Rabu, 27 November 2019

RI Gandeng Korsel Garap Pembangunan Ibu Kota Baru

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan dalam pertemuan Indonesia dan Korea Selatan ada tiga dokumen kesepakatan yang ditandatangani. Ketiganya adalah Joint Declaration on the Final Conclusion of the Negotiations of the Republic of Korea-Republic of Indonesia Comprehensive Economic Partnership (CEPA).

Selanjutnya ada juga Perjanjian Bebas Visa Bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas Indonesia-Korea. Serta MoU Concerning Technical Cooperation on Capital City Relocation and Development.

Dia menjelaskan, Presiden Jokowi menyambut baik kerja sama teknis pembangunan ibu kota baru Indonesia dengan konsep smart, safe, green, inclusive and resilient city.

Selain itu, Indonesia juga menghadiri ASEAN-Republic of Korea (ROK) CEO Summit. Secara umum, pertemuan ini membahas visi dan kebijakan masing-masing negara, masa depan bisnis di Korea dan negara ASEAN serta networking bagi pelaku bisnis kedua belah pihak.

Airlangga menjelaskan bahwa pihak Indonesia menyampaikan tiga terobosan yang perlu dilakukan ASEAN dan Korsel di era age of disruption ini. Pertama, pembangunan infrastruktur yang berkualitas. Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ketiga, pengembangan energi terbarukan. https://bit.ly/2KVgjwc

Menurut Airlangga, Korsel adalah salah satu mitra strategis khusus, investor terbesar ke-6, dan mitra bisnis tradisional Indonesia.

"Untuk itu, Presiden RI mengundang 10 pemilik/pimpinan dari perusahaan besar Korea Selatan dan KADIN Indonesia untuk berdiskusi dengan para investor Korea tentang realisasi maupun rencana pengembangan investasi di Indonesia," kata dia.

Pemerintah Indonesia juga menekankan bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia justru memiliki beberapa keunggulan komparatif. Mulai dari tenaga kerja dengan usia produktif yang besar, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik yang terjaga, terbuka terhadap pasar global, serta komitmen kuat untuk melakukan simplifikasi dan deregulasi kebijakan.

Kemudian, rombongan Indonesia pun melakukan pertemuan dengan ilmuwan dan peneliti Indonesia di Korea. Pertemuan yang dibuka oleh Duta Besar RI ini memperkenalkan lingkup keahlian para ilmuwan muda tersebut.

Keahlian tersebut antara lain artificial intelligence untuk prediksi bencana, teknik perkapalan dan kelautan, medical healthcare, nano technology dan biodiesel maupun green technology.

Airlangga menuturkan, Presiden Jokowi berpesan agar para ilmuwan menekankan pentingnya kreativitas, inovasi dan kecepatan dalam hal riset di tengah era persaingan antar bangsa.

"Ini sejalan dengan salah satu program prioritas di Indonesia dalam 5 tahun ke depan yaitu penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mewujudkan Indonesia Maju di tahun 2045," pungkas Airlangga. https://bit.ly/35zuhfl

Buka Pabrik di RI, Hyundai Bakal Serap 230.000 Pekerja

Hyundai resmi mengumumkan berinvestasi di Indonesia dan mendirikan pabrik di wilayah Deltamas bulan depan.

Executive Vice Chairman of Hyundai Motor Group Euisun Chung menjelaskan Hyundai, dengan pemasok mitra lokal di Indonesia akan membuka lapangan kerja baru.

"Dapat menciptakan lebih dari 23.000 lapangan kerja baru baik secara langsung maupun tidak langsung di pabrik Indonesia ini, yang akan menjadikannya salah satu perusahaan otomotif terbesar di Kota Deltamas," kata Euisun di Pabrik Hyundai, Ulsan, Korea Selatan, Selasa (26/11/2019).

Dia menjelaskan pabrik ini diperkirakan dapat memberikan kontribusi ekonomi senilai lebih dari US$ 20 miliar selama satu dekade pertama sejak pabrik ini didirikan.

Lebih jauh lagi, pabrik ini akan menjadi pusat untuk berbagai fasilitas pemasok lokal.

"Hyundai berharap dapat turut berkontribusi pada pertumbuhan ekosistem suku cadang otomotif Indonesia dengan memberikan dukungan kepada mitra lokal dengan kemampuan dan sumber daya produksi internal," jelas dia.

Hyundai membangun pabrik di Indonesia bernilai sekitar US$ 1,55 miliar hingga 2030. Angka ini termasuk untuk biaya operasional dan pengembangan produk.

Pabrik ini ditargetkan mulai dibangun pada Desember 2019 dan diharapkan memulai produksi untuk komersial pada paruh kedua tahun 2021.

Kapasitas produksi tahunan diproyeksi mencapai 150.000 unit. Namun ke depan diproyeksi bisa memproduksi 250.000 kendaraan setiap tahun.

Dia menyebut Hyundai berencana untuk memproduksi SUV kompak, MPV kompak, dan model sedan yang dirancang khusus untuk pelanggan di pasar Asia Tenggara di pabrik baru Indonesia ini, yang juga akan menggabungkan fasilitas untuk stamping, pengelasan, pengecatan dan perakitan. https://bit.ly/35BaaNH

Akhirnya Hyundai Investasi Pabrik Mobil Listrik Rp 21 T di RI

Pemerintah menyebut investasi yang dilakukan oleh Hyundai Motor Company ke Indonesia sebesar US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 21 triliun (kurs Rp 14.000).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan investasi akan dilakukan secara dua tahap.

"Hyundai investasinya US$ 1,5 miliar akan dilakukan dua tahap. Pertama sebesar US$ 750 juta untuk bangun pabrik di daerah Karawang dengan lahan sekitar 80 hektar," kata Airlangga di Busan, Korea Selatan, Selasa (26/11/2019).

Kemudian tahap kedua dengan nilai pembangunan US$ 750 juta adalah untuk pabrik di wilayah dekat Patimban. Untuk realisasi investasi ini diharapkan bisa mulai dibangun tahun depan. Pembangunan diproyeksi memakan waktu 2-3 tahun.

"Pemerintah kan sudah buat roadmap, transfer teknologi nantinya adalah pengembangan pabrik di Indonesia karena ini merupakan investasi pertama Hyundai di Indonesia," imbuh dia.

Dia mengungkapkan keuntungan untuk Indonesia dari investasi ini adalah bisa bersinergi untuk mengembangkan mobil listrik ramah lingkungan dan membuka pasar ekspor.

Mengutip CNN Indonesia, sebelumnya Hyundai Motor Company membantah pernyataan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terkait penandatanganan kesepakatan investasi mobil listrik tersebut. Head of Global PR Hyundai Motor Company KS Kim mengungkapkan perusahaan tengah mengevaluasi kapasitas produksi secara global.

"Namun, belum ada keputusan yang dibuat sampai saat ini terkait penambahan fasilitas produksi baru di kawasan (Asia Tenggara), termasuk Indonesia," ujar Kim melalui pernyataan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com pekan lalu. https://bit.ly/2pUrCh7