Minggu, 22 Desember 2019

Yuk Icip Kuliner Legendaris Solo: Tengkleng Pak Manto

 Liburan ke Solo tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi kulinernya. Salah satu yang paling terkenal di Solo adalah Sate Kambing dan Tengkleng Pak Manto.

Selain terkenal dengan nasi liwet. Solo juga terkenal dengan olahan daging kambingnya, Tengkleng. Konon Tengkleng berasal dari kota Solo. Tidak heran di kota ini banyak ditemui warung makan tengkleng dan sate kambing. Dari mulai warung pinggir jalan sampai restoran.

Jika anda bertanya tempat sate kambing paling enak, banyak yang akan merekomendasikan Sate Kambing Pak Manto. Tempat makan yang terletak di Jl Honggowongso No 36 Sriwedari ini selalu penuh dengan pengunjung.

Menu andalan Pak Manto adalah Tengkleng. Terdapat 2 macam hidangan yaitu Tengkleng Rica dan Tengkleng Seger. Tengkleng Rica dimasak dengan bumbu rica-rica tanpa kuah. Namun itulah yang membuat rasanya unik. Meski tanpa kuah, dagingnya terasa lembut dan bumbunya meresap.

Sedangkan Tengkleng Seger dimasak seperti tengkleng pada umumnya yaitu berkuah. Walaupun berbahan dasar tulang kambing namun rasanya lezat dan gurih. Tulang kambing ini dimasak lama sehingga daging yang menempel pada tulang terasa lembut.

Tidak hanya Tengkleng, Pak Manto juga menyediakan berbagai menu lainnya. Seperti sate, gulai, tongseng serta nasi goreng kambing. Nasi goreng kambingnya disajikan bersama potongan sate kambing yang empuk.

Untuk bahan utamanya Pak Manto memilih untuk mengolah sendiri. Jika anda berkunjung kesini, bisa dilihat di ujung jalan beberapa karyawan sedang memotong-motong daging kambing dan membersihkannya.

Lalu di sebelahnya terdapat dapur untuk mengolah masakan. Uniknya Pak Manto memasak dengan menggunakan tungku dan arang. Mungkin inilah yang menjadikan masakan di sini terasa berbeda di lidah. Tidak berbau prengus, dagingnya lembut, gurih dan bumbunya meresap.

Porsi makanan di tempat ini termasuk besar. Satu menu bisa untuk dimakan 2 sampai 3 orang. Namun jika porsi makan anda banyak, silakan pesan 1 porsi per orang.

Jika berkunjung ke Solo sempatkan mampir ke Sate Kambing Pak Manto. Tapi usahakan datang lebih awal. Karena tempat ini selalu ramai pengunjung sampai malam.

Masjid Cheng Ho Surabaya, Wisata Religi yang Punya Fakta Menarik

Buat kamu yang sedang berada di Surabaya, Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya atau yang lebih dikenal dengan Masjid Cheng Ho menjadi destinasi wisata religi yang wajib kamu kunjungi. Penasaran seperti apa Masjid Cheng Ho ini?

Sebuah masjid bergaya khas oriental negeri Tirai Bambu China ini dibangun sebagai bentuk penghormatan pada Laksamana Cheng Ho, seorang laksamana China yang menyebarkan agama Islam melalui jalur perdagangan.

Berikut ini beberapa fakta menarik mengenai Masjid Cheng Hoo Surabaya yang dirangkum oleh detikTravel:

1. Asal Usul Nama Masjid Cheng Ho

Masjid Cheng Ho Surabaya merupakan masjid pertama di Indonesia yang menggunakan nama Muslim Tionghoa dan menjadi simbol perdamaian umat beragama. Nama masjid ini berasal dari sosok penghormatan pada Cheng Ho, seorang Muslim berperawakan tinggi yang pernah berlayar dari China hingga ke pantai Afrika. Kedatangan Cheng Ho saat itu disambut baik karena ia menghormati wilayah yang ia singgahi.

Ia mempunyai beberapa misi melalui jalur perdagangan, seperti menjalin persahabatan dan menyebarkan ajaran agama Islam. Oleh karena itu, untuk mengapresiasi sosok Laksamana Cheng Ho yang membawa misi baik tersebut didirikanlah Masjid Cheng Ho.

2. Sejarah Masjid Cheng Ho Surabaya

Masjid Cheng Ho Surabaya dibangun oleh para pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Jawa Timur serta tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya. Pembangunan masjid ini dibuat mirip seperti klenteng sebagai wujud penghormatan sosok laksamana Cheng Ho yang membawa misi perdamaian dan seorang muslim yang taat beribadah. Dan, membuat monumental catatan dan fakta perjalanan sejarah sebagai bahariwan mualim yang terkenal dan terpuji.

