Selasa, 31 Desember 2019

Ultah Provinsi Riau Meriah dengan Pentas Seni hingga Kuliner

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Riau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau meluncurkan Riau Expo 2019 di Atrium Hall Living World. Acara yang digelar pada Rabu (14/8/2019) ini dihadiri sejumlah pejabat dan dibuka dengan tarian khas Melayu.

Setelah sambutan-sambutan, acara dilanjut dengan perkenalan perwakilan GDP Venture yang menaungi tiket.com, blibli.com, dan opini.id. Barulah kemudian acara inti dilakukan, yaitu ditandai dengan pemukulan gong dan tarian daerah.

"Riau Expo 2019 dikemas dalam acara gebyar musik, pentas seni budaya, dan parade kuliner. Tak kurang dari 300 booth dan stand pameran akan terpasang dalam kegiatan ini," ucap Gubernur Riau Syamsuar dalam keterangannya, Kamis (15/8/2019).

Syamsuar juga mengatakan bahwa event ini digelar dalam rangka memperingati HUT Provinsi Riau ke-62. Menurutnya, rangkaian acara HUT ini akan berlangsung di Komplek Bandar Seni Raja Ali Haji (Purna MTQ) Pekanbaru pada tanggal 31 Agustus-4 September mendatang.

Lanjut Syamsuar, stand-stand pameran tersebut akan diisi oleh unsur pemerintah, dunia usaha, UKM, dan pelaku usaha lainnya. Secara garis besar, event ini digelar sebagai ajang promosi terhadap potensi investasi, pembangunan kebudayaan, pariwisata, dan UKM di Provinsi Riau.

Syamsuar menambahkan tahun ini pihaknya mengangkat tema Pesona Riau di Era Digital dan Industri 4.0 dalam Upaya Meningkatkan Investasi dan Pariwisata. Dengan tema tersebut, ia berharap investasi dan sektor pariwisata di Riau akan terus meningkat.

"Secara detail, Riau Expo 2019 akan berisi Parade Baju Daerah, Kompetisi Lagu Daerah, Kompetisi Tarian Daerah, dan Pemilihan Miss Riau Expo. Event ini juga menyajikan berbagai kuliner khas Riau serta masakan nusantara dan internasional. Rencananya, penonton juga bakal dihibur dengan penampilan band d'Masiv," ungkapnya.

Cirebon Costume Carnival 2019 Siapkan Total Hadiah Rp 50 Juta

Pemerintah Kota Cirebon akan menggelar Cirebon Custom Carnival 2019 untuk merayakan hari jadinya yang ke-650. Gelaran ini akan dilaksanakan pada tanggal 1 September mendatang dan terbuka untuk umum. Adapun menurut Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis, panitia sudah menyediakan total hadiah sebesar Rp 50 juta untuk para pemenang.

"Semua boleh ikut. Instansi, perusahaan, sekolah, komunitas, paguyuban, dan lain-lain. Pendaftaran dibuka tanggal 15-28 Agustus dengan biaya hanya Rp 65 ribu per kelompok," ujar Nashrudin dalam keterangan tertulis, Kamis (15/8/2019).

Menurut Nashrudin, ada empat kategori peserta yang akan unjuk kreativitas. Kategori pertama dari instansi pemerintah/TNI/Polri/SKPD/BUMN/BUMD. Kategori kedua terdiri dari perhotelan/mal/pusat perbelanjaan/perusahaan swasta. Kemudian kategori ketiga diisi kelompok pelajar/perguruan tinggi/sekolah. Sementara di kategori terakhir atau keempat meliputi RW/OKP/ormas/komunitas/paguyuban etnis daerah.

Nashrudin juga mengatakan ada tiga tema yang bisa dipilih peserta Cirebon Custom Carnival 2019, yaitu Charming Cirebon, Exotic Cirebon, dan Cirebon Ayu. Sementara tagline yang diangkat dalam acara ini adalah 'Dari Cirebon untuk Dunia'.

"Adapun persyaratan peserta, untuk masyarakat umum tanpa ada batas usia. Tiap kelompok minimal 10 orang dan maksimal 20 orang. Setiap kelompok wajib membawa nama identitas sendiri, wajib memakai kacamata hitam, dan tidak diperkenankan mengunakan kendaraan saat pawai. Peserta bebas menggunakan kostum adat nasional atau internasional," ujarnya.

Untuk kriteria penilaian, kreativitas peserta menjadi hal utama. Selanjutnya kriteria penilaian juga meliputi kostum, yel-yel, kerapian, kekompakan, dan perlengkapan lainnya. Ada juga penilaian dari kreativitas kacamata dan isi pesan dan peserta yang dapat memenuhi challenge yang ditentukan panitia.

