Minggu, 02 Februari 2020

Kemenpar Genjot Wisman Filipina dengan Consumer Selling

Terus tumbuhnya kunjungan wisatawan asal Filipina, membuat Kementerian Pariwisata berinisiatif menggelar Consumer Selling, 2-3 Mei mendatang. Kegiatan yang bersifat promosi B to C ini, akan digelar di SM Clark, di sepanjang M.A. Roxas Avenue di Clark Freeport, Angeles City di Pampanga, Filipina.

Sebanyak 6 seller akan dilibatkan dalam kegiatan ini. Yaitu MAVP Travel & Tours, Ties That Travel, The Travelorder , Flight Destination Travel & Tours, Joy Meets World Travel & Tours, dan Amega Travel and Tours Services.

Menurut Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh. Ricky Fauziyani di Jakarta, Jumat (19/4), kegiatan ini untuk menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara.

Sekaligus, mempromosikan pariwisata Indonesia. Juga mengenali potensi kerja sama industri pariwisata antarnegara.

"Strategi branding dan selling terus dilakukan. Sepanjang waktu, kali ini kita akan melaksanakan Consumer Selling ini di Super Mall teramai di kota masa depan Filipina," kata Ricky Fauziyani.

Filipina memang merupakan salah satu fokus pasar wisman di unit kerja Regional III. Sebab, kunjungan wisman asal Filipina tumbuh sangat positif.

Hal ini terlihat sepanjang 2018 lalu. Kunjungan wisatawan asal Filipina mencapai 217.582 orang. Angka ini surplus 104% dari target 210 Ribu orang wisatawan Filipina. Untuk 2019, kunjungan wisatawan Filipina ditarget 280 Ribu orang.

Untuk merayu warga Filipina, rangkaian promosi dan selling akan menawarkan destinasi yang beragam. Semuanya indah dan kelas dunia. Jakarta, Bali, Yogyakarta dan Bandung menjadi pilihan.

Pertimbangan pemilihan 4 destinasi wisata tersebut karena wisatawan Filipina ketika berkunjung ke Indonesia, suka berbelanja/shopping. Selain itu mereka juga punya keperluan bisnis.

"Tujuan mereka datang ke lokasi wisata di Tanah Air biasanya untuk berbelanja serta untuk keperluan bisnis, dan ada pula yang ingin mengenali budaya atau wisata kultur seperti di Yogyakarta dan Bali," sambungnya.

Diterangkan Ricky, selama dua hari kegiatan pengunjung yang datang diharapkan mencapai 500 orang dengan potensi wisman mencapai 250 orang.

Untuk memeriahkan acara, para pengunjung juga disuguhi berbagai aktivitas menarik. Seperti coffee corner, games corner, dan juga pertunjukan tari Bali.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani optimis kegiatan Sales Marketing di Filipina ampuh untuk mendatangkan wisman.

"Kita juga terbantu dengan akses konektivitas yang saat ini telah ada tiga maskapai yang terbang dari Manila ke Jakarta dan Manila ke Denpasar. Yaitu maskapai Cebu Pacific, Air Asia, dan Philippines Airlines. Ini akan mempermudah wisman Filipina ke Indonesia," kata Rizki.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Rizki berharap awareness terhadap pariwisata Indonesia meningkat.

"Selain itu, ajang bisnis tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku industri pariwisata. Terutama untuk memperluas jejaring (networking) dan membuka pangsa pasar baru," tambahnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menggarisbawahi jika Filipina tergolong istimewa. Letak geografisnya tak jauh dari Manado. Utamanya Cebu Island dan Davao City.

Karenanya, semua promosi didorong sejalan dengan upaya peningkatan pencitraan pariwisata Indonesia melalui "branding" Wonderful Indonesia untuk pasar pariwisata mancanegara manapun.

"Yang lebih penting lagi, Wonderful Indonesia juga terbaik dalam Price Competitiveness. Dengan USD yang sama, bisa mendapatkan fasilitas dan services yang lebih banyak! Ini salah satu poin yang menarik yang bisa ditebar ke pasar Filipina," pungkas Menpar Arief Yahya.

Wisata Halal Karimun Akan Dikenalkan di Festival Barongsai 2019 (2)

"Budaya Melayu sangat kental di Karimun. Wajar bila wilayah ini banyak memiliki cagar budaya Masjid. Meski usianya tua, namun fisik bangunan dan keasliannya terjaga. Posisi Masjid tersebut tentu jadi daya tarik utama wisata halal di Karimun. Sekaligus, sisi lain unik dari Festival Barongsai," ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Minggu (21/4/2019).

Bangunan Masjid Haji Abdul Ghani masih otentik. Meski berukuran sedang, ruang utamanya luas dan bisa menampung 100 jamaah. Lantaran berada di Pulau Buru, Masjid ini juga kerap disebut sebagai Masjid Buru. Bangunan itu dilengkapi 4 pilar utama setinggi 5 Meter sebagai penyangga bangunannya. Yang menarik, kabarnya arsitektur Masjid Haji Abdul Ghani berasal dari Tionghoa. Salah satu penandanya berupa menara masjid yang berbentuk kerucut.

