Minggu, 02 Februari 2020

Bukan di Jerman, Ini di China

 Mungkin tak banyak yang tahu soal Kota Qingdao di Shandong, China. Kota yang terkenal karena pabrik birnya ini sudut-sudut cantik layaknya Eropa.

Inilah Qingdao, ibukota Provinsi Shandong di China. Mungkin kota ini tak sepopuler Beijing dan Shanghai, namun bukan berarti Qingdao tak pantas masuk daftar liburan kamu.

detikcom berkunjung ke Qingdao, Shandong bersama Dwidaya Tour dan Kementerian Pariwisata China. Hal pertama yang harus diketahui adalah Qingdao begitu terkenal dengan pabrik birnya.

Hal itu tidak begitu saja terjadi. Berbeda dengan wilayah China lain yang dikuasai oleh raja-raja, Qingdao jadi wilayah China yang dijajah oleh Jerman.

Jerman menjajah Qingdao pada tahun 1894 selama 14 tahun. Selama masa penjajahan, Kota Qingdao dibangun dengan sangat baik. Jerman bahkan membangun pembuangan air sehingga kota ini terhindar dari banjir.

Hal ini begitu terasa kalau kamu menginjakkan kaki di kota ini. Tata kota yag rapih dan bangunan yang mirip Eropa berjajar di sepanjang kota ini. Rasanya jadi seperti ada di Jerman!

Sebut saja yang paling populer adalah Gereja Katedral di jalan Zhejiang Lu. Gereja ini dibangun pada tahun 1932-1934 dengan daya tampung 1.000 jemaat.

Untuk masuk ke gereja, wisatawan akan dikenakan biaya tambahan. Dua menara tinggi gereja ini juga fotogenik bagi kamu yang hanya mau berfoto. Kawasan Katedral terlihat benar-benar kental dengan suasana Eropa.

Satu yang menjadi landmark adalah Zhan Qiao Pier. Disebut sebagai kota pantai di China, Qingdao begitu mantap dengan pagoda cantik yang diletakkan di tengah laut.

Zhan Qiao Pier dibangun untuk sebagai pelabuhan kala itu. Semua barang-barang yang dikirim ke Qingdao akan dicek di Zhan Qiao Pier.

Untuk bisa mengunjungi pagoda, ada sebuah jembatan yang menjadi penghubung dari tepi pantai. Tak hanya wisawatawan, banyak punya tukang foto keliling di sini.

Banyak wisatawan yang datang untuk sekedar menikmati suasana pantai atau sekedar memotret burung camar. Anak-anak sangat senang bermain pasir di pinggir pantai. Jelas saja, pantai menjadi barang mahal di daratan China.

Tak jauh dari kawasan pantai, ada mini Qingdao yang terletak di area perumahan. Berjalan menanjak, tempat ini juga memiliki pagoda yang membuat kamu bisa melihat Qingdao dengan sudut yang lebih luas.

Berjalan sepuluh menit ke area The Eight Passes, traveler akan dibawa bernostalgia dengan kota lama Qingdao. Kawasan ini dibuka untuk umum dan menjadi salah satu peninggalan penting di kota ini.

The Eight Passes dulunya menjadi perumahan elite bagi pejabat Jerman. Sehingga suasananya dibuat layaknya Eropa. Kamu tidak akan menyangka kalau sedang liburan di China.

Rumah-rumah tersebut kemudian menjadi villa bagi pejabat Eropa atau Amerika Serikat yang berkunjung ke Qingdao. Sebagian dari rumah-rumah tersebut sekarang telah menjadi properti negara.

Dari The Eight Passes, kamu akan keluar tepat di tepi pantai. Menyusuri kawasan pantai, kamu akan sampai di The Qingdao Olympic Sailing Centre. Kota Qingdao pernah menjadi penyelenggara untuk cabang olahraga air tahun 2008.

Saat malam tiba, The Qingdao Olympic Sailing Centre akan tampil cantik dengan lampu warna-warni yang menghiasi. Selain The Qingdao Olympic Sailing Centre, ada May Fourth Square yang juga menyala saat malam tiba.

Ruang-ruang publik ini menjadi salah satu pemandang yang disuguhkan Kota Qingdao kepada wisawatan. Tapi itu belum semua, yang menjadi primadona adalah pabrik bir Tsingdao yang sudah ada sejak penjajahan Jerman.

Penasaran? Tunggu ulasannya di artikel selanjutnya ya! 