Sedangkan untuk rute, para peserta akan dilepas dengan start di Jalan Siliwangi yang berada di depan Balai Kota Cirebon. Kemudian check point 1 di depan Asia Toserba, check point 2 di Jalan Bahagia, dan finish di depan Gedung BAT Cirebon.

Stakeholder Ini Dibutuhkan untuk Kembangkan Wisata Religi di Tanara

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kementerian Pariwista Oneng Setya Harini mengatakan wilayah Tanara di Kabupaten Serang dinilai memiliki potensi wisata yang besar, khususnya wisata religi. Namun untuk mengembangkan wisata tersebut dibutuhkan unsur pentahelix.

"Bagaimana caranya Tanara bisa menjadi destinasi pariwisata? Tentunya harus ada unsur pentahelix. Tidak mungkin hanya dikerjakan pengurus pesantren saja. Harus ada akademisi, bisnis atau industri, government atau pemerintah, komunitas, dan media," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (15/8/2019).

Oneng juga mengimbau agar generasi milenial untuk dilibatkan dalam pengembangan potensi wisata tersebut. Karena, generasi itulah yang akan membantu mengenalkan dan mengangkat destinasi di dunia maya, dan imbasnya bisa dikenal lebih luas.

"Jangan lupa libatkan juga anak muda. Libatkan generasi milenial untuk mengangkat destinasi Tanara. Generasi milenial ini adalah generasi yang akrab dengan digital. Akrab dengan dunia maya. Mereka bisa posting setiap hari, dan ini bagian dari promosi," jelasnya.

Hal yang juga tidak kalah penting, kata Oneng adalah memetakan pasar. Menurutnya bicara mengenai potensi pariwisata tidak akan bisa dipisahkan dari pasar, diperlukan rencana pengembangan wisata yang tersasar.

"Berbicara mengenai pariwisata, berarti kita juga bicara pasar. Karena, tanpa pasar tidak akan ada pariwisata. Kalau hanya membuat destinasi tapi tidak ada yang datang, kan jadi sia-sia. Kita harus kenali pasar dulu, baru kembangkan produknya," jelasnya.

Dia menilai dngan disusunnya masterplan pengembangan Wisata Religi Kabupaten Serang oleh Kementerian Pariwisata, maka nanti akan terpetakan potensi pasar wisatawannya.

"Kemenpar hadir karena Tanara punya potensi yang luar biasa. Khususnya, untuk mengembangkan wisata religi. Tapi, memang masih ada yang harus dibenahi. Namun intinya, bagaimana kita sama-sama memahami konsep wisata religi," sebutnya.

Wanita berhijab itu mengatakan, pariwisata memberikan harapan bagi masyarakat. Bahkan, Presiden menyampaikan jika pariwisata harus jadi nomor 1 untuk kesejahteraan masyarakat. Namun, hal itu akan susah untuk dicapai jika tidak ada komitmen dari masyarakat sendiri.

"Pariwisata itu cara mudah dan murah untuk mendapatkan income. Bukan hanya bagi devisa negara. Tetapi juga PAD (Pendapatan Asli Daerah). Yang harus dipikirkan dari pariwisata adalah bagaimana masyarakat bisa bahagia dan sejahtera," paparnya.

Oneng menambahkan, pariwisata bisa dikelola masyarakat, komunitas atau lembaga tertentu. Dan bisa jadi besar bila ada komitmen di dalamnya. Namun, harus diketahui apa potensi yang bisa dikembangkan.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan Kemenpar akan memberikan dukungan buat Tanara. Karena, hal tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menjaring wisatawan mancanegara.

"Wisata religi bisa dikembangkan di Tanara, dengan pengembangan storytelling, Tanara bisa mengangkat potensi daerahnya. Khususnya, potensi wisata religi dan bisa turut mendatangkan wisatawan mancanegara," paparnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, juga mengingatkan pentingnya 3A (aksesibilitas-amenitas-atraksi) dalam mengembangkan sebuah destinasi.

"3A itu faktor utama yang harus diperhatikan jika ingin mendatangkan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Tanara harus memikirkan apa atraksi yang bisa dinikmati wisatawan. Kemudian bagaimana akses menuju ke sana. Yang tidak kalah penting adalah amenitas. Kembangkan hal-hal itu bersama stakeholder, dan rangkul pentahelix agar semakin cepat pengembangannya," jelasnya.