Menaranya sepintas seperti ruang pembakaran hio. Uniknya, lubang ventilasinya terbuat dari batu giok biru lengkap dengan ukiran khas Tiongkok. Tinggi menara ini sekitar 21 Meter dengan diameter 4 Meter dan masih difungsikan untuk mengumandangkan adzan. Di depan masjid, terdapat perigi atau sumur sebagai tempat berwudhu. Perigi dilengkapi 4 nak tangga yang juga masih otentik.

"Keberadaan Masjid Haji Abdul Ghani ini mengagumkan. Bukan hanya bentuk arsitekturnya, ornamen dari bagunannya masih asli. Ahli waris Masjid Haji Abdul Ghani sengaja mempertahankan keasliannya. Jadi, wisatawan masih bisa menikmati suasana masa silam secara utuh di sana," terang Rizki.

Selain Masjid Haji Abdul Ghani, Karimun juga memiliki Masjid Al Mubarak. Arsitekturnya klasik gaya Melayu. Lokasinya berada di Meral, Karimun. Masjid ini dibangun pada masa Raja Usman Bin Raja Ishak. Amir Karimun ke-3 dengan gelar Engku Andak (1301 Hijriah). Masjid Al Mubarak bisa menampung 1.000 jamaah.

Pada sisi lain kompleks masjid, terlihat sisa bangunan rumah tinggal Amir Karimun. Pada masanya, Masjid Al Mubarak tergolong maju dan mewah. Dari arsitektur, konstruksi, hingga materialnya tergolong modern. Sebab, dijumpai serpihan keramik dengan pabrikan asal Prancis.

"Karimun banyak memiliki destinasi terbaik untuk wisata halal. Masjidnya memiliki nilai history kuat. Pesona ini merupakan magnet terbaik bagi pengunjung Festival Barongsai 2019. Mereka bisa menikmati sisi lain melalui wisata halal Karimun. Sebab, ada banyak experience luar biasa yang ditawarkan di sini," jelas Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Masjid Al Mubarak kerap menjadi destinasi pilihan wisatawan Singapura dan Malaysia. Dan itu alasan tertentu mengapa wisatawan 2 negara itu memilih Masjid Al Mubarak. Wisatawan asal Singapura dan Malaysia banyak yang masih kerabat dengan Amir Karimun dan Amir Pulau Buru.

"Silahkan datang ke destinasi halal Karimun sembari menikmati Festival Barongsai 2019. Sebab, ada banyak inspirasi yang bisa dilgali langsung di sana," kata Dessy.

Destinasi lain di Karimun adalah Masjid Agung Karimun. Masjid tersebut menjadi landmark Kota Karimun. Pembangunannya dilakukan 2003. Salah satu keunikannya adalah deretan Pohon Kurma yang ada di halaman masjid. Memiliki 2 lantai, Masjid Agung Karimun dilengkapi Kubah besar. Dindingnya terpahat beberapa tulisan ayat Al Qur'an.

Warna modern sarat filosofi juga ditampilkan Masjid Baiturrahman. Berada di Teluk Air, Karimun, lantai 1 masjid memiliki 5 pintu sesuai jumlah sholat 5 waktu. Pada lantai 2 terdapat 7 pintu dengan masing-masing tangga. Ada 17 anak tangga pada setiap tangganya yang jadi simbol jumlah rakaat sholat dalam 5 waktu. Diameter kubah 8 Meter dengan tinggi 4 Meter sebagai tanda arah dan mazhab besar Islam.

"Destinasi halal di Karimun menawarkan banyak alternatif. Spot ini tentu menjadi rujukan terbaik bagi para pengunjung Festival Barongsai 2019. Apalagi, Karimun bersama dengan Kepulauan Riau menjadi destinasi wisata halal papan atas bahkan level dunia," tegas Kabid Pengembangan Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Trindiana M Tikupasang.

Memiliki banyak destinasi dengan support infrastruktur terbaik, progress wisata halal Kepulauan Riau naik signifikan. Pada 2019, zona Kepulauan Riau-Riau mendapatkan total skor 63 dari GMTI-IMTI. Nilai ini surplus 13 point dari 2018. Acuannya perkembangan aspek access, communications, environment, dan services. Dan, destinasi masjid klasik dan modern tersebut masuk ranah services.

"Karimun ini memiliki potensi besar dalam hal wisata halal. Semua aspek sangat bagus di sana. Potensi tersebut berpengaruh signifikan kepada point Kepulauan Riau-Riau di GMTI-IMTI. Kualitas destinasi di sana sudah diakui, selain dominasi kuat sejarahnya. Yang jelas, destinasi itu jangan sampai dilewatkan karena ada banyak value yang ditawarkan," tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.