3. Masjid-Masjid Cheng Ho di Indonesia

Bangunan Masjid Cheng Ho ini faktanya banyak tersebar di perkotaan Indonesia. Pada tahun 2002, Masjid Cheng Ho yang paling awal berdiri di Surabaya.

Lalu disusul oleh kota Palembang (2006), Kutai Kartanegara (2007), Purbalingga (2011), Jambi (2012), Gowa dan Banjarmasin (2014), Batam (2015), Banyuwangi (2016), Samarinda (2017).

Tempat Ini Dijuluki Tanah yang Dibuat Tuhan Saat Sedang Marah (2)

Kekayaan seperti apa maksudnya?

Sangat gersang tidak membuat Skeleton Coast sepi dari fauna. Sebut saja, macan tutul, cheetah, gajah, kucing caracal, jerapah, gemsbok, antilop sampai flamingo juga hidup di sini. Lautnya pun terisi dengan anjing laut sampai hiu.

Kita mulai dari laut. Gelombang tinggi Skeleton Coast membuat surfing menjadi kegiatan dari wisatawan.

Surfer pun tak bisa sembarangan. Kamu mau mau menikmati pantai dihimbau untuk tidak melukai anjing laut maupun lumba-lumba. Karena saat terbawa gelombang besar, mamalia inilah yang jadi acuan untuk kembali pantai.

Alam Skeleton Coast hanya bisa dijelejahi dari pintu utara antara Mowe Bay dan Sungai Kunene. Area ini bisa dijangkau dengan safari tenda dan izin masuk ke zona terbatas.

Penjelajahan ini pun tidak bisa dibilang biasa. Karena untuk tiba di Sungai Kunene, wisatawan harus melaluis operator khusus seperti Afrika Travel Resource (ATR) dan Wildspace Adventure.

Hanya dua operator inilah yang memiliki izin khusus dari taman nasional dan kepala suku. Izin ini sangat penting karena wisatawan akan melewati salah satu daerah terpencil di Afrika.

Selain operatur tur khusus, wisatawan juga bisa menikmati alam ekstrem ini dengan kemping safari pribadi mewah di Hoanib Skeleton Coast Camp. Kamp ini menawarkan akses ke pantai terbaik dan safari dengan 4x4 menyusuri Sungai Hoanib.

Selain itu apa lagi yang bisa dilihat?

Ekstremnya tanah Skeleton membuat kebanyakan fauna darat berevolusi. Seperti gajah yang berukuran lebih kecil tapi punya kaki lebih panjang dan lebar. Evolusi ini memudahkan gajah untuk berjalan di pasir gurun.

Kebanyakan hewan darat tahan untuk tidak minum selama berminggu-minggu. Mereka akan mengkonsumsi makanan kaya air seperti akan dan umbi.

Pesisir ini juga memiliki laguna yang diisi oleh kawanan flamingo. Sambil menunggu musim migrasi, sekitar 50.000an flamingo akan tumbuh sehat di area laguna sampai muara.

Bicara soal padang gurun menjadikan Skeleton Coast unik. Menjadi bagian dari Namib-Naukluft National Park, Skeleton Coast seringkali menjadi gambaran umum dari Namibia yang berpasir.

Memang, gundukan pasirnya membuat siapa pun tak akan tahan untuk tinggal di sini. Saat malam tiba, dingin yang menyengat bikin tubuh menggigil.

Di tengah gurunnya yang tak berpenghuni inilah terdapat fenomena alam fairy circle atau fairy rings. Ini adalah fenomena lingkaran yang dikelilingi oleh tumbuhan. Kalau dilihat dari ketinggian mirip jejak kaki.

Ada beberapa teori terkait dengan fenomena ini. Masyarakat lokal Himba percaya bahwa formasi lingkaran tersebut dikarenakan oleh arwah dan jejak dari Dewa Mukuru. Ada pula yang bilang kalau itu adalah jejak dari UFO atau peri yang menari saat malam.

Para ahli sendiri masih bingung dengan fenomena lingkarang yang berdiameter 1,5-6 meter. Yang mungkin saja terjadi adalah swasembada vegetasi. Persaingan akar antar rerumputan menyebabkan bagian tengah lingkaran jadi gundul.

Dari ulasan yang sudah diberikan, kira-kira traveler makin penasaran dengan Skeleton Coast?