Senin, 03 Februari 2020

Usai Nyoblos, Sandi Liburan Gratis di Bantimurung

 Usai nyoblos, Sandi warga Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Maros, berlibur di wisata alam Bantimurung gratis. Karena namanya mirip capres nomor dua.

Ia merupakan 1 dari 27 warga yang berkesempatan masuk di Bantimurung, Sulawesi Selatan dengan gratis dari promosi Pemilu 2019.

"Kemarin itu ada 27 warga yang namanya mirip dengan pasangan Capres dan Cawapres kita. Salah satunya atas nama Sandi. Lengkapnya, Sandi Saftiadi dari Kecamatan Bontoa. Kita memang menggratiskan warga yang punya nama mirip dengan Cawapres kemarin," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, Ferdiansyah pada detikcom, Kamis (18/04/2019).

Di hari pencoblosan, pihak pengelola wisata Bantimurung, menerima sekitar 890 pengunjung yang berlibur usai pencoblosan. Mereka rata-rata berasal dari wilayah Makassar dan sekitarnya. Hanya saja, angka itu jauh dari target yang diprediksi mencapai ribuan orang.

"Mungkin karena proses perhitungan suara itu memakan waktu lama, Makanya orang malas berlibur karena sudah kesorean. Memang yang datang itu di atas jam 14 sore, mereka rata-rata datang rombongan dan mengaku kelamaan menunggu penghitungan suara," lanjutnya.

Jelang pencoblosan, pihak pengelola memang telah membuat promosi wisata untuk menekan angka golput dan ikut berpartisipasi memeriahkan pesta demokrasi. Warga yang memiliki nama mirip Capres dan Cawapres seperti Joko, Widodo, Prabowo, Sandi hingga Ma'ruf dan Amin, digratiskan masuk di arena wisata air terjun itu.

"Sepekan sebelum pencoblosan, kami sudah luncurkan promo itu. Tapi memang nampaknya warga jarang Sulsel itu jarang bernama sama dengan Capres kita. Kalau di Jawa mungkin banyak. Makanya, rata-rata yang datang itu yang bernama Amin," sebutnya.

Tak hanya digratiskan masuk ke Bantimurung, pemilik nama Capres dan Cawapres yang datang itu juga diberikan souvenir menarik dari pihak pengelola. Mereka pun sangat senang saat mereka mendapatkan kesempatan berlibur gratis di objek wisata tertua di Sulawesi Selatan ini.

Wisata Sejarah di Monumen Jogja Kembali

Mungkin ada di antara traveler yang menghabiskan libur long weekend di Yogyakarta. Jika ya, wisata edukasi di Monumen Jogja Kembali asyik juga.
Monumen Jogja Kembali atau biasa disebut dengan Monjali merupakan salah satu icon Kota Yogyakarta. Dari monumen ini kita dapat belajar tentang sejarah, terutama saat Yogyakarta menjadi ibu kota negara. Banyak koleksi barang-barang yang digunakan saat perang. Seperti senjata, alat transportasi, peralatan masak, pakaian, dan perabotan rumah tangga lainnya.

Museum berbentuk kerucut yang tergolong bangunan unik terbagi menjadi tiga lantai. Dalam museum ini juga dilengkapi dengan diorama yang menggambarkan garis besar perjuangan rakyat Yogyakarta untuk mempertahankan Rebublik Indonesia pada masa perang.

Pengunjung dapat menyaksikan pemutaran film yang sudah dijadwalkan oleh pihak museum. Bergerak ke arah luar pada halaman depan terdapat satu dinding yang dipenuhi daftar nama pahlawan yang gugur saat perang.

Pada malam hari, di bagian luar museum berubah menjadi Taman Pelangi yang indah dengan berbagai bentu lampion yang mengelilingi gedung museum.

Long Weekend di Samarinda, Bisa Wisata Susur Sungai Mahakam

Pekan ini Indonesia tengah menikmati momen libur panjang. Kalau liburan ke Samarinda, kamu bisa wisata susur Sungai Mahakam.
Kali ini saya ingin memperkenalkan wisata baru yang menjadi andalan Kota Samarinda, yaitu wisata menyusuri Sungai Mahakam dengan Kapal Wisata. Jalur yang dilewati Kapal wisata yaitu diantara 2 jembatan megah yang membelah Sungai Mahakam.

