Minggu, 02 Februari 2020

5 Jalanan yang Ngetren di Korea Selatan

Jalan kaki santai saat liburan rasanya cukup menyenangkan. Kalau di Korea Selatan, sempatkan berkunjung ke aneka kawasan jalanan yang cantik dan digemari turis ini.

Korea Selatan dengan pesona tradisional dan modern, memiliki jalanan dan sudut-sudut keren untuk dijadikan latar berfoto. Adanya deretan kafe dan restoran di kanan kiri jalan juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin bersantai dan bersantap.

Dalam rilis Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kepada detikcom, Minggu (21/4/2019), berikut ini rekomendasi jalanan yang sedang ngetren di Korea buat destinasi liburan:

1. Jalan Mangnidan-gil

Jalan Mangnidan-gil di Mangwon, Mapo-gu, Seoul, mulai dibuka pada tahun 2015. Jalan ini dipenuhi deretan kafe-kafe kecil, restoran, dan toko-toko. Salah satu daya tarik utama jalan trendi ini adalah lokasinya yang dekat dengan Pasar Mangwon.

Pasar tersebut tidak hanya menjual bahan makanan khas dan barang-barang rumah tangga untuk kehidupan sehari-hari, tetapi juga memiliki banyak makanan yang enak dan patut dicoba. Nah, Jalan Mangnidan-gil ini dapat diakses dari Stasiun Mangwon (jalur 6, pintu keluar 2).

2. Jalan Songnidan-gil

Di tengah-tengah kantor dan rumah-rumah pribadi yang memenuhinya, Jalan Songnidan-gil di Seoul terlihat mencolok dengan barisan kafe dan restoran kecilnya. Restoran-restoran populer di sepanjang Jalan Songnidan-gil ini termasuk Mija, Gabaedo, Peach Grey, dan masih banyak lagi.

Jalan ini sangat cocok untuk didatangi sebelum atau sesudah mengunjungi Taman Songpa Naru. Traveler yang ingin berjalan-jalan ke sini, silahkan ambil jalur 9 dan turun di Stasiun Songpanaru (pintu keluar 1).

3. Jalan Haengnidan-gil

Beranjak ke Suwon, ada Jalan Haengnidan-gil yang wajib dikunjungi. Jalan kecil di sebelah benteng Suwon itu mungkin awalnya terlihat agak membosankan, tetapi jika sudah menyusuri jalanan ini, setiap mata pasti akan terpukau.

Terdapat sekitar 90 toko dengan gaya berbeda dan unik, dari kafe modern dan pub eksotis, hingga studio tembikar dan galeri fotografi. Ada banyak cara asyik dan menyenangkan untuk berkeliling di Haengnidan-gil di antaranya adalah dengan jalan kaki, naik sepeda atau naik becak.

4. Jalan Hwangnidan-gil

Jalan Hwangnidan-gil di Gyeongju tengah naik daun. Jalan ini menggabungkan pesona tradisional Korea dengan gaya modern kafe-kafe yang menghadap ke desa tradisional Hanok, restoran yang menyajikan berbagai hidangan, dan toko-toko yang menjual hanbok bergaya modern.

Area ini belakangan terpilih sebagai salah satu dari 100 Objek Wisata yang Harus Dikunjungi versi KTO pada tahun 2019-2020. Jika memungkinkan, berkunjunglah pada akhir pekan agar bisa ke pasar akhir pekan, Gyeongju Bonghwang Jangte. Di sini, pengunjung dapat menikmati pertunjukan musik, mencicipi jajanan food truck dan membeli kerajinan tangan.

5. Jalan Haeridan-gil

Jika traveler mencari objek wisata terpopuler di Busan, Jalan Haeridan-gil dekat Pantai Haeundae adalah jawabannya. Jalan ini menjadi populer seiring banyaknya kafe, restoran dan toko yang dibuka.

Setiap toko di sini sangat unik karena awalnya adalah bangunan tempat tinggal. Bangunan-bangunan tersebut kemudian dicat warna-warni, sehingga tempat ini sangat cocok menjadi latar belakang foto-foto buat diunggah ke Instagram.

Serasa di Jepang, Padahal di Magelang

 Magelang punya tempat wisata baru yang asyik buat didatangi. Namanya Tirta Kebon nDelik (TKD), konsepnya seperti Negeri Sakura Jepang.

