cemas atau masalah kesehatan lain," kata terapis seks Ian Kerner, PhD https://bit.ly/2rjBxgA