Sabtu, 30 November 2019

Inspiratif! Wanita Ini Tetap Bisa Kuliah Meski Menyandang Autisme

Autisme tak harus membuat seseorang tak bisa melakukan apa-apa, hanya mengandalkan orang lain atau tidak mandiri. Ada sebagian penyandang autis atau anak berkebutuhan khusus (ABK) yang ternyata mampu berkarya.

Salah satunya adalah Anindhita (20), penyandang autisme yang mampu berkembang hingga duduk di bangku kuliah. Meski penyandang autisme dianggap memiliki keterbatasan sensorik, Anindhita tak menyerah dalam menjalani hidupnya. Hal ini juga didukung oleh sang ibu yang begitu gigih mendukung tumbuh kembangnya.

Sang Ibu, Sofia, menuturkan meski sempat merasa sedih dengan kondisi anaknya, ia tetap melakukan berbagai terapi untuknya. Selama hampir 10 tahun terapi, Anindhita ternyata bisa melakukan apa yang orang lain lakukan juga. Ini menepiskan anggapan bahwa penyandang autisme tak mampu apa-apa.

"Memang saya ada rasa sedih tapi yasudahlah nggak apa-apa, tapi yang penting mandiri aja deh dia bisa sendiri, bisa melakukan apa-apa sendiri gitu loh. Kalau dulu kan anak autis kan kalo kita lihat nggak bisa ngapa-ngapain, pipis ya pipis, gak bisa pake baju sendiri," ungka Sofia saat ditemui detikcom, Rabu (20/11/2019).

Karena kepekaan sang ibu terhadap bakat dan minat anaknya, ditemukan pula potensi-potensi yang bisa disalurkan. Melalui hal yang paling disukainya yaitu menggambar, Sofia membantu anaknya untuk menyalurkan karyanya ke bentuk lain. Dengan media gambar berbasis digital karya-karya Anindhita kemudian dijadikan souvenir, merchandise seperti tote bag, kaos, pin dan lainnya, yang memiliki nilai jual.

Tak hanya itu, Anindhita juga berhasil mengikuti pendidikan formalnya hingga ke tingkat universitas dengan program studi Desain Komunikasi Visual (DKV). Program studi ini dipilih karena dianggap paling sesuai untuk mengembangkan bakatnya. Bukan hal yang mudah untuk seorang penyandang autisme melakukan hal itu.

Tentu hal ini menjadi kebanggan tersendiri bagi Anindhita dan para penyandang autisme lainnya. Karena dengan banyaknya karya yang ditorehkan akan semakin meyakinkan khalayak bahwa para ABK ini juga memiliki kemampuan. Masa depan yang lebih baik dan kemandiriannya juga akan diperoleh.  http://indomovie28.com/wife-lovers-2015/

Anak Berkebutuhan Khusus Bisa Latih Motorik Lewat Seni

Setiap anak memiliki bakat dan minat yang berbeda-beda. Layaknya anak pada umumnya, anak berkebutuhan khusus (ABK) juga demikian. Pendekatan-pendekatan perlu dilakukan untuk mengetahui bakat dan minat yang dimiliki ABK.

Salah satu pendekatan yang paling umum adalah dengan seni atau terapi seni. Berkarya seni merupakan kegiatan yang menyenangkan. Selain itu dengan mengembangkan kreativitas seni pada anak juga bisa mengolah sensor motoriknya. Terutama pada ABK akan membantu perkembangan otaknya.

Nuryanti Yamin, Ortopedagog dan Co-Founder Drisana Center mengatakan, salah satu cara yang terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak dengan autisme adalah melalui kegiatan seni. Manfaat seni pada anak autism adalah membantu pemrosesan sensorik, motorik, melatih emosional serta melatih konsentrasinya.

"Karena saya punya beberapa pengalaman anak-anak yang kemampuan bahasanya belum memadai. Tapi ketika dia mau ekspresikan dia gambar. Sebenarnya untuk mengontrol emosi dia juga salah satunya dengan seni," jelasnya, Rabu (20/11/2019).

Selain itu, salah satu public figur yang juga memiliki ABK, Dian Sastrowardoyo, mengungkapkan anaknya juga memiliki ketertarikan terhadap seni gambar. Ketertarikan terhadap visualnya lebih tinggi daripada audio.

"Jadi biasanya kalau kita jelaskan tentang sesuatu, kalau dengan melihat secara visual gambar dia jauh lebih aktif jauh lebih happy daripada kalau dibilangin secara verbal. Itu menarik banget karena kita juga bisa menggunakan seni gambar sebagai media komunikasi dengan dia," tutur Dian.

Meski begitu tak semua penyintas ABK memiliki ketertarikan pada seni. Beberapa lainnya juga memiliki bakat minat yang tak sama. Namun pendekatan-pendekatan untuk mengetahui kemampuannya yang perlu digali. Hal ini dikarenakan untuk membantu menstimulus perkembangannya.  http://indomovie28.com/queen-desert-2016/

Vitiligo, Penyakit yang Bikin Kulit Memudar Jadi Warna Putih Susu

Vitiligo merupakan penyakit berupa bercak putih pada kulit. Tak jarang, belang yang muncul pada kulit membuat kulit pasien tampak seperti kulit sapi.