Adapun Tirta Kebon nDelik (TKD) ini lokasinya berada di Karang Kembang RT 01/RW 05, Pucang Gading, Desa Ngluwar, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Lokasi destinasi wisata ini berada di belakang perkampungan penduduk yang suasanya masih alami dan suasana pedesaan.

Bagi traveler yang ingin melihat lokasi wisata yang mengusung konsep ala Jepang ini jika datang dari arah Yogya sampai di Pertigaan Semen. Kemudian menuju arah Ngluwar, kurang lebih 5 km akan menemukan tempatnya.

Lokasi destinasi wisata ini pada hari biasa buka mulai pukul 08.00-17.00 WIB, sedangkan khusus hari Minggu dibuka mulai pukul 06.30 WIB. Adapun tiket masuk orang dewasa Rp10.000, anak-anak Rp5.000 dan bagi orang berkebutuhan khusus gratis.

Saat memasuki terlihat ada gerbang torii dengan nuansa pohon bambu. Selain itu, digantung pula beberapa lampion, bahkan setelah memasuki lokasi juga menemukan gerbang torii dengan ukuran lebih lebih besar.

Di lokasi ini, pengunjung juga akan menemukan sekitar 160 jenis tanaman tabepuya. Tabepuya ditanam dengan jarak sekitar 2 meteran baik jenis tabepuya warna kuning, ungu, pink dan putih. Konsep yang diusung dalam wisata ini konsep Jepang.

"Jadi kalau konsep, kita memang konsep Jepang, jadi di lajur sebelah barat tanaman tabepuya atau Sakura Brazil warna kuning, di tengah ungu, paling sana (pojok) warna pink dan putih. Itu kan kalau di Surabaya ada Bu Risma, di Magelang pas musim juga begitu viral. Kita memang bikin, kita siasati dengan jarak tanam yang relatif dekat dan tingginya pun kita batasi sehingga menjawab orang-orang yang di jalan itu ketika harus berselfi kita sediakan spot di sini," kata Pengelola Tirta Kebon nDelik (TKD) Abdul Aziz saat ditemui di lokasi, Sabtu (20/4) kemarin.

"Tirta Kebun nDelik ada pohon bambu karena biar untuk Jepangnya kental juga. Lampion juga Jepang, Gerbang Torii kalau di Jepang namanya gerbang keberuntungan, itu juga kental. Kita juga ada cemara udang itu juga kental bunga sakura, nanti ketika 3 bulan lagi Insya Allah lajur kanan sudah berbunga," tuturnya.

Selain itu, di lokasi destinasi wisata ini traveler bisa melihat langsung ikan arwana yang berada di kolam dekat tanaman tabepuya. Adapun indukan ikan arwana jumlahnya sampai 80 ekor.

"Ada 80 indukan ikan arwana. Indukan harganya Rp 500.000 per ekor, kalau anak umur satu bulan harganya Rp 20.000-Rp 25.000 per ekor," tutur Aziz yang jugapelaku budidaya yang ikan arwana sudah berlangsung 7 tahun itu.

Untuk memasuki lokasi tersebut tiket masuk sangat terjangkau. Bahkan untuk orang yang berkebutuhan khusus digratiskan.

"Tiket Rp 10.000, kalau anak-anak Rp 5.000. Kemudian, (mohon maaf) yang berkebutuhan khusus kita gratiskan," kata dia.

Pengunjung yang ingin berselfi dengan pakaian ala Jepang juga disediakan pula. Untuk harga sewa pakaian ala Jepang ini berkisar dari Rp 25.000 sampai Rp 50.000 selama satu jam.

"Kita juga menyediakan kostum-kostum Jepang dengan harga yang sangat terjangkau dari Rp 25.000 sampai dengan Rp 50.000 untuk satu jam," kata Aziz.

Sementara itu, Camat Ngluwar Kunta Hendradata mengapresiasi dengan keberadaan Tirta Kebon nDelik tersebut. Diharapkan, keberadaan taman ini bisa memberikan dampak positif bagi warga masyarakat.

"Saya ikut berbangga tentunya bahwa sekarang telah diresmikan taman Tirta Kebun nDelik di Karang Kembang, Ngluwar, juga dapat berkembang dan maju bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya," katanya.

"Nanti dengan adanya taman ini harapannya masyarakat bisa berdaya dengan mengembangkan usaha baik di sektor homestay, makanan kecil, usaha-usaha cinderamata dan lainnya sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dan yang lebih penting akan menjadi ikon di Kecamatan Ngluwar memiliki wisata dengan nuansa Jepang," pintanya.