Minggu, 02 Februari 2020

Menikmati Indahnya Bantul dari Bukit Lintang Sewu

Kabupaten Bantul begitu lekat dengan panorama alam yang hijau dan suasana sejuk. Traveler yang mau menikmati keindahan Bantul coba main ke Bukit Lintang Sewu.

Traveler yang liburan ke Yogyakarta, mungkin bisa melangkahkan kaki ke Kabupaten Bantul. Bantul memang terkenal dengan destinasi menara pandang yang instagenik.

Berada di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Bukit Lintang Sewu menjadi salah satu destinasi kekinian yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Tempat ini bisa dijangkau dengan waktu sekitar satu jam dari Kota Yogyakarta.

Lintang Sewu, yang berarti Seribu Bintang ini merupakan destinasi wisata yang dikelilingi oleh hamparan Hutan Kayu Putih. Tempat ini memberikan tiket masuk dengan harga Rp 2.500 dan biaya parkir Rp 2.000 untuk motor dan Rp 3.000 untuk mobil. Cukup murah untuk menikmati keindahan Bantul dari ketinggian.

Tempat wisata ini memberikan sejumlah spot foto untuk para wisatawan khususnya milennial. Ada sebuah rumah terbalik yang bisa kamu panjat. Latar foto yang dihasilkan adalah rumah dengan lagit biru yang indah.

Yang menjadi favorit adalah menara pandang. Ada beberapa menara pandang di tempat ini. Menara satu ini memiliki jembatan dan gapura sebagai pemanis. Kamu bisa berfoto atau sekedar duduk memandangi Bantul dari ketinggian. Tapi harus hati-hati ya...

Selain menikmati pepohonana yang hijau royo-royo, traveler juga bisa melihat Gunung Merapi di batas horison. Tak cukup jelas namun tetap bikin kamu menikmati keindahan Sang Maha Pencipta.

Masih mau foto-foto? Traveler bisa naik ke atas menara pohon. Ada juga menara pandang yang dihias dengan bambu yang disusun segitiga dan bintang. Kamu bisa duduk di atas tumpukan bambu dan berpose.

Fasilitas lain seperti gazebo, toilet dan warung makan juga telah disediakan di sini. Bukit Lintang Sewu mulai buka pukul 06.00-18.00 WIB.

Cara ke sini:

Dari arah kota Jogja ambil arah Terminal Giwangan kemudian lewat Jalan Imogiri Timur. Traveler lurus terus ke arah selatan.

Rute menuju Bukit Lintang Sewu ini sama dengan rute menuju Pinus Pengger yaitu arah ke kebun buah Mangunan. Setelah sampai di persimpangan Hutan Pinus dan arah Kebun Buah mangunan, ambil jalur naik atau lurus saja.

Setelah melewati Hutan Pinus asri , tetap di jalur lurus. Sekitar 500 meter, kamu sudah sampai di Bukit Lintang Sewu dengan Gapura di kanan jalan.

Bukan di Jerman, Ini di China

 Mungkin tak banyak yang tahu soal Kota Qingdao di Shandong, China. Kota yang terkenal karena pabrik birnya ini sudut-sudut cantik layaknya Eropa.

Inilah Qingdao, ibukota Provinsi Shandong di China. Mungkin kota ini tak sepopuler Beijing dan Shanghai, namun bukan berarti Qingdao tak pantas masuk daftar liburan kamu.

detikcom berkunjung ke Qingdao, Shandong bersama Dwidaya Tour dan Kementerian Pariwisata China. Hal pertama yang harus diketahui adalah Qingdao begitu terkenal dengan pabrik birnya.

Hal itu tidak begitu saja terjadi. Berbeda dengan wilayah China lain yang dikuasai oleh raja-raja, Qingdao jadi wilayah China yang dijajah oleh Jerman.

Jerman menjajah Qingdao pada tahun 1894 selama 14 tahun. Selama masa penjajahan, Kota Qingdao dibangun dengan sangat baik. Jerman bahkan membangun pembuangan air sehingga kota ini terhindar dari banjir.

Hal ini begitu terasa kalau kamu menginjakkan kaki di kota ini. Tata kota yag rapih dan bangunan yang mirip Eropa berjajar di sepanjang kota ini. Rasanya jadi seperti ada di Jerman!

Sebut saja yang paling populer adalah Gereja Katedral di jalan Zhejiang Lu. Gereja ini dibangun pada tahun 1932-1934 dengan daya tampung 1.000 jemaat.

Untuk masuk ke gereja, wisatawan akan dikenakan biaya tambahan. Dua menara tinggi gereja ini juga fotogenik bagi kamu yang hanya mau berfoto. Kawasan Katedral terlihat benar-benar kental dengan suasana Eropa.

