Minggu, 24 November 2019

Pidato 2 Halaman Nadiem untuk Hari Guru: Saya Tak Akan Buat Janji Kosong

Mendikbud Nadiem Makarim membuat pidato 2 halaman untuk Hari Guru. Dalam pidatonya, Nadiem mengangkat berbagai masalah guru dan mengaku tak akan memberi janji kosong.

Dilihat detikcom, Sabtu (23/11/2019), teks pidato yang bakal dibacakan pada upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional 2019 itu diunggah di situs Kemdikbud sejak Jumat (22/11).

"Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati, biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke," ujar Nadiem di awal teks pidato.

Dia kemudian bicara tentang tugas guru yang merupakan termulia dan tersulit. Menurut Nadiem, guru di Indonesia ditugasi membentuk masa depan bangsa namun lebih sering diberi aturan dibanding pertolongan.

"Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan," ucapnya.

Nadiem juga menyinggung guru yang dibebankan hal-hal administratif hingga menghambat proses belajar mengajar hingga guru yang terpaksa bertumpu pada hasil ujian gara-gara kebijakan pemangku kepentingan. Berikut teks lengkap pidato Nadiem:

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan. https://bit.ly/2OCZXcR

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

- Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
- Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
- Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
- Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
- Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,
#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Santi Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim https://bit.ly/34dwwEU

Alasan Menteri Nadiem Tulis Surat Untuk Guru yang Viral di Medsos

Pidato untuk guru dari Mendikbud, Nadiem Makarim, viral di media sosial. Nadiem pun membuka alasan kenapa menyampaikan pidato yang ditulisnya sendiri sebanyak 2 halaman itu.

Hal itu disampaikan dalam acara Mata Najwa On Stage yang digelar di UTC Semarang hari Sabtu (23/11) malam. Najwa bertanya soal surat untuk guru yang viral itu, Nadiem pun menjawab sebagai generasi muda, ia lebih suka dengan yang apa adanya untuk disampaikan.

"Saya lebih suka diberikan kejujuran tentang kenyataan," kata Nadiem di acara bertema 'Muda Berkuasa' itu.

Maka Nadiem mengubah sambutan yang menurutnya sangat formal dan panjang dan menuliskan isi hatinya. Meski demikian Nadiem memastikan jika substansi dari sambutan hari guru itu tetap sama.

"Substansinya masih. Saya ganti dan tulis sendiri," pungkasnya.

Menurut Nadiem guru banyak yang terganggu dengan birokrasi dan regulasi sehingga tugas pokoknya sebagai pengajar tidak bisa berkembang.

"Betapa ribetnya birokrasi, sekat-sekat regulasi seolah dimana tugas pokok guru terganggu sehingga tidak bisa melakukan pembelajaran," katanya.

Dalam pidato Nadiem terdapat kutipan "Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi". Najwa pun menanyakan hal itu.

"Guru, mereka itu tahu solusi untuk muridnya tapi tidak diberi kepercayaan berinovasi," tegas Nadiem.

Ia berharap ke depannya guru diberi kesempatan berinovasi dan siswa jadi menikmati proses belajar. Nadiem juga menyuarakan agar para orangtua turut andil dalam pendidikan putra putri mereka.

"Membuat murid merasa oh saya bisa ya, itu esensinya," pungkas Nadiem. https://bit.ly/33gG2pn

Namun dalam sesi yang berbeda Nadiem mengatakan belum bisa memberikan detail kebijakannya untuk dunia pendidikan dan guru di Indonesia.

"Mungkin saya belum siap memberikan detailnya," tandas Nadiem.

Dalam acara Mata Najwa On Stage tersebut turut hadir tokoh-tokoh muda lainnya yaitu Jerry Sambuaga (Wakil Menteri Perdagangan RI), Slamet Ariyadi (Anggota DPR RI), Taj Yasin Maimoen (Wakil Gubernur Jawa Tengah). Saat membuka acara Najwa juga mengundang Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi untuk naik ke atas panggung.

Najwa dan para narasumber berbicara banyak tentang peran pemuda untuk bangsa serta pengalama inspiratif mereka dihadapan 7.500 pemuda yang menonton langsung di UTC Semarang. Siaran televisinya akan tayang 1 Desember 2019 di Trans7. 

Mendikbud Nadiem Makarim membuat pidato 2 halaman untuk Hari Guru. Dalam pidatonya, Nadiem mengangkat berbagai masalah guru dan mengaku tak akan memberi janji kosong.

Dilihat detikcom, Sabtu (23/11/2019), teks pidato yang bakal dibacakan pada upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional 2019 itu diunggah di situs Kemdikbud sejak Jumat (22/11).

"Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati, biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke," ujar Nadiem di awal teks pidato.

Dia kemudian bicara tentang tugas guru yang merupakan termulia dan tersulit. Menurut Nadiem, guru di Indonesia ditugasi membentuk masa depan bangsa namun lebih sering diberi aturan dibanding pertolongan.

"Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan," ucapnya.

Nadiem juga menyinggung guru yang dibebankan hal-hal administratif hingga menghambat proses belajar mengajar hingga guru yang terpaksa bertumpu pada hasil ujian gara-gara kebijakan pemangku kepentingan. https://bit.ly/2sao62N