Selasa, 26 November 2019

MUI Soal Reuni 212: Kasus Ahok Sudah Selesai, Nggak Usahlah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak mempermasalahkan gelaran maulid nabi atau reuni akbar yang akan digelar 2 Desember mendatang. Namun, MUI meminta jangan mengatasnamakan 212 karena identik dengan kasus eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

"Kan udah selesai. Nggak usahlah, ya kan reuni itu kan alumni, alumni biasanya sekolah. Kalau udah nggak sekolah ngapain ada alumni-alumnian segala. Kan udah selesai, Ahok udah dihukum. Kalau cuma temu kangen ya silakan, kalau difinisinya reuni kan nggak masuk. Reuni kan sekolah, kalau demo nanti berapa banyak orang demo nanti," kata Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI, Cholil Nafis di kantor Pusat MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).

"Tapi tidak atas nama 212, karena 212 kasus Ahoklah, Ahok sudah dipenjara sudah selesai," lanjutnya.

Cholil meminta agar umat tidak larut dengan kasus masa lalu yang sudah diproses hukum. Namun terkait kasus Sukamawati, Cholil menyerahkan pada proses hukum.

"Itu menurut saya biar kita tidak larut dalam masa lalu yang sudah diproses hukum. Mari kita menatap ke depan untuk melakukan rekonsiliasi umat. Tapi kalau ada namanya kasus Sukmawati ya silakan diproses hukum," kata dia. https://bit.ly/2QNvYSd

Lebih lanjut, Cholil menyebut lebih bermanfaat bila reuni tersebut sebagai peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. "Iya maulid lebih bagus, sunahnya jelas. Maulid lebih bagus namanya. Meskipun kami nggak melarang, silakan tapi maulid lebih bagus, lebih berakar pada budaya.

Sementara, menurut Cholil, 212 berakar pada politik dan hukum. Sehingga dia meminta umat untuk melupakan masa lalu dan menatap ke depan.

"Tapi 212 lebih berakar pada politik dan hukum dan itu udah selesai. Kalau udah selesai terus dibara-barain itu kan rekonsiliasi bangsa Indonesia yang perlu kita perhatikan. Kritis tetap kalau yang menodai laporkan, diproses hukum, tapi kalau saya lebih menatap ke depan, Pilkada sudah selesai, Pemilu udah selesai ini kan udah mulai membangun bangsa dengan pola yang baru. Yang lama jangan dihidupin terus gitu," imbuhnya.

Soal Reuni 212, Ryamizard: Tunjukkan Ketertiban dan Kedamaian

Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan menggelar reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat. Menteri Pertahanan (Menhan) periode 2014-2019 Ryamizard Ryacudu berpesan agar kegiatan berjalan dengan damai, tertib, dan menyejukkan.

"Nggak apa-apa (melaksanakan reuni). Tapi harus tertib, damai, itu penting. Menyejukkan," ujar Ryamizard di Restoran Pulau Dua, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).

Selain itu, Ryamizard meminta reuni akbar 212 tidak menjadi momentum provokasi. Ryamizard menyebut tidak boleh ada orasi yang disampaikan yang nantinya akan membuat situasi keamanan nasional menjadi gaduh.

"Orasinya kebangsaan saja. Kita menarik simpati bangsa ini. Tunjukkan bahwa inilah 212 yang tertib dan damai," kata Ryamizard.

Ryamizard mengingatkan bahwa Indonesia tidak hanya umat yang beragama Islam. Oleh karena itu, dia berharap saling menjaga kerukunan beragama demi menjaga keutuhan Pancasila.

"Kita sudah Pancasila. Sila pertama kalau diterjemahkan 'Lakum Dinukum wa Liya Diin', agamamu agamamu, agamaku agamaku," pungkasnya. https://bit.ly/2OHT1v3

Panitia Undang Anies Reuni 212, Harap Habib Rizieq juga Hadir

Panitia mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk hadir di acara Reuni 212. Panitia juga berharap acara yang digelar di Monas itu bisa dihadiri Habib Rizieq Syihab (HRS).

"Pak Anies insyaallah beliau hadir. Kalau yang lain belum ada. Habib Rizieq mudah-mudahan beliau bisa hadir," kata Ketua Panitia Reuni 212, KH Awiet Masyhuri, saat dihubungi, Minggu (24/11/2019) malam.

Saat ditanya konfirmasi soal kehadiran HRS, Awiet mengungkit dugaan pencekalan yang dialami Imam Besar FPI tersebut. Dia berharap kehadiran HRS di Reuni 212 tak sebatas suara saja.

Diketahui, pada Reuni 212 tahun 2018 lalu, panitia memutar rekaman khotbah HRS. Selain rekaman khotbah, pada reuni 212 ini diputar ceramah HRS yang direkam di Mekah, Arab Saudi.

"Kita tak memikirkan yang terburuk, kita pikirkan yang terbaik. Kita berharap Habib Rizieq pulang, kembali dan kumpul bersama umat. kita tidak berharap rekaman. Semoga beliau masalahnya bisa cepat selesai dan ada di tengah kita untuk jaga persatuan dan kesatuan," ucap dia. https://bit.ly/2OjlCYp

Awiet lalu menyinggung soal dugaan pencekalan HRS yang saat ini berada di Arab Saudi. Dia berharap HRS bisa pulang ke Indonesia.

"Oh iya, bukan dari reuni ini. Sudah dari yang lalu sudah mau pulang. Sudah dari tahun lalu. Cuma karena dicekal, tidak bisa pulang. Faktanya beliau di sana kan bebas. Kalau ada apa-apa kan beliau dipenjara atau dipidana atau dideportasi. Jadi pencekalan ini sesuai yang disampaikan HRS katanya dari pemerintah Indonesia. Semoga pemerintah RI perhatikan hak asasi warga negaranya," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, PA 212 akan menggelar Munajat dan Maulid Akbar Reuni Mujahid 212 di Monas, Jakarta Pusat, pada 2 Desember 2019 mendatang. PA 212 mengaku sudah mengantongi rekomendasi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies menyebut, dalam peminjaman Monas sebagai tempat kegiatan, harus terlebih dulu melalui pembahasan. Menurutnya, pihaknya akan me-review kegiatan sebelum mengizinkan penggunaan Monas.

"Perlu kita tambahkan bahwa alhamdulillah proses dalam rangka mematangkan acara Reuni 212 nanti pertama tentang perizinan alhamdulillah pertama perlu kita informasikan insyaallah semua berjalan dengan baik dan lancar karena rekomendasi dari Gubernur DKI Jakarta sudah kita dapatkan," kata Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif, di Sekretariat DPP FPI, Jalan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (21/11).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan izin diberikan terkait Maulid Akbar. Anies mengatakan pihaknya telah membicarakan izin ini dalam Forkompimda. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Anies mengaku memberikan izin untuk pelaksanaan Maulid Akbar.

"Jadi pada hari Selasa atau Rabu kemarin Forkompimda (Forum Kordinasi Pimpinan Daerah) melakukan musyawarah, terkait dengan adanya rencana kegiatan 1 Desember dan 2 Desember. 1 Desember terkait Papua, 2 Desember terkait dengan Maulid Akbar," ujar Anies di Gedung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (22/11). https://bit.ly/35wFeOG