Sate Ratu Yogyakarta, Destinasi Wisata Kuliner Turis 72 Negara

Liburan ke Yogyakarta tak lengkap jika tak wisata kuliner. Kota ini dikenal dengan ragam kuliner yang nikmat dan murah meriah. Mendengar Yogyakarta, pasti langsung teringat gudeg. Selain gudeg, masih banyak kuliner yang wajib dicoba. Salah satunya adalah Warung Sate Ratu. Kuliner ini wajib masuk itinerari traveler.

Warung Sate Ratu yang didirikan sejak 2016 ini sukses mengundang banyak wisatawan lokal maupun turis asing. Hingga April 2019, Warung Sate Ratu telah menerima tamu dari 72 negara seperti Jepang, China, Korea, Singapura, Aruba, Saudi Arabia, Maroko, hingga Tanzania.

Ramainya Warung Sate Ratu karena menu yang disajikan sangat nikmat dan berbeda dari sate biasanya. Belum lagi harganya yang murah meriah, yakni sekitar Rp 20 ribuan. Tak heran jika Warung Sate Ratu selalu ramai wisatawan maupun warga lokal.

Warung Sate Ratu milik Fabian Budi Seputro ini punya ragam menu yang sedap nikmat. Jika ke sana, cicipi sate merah yang dibuat dari potongan daging ayam besar empuk juicy. Tambah nikmat, sate merah dilumuri bumbu rempah spesial yang dicampur cabai.

Pesan juga sate lilit basah yang dihidangkan tanpa tusuk sate dan sedikit berkuah. Sate ini diolah dari daging ayam cincang lalu diuleni dengan bumbu spesial. Kemudian dikukus dengan dipanaskan dengan mentega. Terakhir, lengkapi wisata kuliner traveler menu ceker tugel yang gurih pedas mirip bumbu rica-rica.

Salah satu kunci Sate Ratu diminati banyak wisatawan adalah menunya selalu disajikan fresh. Maka kualitas dan cita rasanya tetap terjaga. Hal ini pula yang mengantarkan Warung Sate Ratu meraih banyak penghargaan seperti 'Certificate of Excellence' dari Trip Advisor pada 2017 dan 2018.

Bahkan Sate Ratu terpilih menjadi 1 dari 22 besar finalis nasional Penerus Warisan Kuliner Kecap Bango dari 7.000 peserta serta 1 dari 95 Food Startup Indonesia yang terkurasi dari ratusan food startup se-Indonesia yang diadakan Bekraf.

Yuk, liburan ke Yogyakarta dan wisata kuliner di Warung Sate Ratu! Sebagai informasi, warung sate ini belum memiliki franchise dan cabang di manapun. Jadi satu-satunya Warung Sate Ratu berlokasi di Jogja Paradise Food Court, Jalan Magelang KM. 6, Sleman, Yogyakarta (depan The Rich Hotel).

Traveler juga bisa memesan aneka menu Sate Ratu melalui Go-Food. Untuk melihat menu yang ditawarkan Warung Sate Ratu, cek Instagram @sateratu atau kunjungi situs sateratu.id atau hubungi WhatsApp di nomor 08155556666.

Menikmati Indahnya Bantul dari Bukit Lintang Sewu

Kabupaten Bantul begitu lekat dengan panorama alam yang hijau dan suasana sejuk. Traveler yang mau menikmati keindahan Bantul coba main ke Bukit Lintang Sewu.

Traveler yang liburan ke Yogyakarta, mungkin bisa melangkahkan kaki ke Kabupaten Bantul. Bantul memang terkenal dengan destinasi menara pandang yang instagenik.

Berada di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Bukit Lintang Sewu menjadi salah satu destinasi kekinian yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Tempat ini bisa dijangkau dengan waktu sekitar satu jam dari Kota Yogyakarta.

Lintang Sewu, yang berarti Seribu Bintang ini merupakan destinasi wisata yang dikelilingi oleh hamparan Hutan Kayu Putih. Tempat ini memberikan tiket masuk dengan harga Rp 2.500 dan biaya parkir Rp 2.000 untuk motor dan Rp 3.000 untuk mobil. Cukup murah untuk menikmati keindahan Bantul dari ketinggian.

Tempat wisata ini memberikan sejumlah spot foto untuk para wisatawan khususnya milennial. Ada sebuah rumah terbalik yang bisa kamu panjat. Latar foto yang dihasilkan adalah rumah dengan lagit biru yang indah.

Yang menjadi favorit adalah menara pandang. Ada beberapa menara pandang di tempat ini. Menara satu ini memiliki jembatan dan gapura sebagai pemanis. Kamu bisa berfoto atau sekedar duduk memandangi Bantul dari ketinggian. Tapi harus hati-hati ya...

Selain menikmati pepohonana yang hijau royo-royo, traveler juga bisa melihat Gunung Merapi di batas horison. Tak cukup jelas namun tetap bikin kamu menikmati keindahan Sang Maha Pencipta.