Minggu, 02 Februari 2020

Sate Ratu Yogyakarta, Destinasi Wisata Kuliner Turis 72 Negara

Liburan ke Yogyakarta tak lengkap jika tak wisata kuliner. Kota ini dikenal dengan ragam kuliner yang nikmat dan murah meriah. Mendengar Yogyakarta, pasti langsung teringat gudeg. Selain gudeg, masih banyak kuliner yang wajib dicoba. Salah satunya adalah Warung Sate Ratu. Kuliner ini wajib masuk itinerari traveler.

Warung Sate Ratu yang didirikan sejak 2016 ini sukses mengundang banyak wisatawan lokal maupun turis asing. Hingga April 2019, Warung Sate Ratu telah menerima tamu dari 72 negara seperti Jepang, China, Korea, Singapura, Aruba, Saudi Arabia, Maroko, hingga Tanzania.

Ramainya Warung Sate Ratu karena menu yang disajikan sangat nikmat dan berbeda dari sate biasanya. Belum lagi harganya yang murah meriah, yakni sekitar Rp 20 ribuan. Tak heran jika Warung Sate Ratu selalu ramai wisatawan maupun warga lokal.

Warung Sate Ratu milik Fabian Budi Seputro ini punya ragam menu yang sedap nikmat. Jika ke sana, cicipi sate merah yang dibuat dari potongan daging ayam besar empuk juicy. Tambah nikmat, sate merah dilumuri bumbu rempah spesial yang dicampur cabai.

Pesan juga sate lilit basah yang dihidangkan tanpa tusuk sate dan sedikit berkuah. Sate ini diolah dari daging ayam cincang lalu diuleni dengan bumbu spesial. Kemudian dikukus dengan dipanaskan dengan mentega. Terakhir, lengkapi wisata kuliner traveler menu ceker tugel yang gurih pedas mirip bumbu rica-rica.

Salah satu kunci Sate Ratu diminati banyak wisatawan adalah menunya selalu disajikan fresh. Maka kualitas dan cita rasanya tetap terjaga. Hal ini pula yang mengantarkan Warung Sate Ratu meraih banyak penghargaan seperti 'Certificate of Excellence' dari Trip Advisor pada 2017 dan 2018.

Bahkan Sate Ratu terpilih menjadi 1 dari 22 besar finalis nasional Penerus Warisan Kuliner Kecap Bango dari 7.000 peserta serta 1 dari 95 Food Startup Indonesia yang terkurasi dari ratusan food startup se-Indonesia yang diadakan Bekraf.

Yuk, liburan ke Yogyakarta dan wisata kuliner di Warung Sate Ratu! Sebagai informasi, warung sate ini belum memiliki franchise dan cabang di manapun. Jadi satu-satunya Warung Sate Ratu berlokasi di Jogja Paradise Food Court, Jalan Magelang KM. 6, Sleman, Yogyakarta (depan The Rich Hotel).

Traveler juga bisa memesan aneka menu Sate Ratu melalui Go-Food. Untuk melihat menu yang ditawarkan Warung Sate Ratu, cek Instagram @sateratu atau kunjungi situs sateratu.id atau hubungi WhatsApp di nomor 08155556666.

Menikmati Indahnya Bantul dari Bukit Lintang Sewu

Kabupaten Bantul begitu lekat dengan panorama alam yang hijau dan suasana sejuk. Traveler yang mau menikmati keindahan Bantul coba main ke Bukit Lintang Sewu.

Traveler yang liburan ke Yogyakarta, mungkin bisa melangkahkan kaki ke Kabupaten Bantul. Bantul memang terkenal dengan destinasi menara pandang yang instagenik.

Berada di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Bukit Lintang Sewu menjadi salah satu destinasi kekinian yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Tempat ini bisa dijangkau dengan waktu sekitar satu jam dari Kota Yogyakarta.

Lintang Sewu, yang berarti Seribu Bintang ini merupakan destinasi wisata yang dikelilingi oleh hamparan Hutan Kayu Putih. Tempat ini memberikan tiket masuk dengan harga Rp 2.500 dan biaya parkir Rp 2.000 untuk motor dan Rp 3.000 untuk mobil. Cukup murah untuk menikmati keindahan Bantul dari ketinggian.

Tempat wisata ini memberikan sejumlah spot foto untuk para wisatawan khususnya milennial. Ada sebuah rumah terbalik yang bisa kamu panjat. Latar foto yang dihasilkan adalah rumah dengan lagit biru yang indah.