Setiap Sabtu, Minggu dan libur nasional selalu diadakan open trip reguler bagi pengunjung yang ingin melihat sisi lain Kota Samarinda dari Sungai Mahakam. Ada 3 kapal yang melayani wisata susur sungai, yatu Kapal wisata Pesut Bentong, Pesut Mahakam dan Pesut Etam. Ketiga armada kapal diberi nama pesut yang merupakan sejenis lumba-lumba air tawar endemik Sungai Mahakam yang sudah mendekati kepunahan.

Sekitar awal tahun 90-an pesut masih berenang bebas di sungai Mahakam Kota Samarinda. Namun, sekarang sudah sangat sulit ditemui kecuali harus bergerak ke arah hulu sungai mahakam yaitu di Kota Bangun dan Muara Muntai.

Kapal wisata ini dibagi menjadi dua yaitu VIP dan reguler. Rute reguler kapal wisata dibagi menjadi 2 sesi, yaitu dari dermaga pasar pagi hilir menuju Jembatan Mahakam dan Big Mall kemudian kembali ke Dermaga Pasar Pagi Hilir, dan rute kedua adalah dari Dermaga Pasar Pagi Hilir menuju Jembatan Mahkota 2 dan kemudian kembali ke arah Dermaga pasar Pagi Hilir.

Untuk rute ke jembatan Mahkota 2 selalu menjelang malam hari, karena atraksi utamanya adalah melihat lampu hias jembatan mahkota yang berwarna-warni. Bagi wisatawan wajib mengabadikan keindahannya dengan berswafoto dengan latar belakang jembatan mahkota yang diterangi lampu berwarna warni.

Jadi, Kota Samarinda sangatlah menarik untuk kalian kunjungi. Ada desa wisata Pampang tempat pertunjukan adat Budaya suku dayak Kenyah, Masjid Terbesar dan termegah kedua se-Asia Tenggara yaitu Mesjid Baitul Muttaqien (Islamic Center), Kampung ketupat yang berwarna Warni, Jembatan Mahkota 2 yang cantik di Malam hari, Kampung Tenun Sarung Khas Samarinda, Taman Samarendah, Museum Samarinda dan Wisata Susur Sungai Mahakam dengan Kapal Wisata Pesut.

Usai Nyoblos, Sandi Liburan Gratis di Bantimurung

 Usai nyoblos, Sandi warga Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Maros, berlibur di wisata alam Bantimurung gratis. Karena namanya mirip capres nomor dua.

Ia merupakan 1 dari 27 warga yang berkesempatan masuk di Bantimurung, Sulawesi Selatan dengan gratis dari promosi Pemilu 2019.

"Kemarin itu ada 27 warga yang namanya mirip dengan pasangan Capres dan Cawapres kita. Salah satunya atas nama Sandi. Lengkapnya, Sandi Saftiadi dari Kecamatan Bontoa. Kita memang menggratiskan warga yang punya nama mirip dengan Cawapres kemarin," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, Ferdiansyah pada detikcom, Kamis (18/04/2019).

Di hari pencoblosan, pihak pengelola wisata Bantimurung, menerima sekitar 890 pengunjung yang berlibur usai pencoblosan. Mereka rata-rata berasal dari wilayah Makassar dan sekitarnya. Hanya saja, angka itu jauh dari target yang diprediksi mencapai ribuan orang.

"Mungkin karena proses perhitungan suara itu memakan waktu lama, Makanya orang malas berlibur karena sudah kesorean. Memang yang datang itu di atas jam 14 sore, mereka rata-rata datang rombongan dan mengaku kelamaan menunggu penghitungan suara," lanjutnya.

Jelang pencoblosan, pihak pengelola memang telah membuat promosi wisata untuk menekan angka golput dan ikut berpartisipasi memeriahkan pesta demokrasi. Warga yang memiliki nama mirip Capres dan Cawapres seperti Joko, Widodo, Prabowo, Sandi hingga Ma'ruf dan Amin, digratiskan masuk di arena wisata air terjun itu.