Menikmati Indahnya Bantul dari Bukit Lintang Sewu

Kabupaten Bantul begitu lekat dengan panorama alam yang hijau dan suasana sejuk. Traveler yang mau menikmati keindahan Bantul coba main ke Bukit Lintang Sewu.

Traveler yang liburan ke Yogyakarta, mungkin bisa melangkahkan kaki ke Kabupaten Bantul. Bantul memang terkenal dengan destinasi menara pandang yang instagenik.

Berada di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Bukit Lintang Sewu menjadi salah satu destinasi kekinian yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Tempat ini bisa dijangkau dengan waktu sekitar satu jam dari Kota Yogyakarta.

Lintang Sewu, yang berarti Seribu Bintang ini merupakan destinasi wisata yang dikelilingi oleh hamparan Hutan Kayu Putih. Tempat ini memberikan tiket masuk dengan harga Rp 2.500 dan biaya parkir Rp 2.000 untuk motor dan Rp 3.000 untuk mobil. Cukup murah untuk menikmati keindahan Bantul dari ketinggian.

Tempat wisata ini memberikan sejumlah spot foto untuk para wisatawan khususnya milennial. Ada sebuah rumah terbalik yang bisa kamu panjat. Latar foto yang dihasilkan adalah rumah dengan lagit biru yang indah.

Yang menjadi favorit adalah menara pandang. Ada beberapa menara pandang di tempat ini. Menara satu ini memiliki jembatan dan gapura sebagai pemanis. Kamu bisa berfoto atau sekedar duduk memandangi Bantul dari ketinggian. Tapi harus hati-hati ya...

Selain menikmati pepohonana yang hijau royo-royo, traveler juga bisa melihat Gunung Merapi di batas horison. Tak cukup jelas namun tetap bikin kamu menikmati keindahan Sang Maha Pencipta.

Masih mau foto-foto? Traveler bisa naik ke atas menara pohon. Ada juga menara pandang yang dihias dengan bambu yang disusun segitiga dan bintang. Kamu bisa duduk di atas tumpukan bambu dan berpose.

Fasilitas lain seperti gazebo, toilet dan warung makan juga telah disediakan di sini. Bukit Lintang Sewu mulai buka pukul 06.00-18.00 WIB.

Cara ke sini:

Dari arah kota Jogja ambil arah Terminal Giwangan kemudian lewat Jalan Imogiri Timur. Traveler lurus terus ke arah selatan.

Rute menuju Bukit Lintang Sewu ini sama dengan rute menuju Pinus Pengger yaitu arah ke kebun buah Mangunan. Setelah sampai di persimpangan Hutan Pinus dan arah Kebun Buah mangunan, ambil jalur naik atau lurus saja.

Setelah melewati Hutan Pinus asri , tetap di jalur lurus. Sekitar 500 meter, kamu sudah sampai di Bukit Lintang Sewu dengan Gapura di kanan jalan.

Bukan di Jerman, Ini di China

 Mungkin tak banyak yang tahu soal Kota Qingdao di Shandong, China. Kota yang terkenal karena pabrik birnya ini sudut-sudut cantik layaknya Eropa.

Inilah Qingdao, ibukota Provinsi Shandong di China. Mungkin kota ini tak sepopuler Beijing dan Shanghai, namun bukan berarti Qingdao tak pantas masuk daftar liburan kamu.

detikcom berkunjung ke Qingdao, Shandong bersama Dwidaya Tour dan Kementerian Pariwisata China. Hal pertama yang harus diketahui adalah Qingdao begitu terkenal dengan pabrik birnya.

Hal itu tidak begitu saja terjadi. Berbeda dengan wilayah China lain yang dikuasai oleh raja-raja, Qingdao jadi wilayah China yang dijajah oleh Jerman.

Jerman menjajah Qingdao pada tahun 1894 selama 14 tahun. Selama masa penjajahan, Kota Qingdao dibangun dengan sangat baik. Jerman bahkan membangun pembuangan air sehingga kota ini terhindar dari banjir.

Hal ini begitu terasa kalau kamu menginjakkan kaki di kota ini. Tata kota yag rapih dan bangunan yang mirip Eropa berjajar di sepanjang kota ini. Rasanya jadi seperti ada di Jerman!

Sebut saja yang paling populer adalah Gereja Katedral di jalan Zhejiang Lu. Gereja ini dibangun pada tahun 1932-1934 dengan daya tampung 1.000 jemaat.

Untuk masuk ke gereja, wisatawan akan dikenakan biaya tambahan. Dua menara tinggi gereja ini juga fotogenik bagi kamu yang hanya mau berfoto. Kawasan Katedral terlihat benar-benar kental dengan suasana Eropa.