Dijelaskan dr Suksmagita Pratidina SpKK dari Skin and Aesthetic Clinic RS Pondok Indah-Puri Indah, vitiligo itu hilangnya pigmen atau depigmentasi di area kulit tertentu. Jadi bukan sekadar pigmen pada kulit kurang, tetapi karena pigmennya tidak ada.

"Oleh karena itu warnanya nggak sekadar memudar tapi warnanya menjadi putih susu dalam arti pigmennya sudah tidak ada lagi di situ," kata dr Gita, begitu ia akrab disapa saat berbincang dengan detikHealth.

Lantas, apa penyebab vitiligo? dr Gita menuturkan terdapat banyak terori yang mengungkapkan jika vitiligo berhubungan dengan penyakit autoimun, di mana tubuh justru menyerang sistem imunitas. Pada vitiligo, dikatakan dr Gita yang sebenarnya dihancurkan adalah sel pigmen.

Sehingga, tubuh menganggap sel pigmen adalah benda asing sehingga sel pigmen dihancurkan sendiri oleh tubuh. Selain berkaitan dengan autoimun, ada pula yang menyebut bahwa vitiligo berhubungan dengan oksidan. Demikian disampaikan dr Gita.

"Dalam arti polusi dan berhubungan sama radikal bebas. Kemudian berhubungan juga sama faktor lingkungan. Dan ada juga yang menyebut vitiligo berhubungan dengan genetik atau faktor keturunan. Kadang ada pengaruh keturunan dengan persentase tertentu," papar dr Gita.

Selain itu, lanjut dr Gita, ada juga teori yang menyatakan bahwa vitiligo berhubungan dengan luka. Dalam artian ada daerah luka tertentu yang kemudian saat sembuh menjadi vitiligo.

"Jadi intinya teorinya sangat banyak tapi nggak ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah vitiligo 100 persen," kata dr Gita.

Tubuh Belang Akibat Vitiligo, Lisa Kembalikan Warna Kulit Lewat Terapi  http://indomovie28.com/steel-cold-winter-2013/

Lisa Johnson (24), mengidap penyakit kelainan kulit bernama vitiligo di mana sebagian kulit pada tubuhnya berwarna putih karena tidak berpigmen. Akibatnya Johnson dari kecil sering menderita akibat dibully. Akan tetapi berkat metode make up mutakhir, ada harapan bagi Johnson untuk menjalani hidup normal.

Berkaitan dengan hal tersebut, spesialis kulit dan kelamin dari Omni International Hospital, dr Samuel L. Simon, SpKK, menjelaskan vitiligo adalah penyakit kulit yang tidak menular dan tidak berbahaya. Karena itu sebetulnya penyakit ini tidak perlu dikhawatirkan.

"Vitiligo terjadi ketika melanin di daerah tersebut tidak aktif, jadi tidak membentuk pigmen sehingga hanya tampak noda putih. Penyakit ini tidak berhaya, tidak menular, hanya secara kosmetis tidak elok. Tersedia obat yang dapat menghilangkan flek putih tersebut," kata dr Samuel kepada detikHealth dan ditulis pada Senin (22/9/2014).

Kembali pada kasus Lisa, dirinya yang tinggal di Los Angeles mengaku mulai menyadari adanya bintik putih di badan pada usia tujuh tahun. Kemudian bintik putih tersebut menyebar ke kakinya dan ke seluruh badan.

Karena kondisinya Lisa menerima perlakuan bullying dari orang sekitar terutama saat ia SMA.

"Ketika saya masih SMA anak-anak lain sangat jahat pada saya. Penyiksaan, penggunaan nama-nama aneh, dan perkelahian adalah hal yang sangat sulit untuk saya hadapi. Saya biasanya akan pulang menangis. Saat pulang saya langsung ke kakak karena dia selalu ada dan membela saya," kata Lisa.

Setelah 17 tahun menderita, Lisa akhirnya memutuskan untuk mencari bantuan spesialis kulit. Ia bertemu dengan Lindakay Rendina dan menjalani terapi Narrowband UV light yang dapat mengembalikan warna kulit pada tubuhnya.

Terapi ini membutuhkan waktu sampai efeknya muncul. Sebagai penggantinya, Lisa diberikan produk make up untuk menutupi bercak putih sampai terapi selesai.

Komputer mengkalkulasikan formula make up spesial setelah menganalisa kulit Lisa. Make up tersebut warnanya sama persis dengan kulit lisa sehingga saat digunakan akan menciptakan ilusi warna kulit seperti aslinya.

Dibantu komputer, dokter kulit menerapkan make up pada kulit Lisa.

Setelah prosedur terapi selesai, warna kulit Lisa terlihat seperti kulit normal umumnya. Lisa mengaku ia merasa bahagia dan dapat menjadi dirinya sendiri.

"Ini terasa benar-benar fantastis. Untuk bisa melihat senyum di wajah kakak saat dia melihat saya benar-benar menghangatkan hati dan jiwa," tutup Lisa.  http://indomovie28.com/pressure-2015/