Yang menjadi favorit adalah menara pandang. Ada beberapa menara pandang di tempat ini. Menara satu ini memiliki jembatan dan gapura sebagai pemanis. Kamu bisa berfoto atau sekedar duduk memandangi Bantul dari ketinggian. Tapi harus hati-hati ya...

Selain menikmati pepohonana yang hijau royo-royo, traveler juga bisa melihat Gunung Merapi di batas horison. Tak cukup jelas namun tetap bikin kamu menikmati keindahan Sang Maha Pencipta.

Sabtu, 01 Februari 2020

Cuma di Jepang, Ada Toilet yang Dikelilingi Akuarium

Soal inovasi, Negeri Sakura Jepang tak pernah ada habisnya. Yang terbaru, ada sebuah toilet yang dikelilingi oleh akuarium. Penasaran?

Hipopo Papa Cafe di Kota Akashi tengah jadi perbincangan di kalangan traveler Jepang. Alasannya dapat ditemui lewat toilet kafe mereka.

Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Kamis (25/4/2019), toilet kafe tersebut mendadak viral karena dikelilingi oleh akuarium sebagai dindingnya seperti diberitakan situs Oddity Central.

Di kalangan traveler lokal, toilet ini malah sudah jadi atraksi wisata sejak lama. Diketahui, toilet ini sudah beroperasi sejak 12 tahun silam.

Hanya saja, toilet itu dibuat untuk para wanita saja. Cuma kalau kafe tak terlalu rame, pihak pengelola mengizinkan para pengunjung pria untuk melihat toilet tersebut. Tentu saja dengan kondisi tak ada orang di dalamnya.

Untuk informasi, pemilik kafe menginvestasikan sekitar 3,6 miliar rupiah untuk membuat toilet tak biasa tersebut. Sungguh biaya yang tak sedikit.

Memiliki toilet sekeren itu, tentu menimbulkan masalah sendiri bagi pengelola kafe. Tak sedikit pengunjung yang malah lebih banyak menghabiskan waktu di toilet ketimbang memesan makan atau minum.

Malah, ada pengunjung yang merasa tak nyaman saat buang air sambil dilihat ikan penghuni akuarium. Ada-ada saja..

Sempat Viral, Inilah 5 Fakta Tugu Photocopy

Beberapa waktu lalu, media sosial dihebohkan dengan tugu yang mirip mesin fotocopy. Ini 5 fakta yang perlu kamu tahu tentang tugu tersebut.

Sempat menghebohkan dunia maya, tugu yang mirip dengan mesin fotocopy ini beneran ada lho. Sesuai dengan bentuknya, nama tugu ini adalah Tugu Photocopy.

Dikumpulkan detikcom, Kamis (25/4/2019) terdapat beberapa fakta yang perlu kamu ketahui tentang tugu ini lho. Apa ya?

1. Berada di Sumatera Barat

Tugu Photocopy berada di Jorong Lareh Nan Panjang, Nagari Atar, Kecamatan Padang Gantiang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Bila diukur jaraknya dari Kota Padang sekitar 127 km atau 3 jam perjalanan dengan mobil.

2. Puncak tugu mirip mesin fotocopy

Sesuai dengan namanya, puncak tugunya ini berbentuk mesin fotocopy. Sengaja dibuat seperti mesin fotocpy sebagai lambang dan ciri khas dari kehidupan penduduk di Desa Atar tersebut.

3. Lebih dari setengah penduduk Desa Atar usaha fotocopy

Pembangunan Tugu Photocopy bukannya tanpa ada tujuan. Konon tugu ini lambang kesuksesan warga Desa Atar yang berada di perantauan. Mereka rata-rata usaha di bidang fotocopy.

Para perantau dari Atar pun tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Namun yang paling banyak ada di Bandung. Mereka semua tergabung dalam ikatan IWATAR (Ikatan Warga Atar).

Karena para perantau Atar telah sukses berkecimpung di usaha photocopy, mereka pun berinisiatif untuk membangun sebuah tugu yang unik. Karena mereka usaha di photocopy, maka dibangunlah Tugu Photocopy.

4. Ciri khas desa

Karena lebih dari separuh warga Desa Atar merantau dan membuka usaha fotocpy, tugu ini pun menjadi identitas dan penanda desa. Bila traveler jalan-jalan ke Batusangkar, bila ke Desa Atar tugu inilah penandanya.

5. Telah ada semenjak 2012

Walau baru viral sekarang, bukan berarti tugu ini baru dibangun ya. Tugu Photocopy telah ada semenjak tahun 2012. Tugu Photocopy setinggi sekitar 5-6 meter ini berdiri tepat di samping Kantor Wali Nagari Atar.