Senin, 03 Februari 2020

Wisata Sejarah di Monumen Jogja Kembali

Mungkin ada di antara traveler yang menghabiskan libur long weekend di Yogyakarta. Jika ya, wisata edukasi di Monumen Jogja Kembali asyik juga.
Monumen Jogja Kembali atau biasa disebut dengan Monjali merupakan salah satu icon Kota Yogyakarta. Dari monumen ini kita dapat belajar tentang sejarah, terutama saat Yogyakarta menjadi ibu kota negara. Banyak koleksi barang-barang yang digunakan saat perang. Seperti senjata, alat transportasi, peralatan masak, pakaian, dan perabotan rumah tangga lainnya.

Museum berbentuk kerucut yang tergolong bangunan unik terbagi menjadi tiga lantai. Dalam museum ini juga dilengkapi dengan diorama yang menggambarkan garis besar perjuangan rakyat Yogyakarta untuk mempertahankan Rebublik Indonesia pada masa perang.

Pengunjung dapat menyaksikan pemutaran film yang sudah dijadwalkan oleh pihak museum. Bergerak ke arah luar pada halaman depan terdapat satu dinding yang dipenuhi daftar nama pahlawan yang gugur saat perang.

Pada malam hari, di bagian luar museum berubah menjadi Taman Pelangi yang indah dengan berbagai bentu lampion yang mengelilingi gedung museum.

Naik dan Turun Pesawat, Mengapa Beda Ada Pakai Bus dan Garbarata?

Saat penumpang mau naik ke pesawat atau turun dari pesawat, ada yang selanjutnya pakai bus atau dengan garbarata. Ternyata, ada alasannya.

Lewat Instagram, Angkasa Pura sering memberikan informasi negenai dunia penerbangan dan juga segala hal tentang bandara. Dilihat detikcom, Kamis (18/4/2019) baru-baru ini Angkasa Pura membahas tentang bis dan garbarata (jembatan penghubung).

Rupanya penggunaan kedua fasilitas ini harus menyesuaikan peraturan yang berlaku di masing-masing bandara. Jika pesawat terparkir tidak jauh dari terminal keberangkatan, ada fasilitas garbarata yang digunakan untuk loading penumpang ke pesawat. Namun, fasilitas garbarata ini digunakan jika tipe garbarata sesuai dengan tipe pesawat saja.

Sedangkan jika pesawat terparkir 200 meter dari terminal keberangkatan, maka pihak maskapai akan menyediakan bus untuk mengantarkan penumpang. Kedua fasilitas ini nantinya juga akan penumpang gunakan ketika tiba di bandara tujuan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 tahun 2015.

Mewah! Singapura Resmi Buka Jewel Changi Airport

Jewel Changi Airport di Singapura telah resmi dibuka. Terminal dengan kubah kaca yang ikonik ini terlihat mewah dengan fasilitas kelas dunia.

Dari rilis yang diterima detikcom, Kamis (18/4/2019) Singapura resmi membuka Jewel Changi Airport kemarin, Rabu (17/4). Bandara ini nantinya akan menjadi destinasi terbaru Singapura yang akan mencuri perhatian.

Menjadi ikon destinasi terbaru Singapura, Jewel Changi Airport berbentuk kubah kaca ikonik. Dirancang oleh arsitek kelas dunia, Moshe Safdie, Jewel menyuguhkan desain multi-dimensi yang unik, yang dilengkapi dengan berbagai atraksi wisata, tempat berbelanja dan restoran, hingga fasilitas bandara yang lengkap dan akomodasi yang dapat dinikmati oleh pengunjung dan wisatawan.

Chief Executive Officer, Jewel Changi Airport mengungkapkan bahwa Jewel Changi Airport akan dirancang untuk kenyamanan kelas dunia dengan fasilitas lengkap.

"Tujuan dari Jewel Changi Airport adalah menjadi sebuah destinasi di mana 'Dunia bertemu dengan Singapura, dan Singapura bertemu dengan dunia'. Proposisi unik dari restoran dan fasilitas belanja kelas dunia, digabungkan dengan nuansa alam yang dipenuhi oleh pepohonan hijau, untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang menginginkan perjalanan yang penuh dengan pengalaman menarik, bahkan untuk waktu yang singkat sekalipun," ungkap Hung Jean.

Usai Nyoblos, Sandi Liburan Gratis di Bantimurung

 Usai nyoblos, Sandi warga Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Maros, berlibur di wisata alam Bantimurung gratis. Karena namanya mirip capres nomor dua.

Ia merupakan 1 dari 27 warga yang berkesempatan masuk di Bantimurung, Sulawesi Selatan dengan gratis dari promosi Pemilu 2019.

"Kemarin itu ada 27 warga yang namanya mirip dengan pasangan Capres dan Cawapres kita. Salah satunya atas nama Sandi. Lengkapnya, Sandi Saftiadi dari Kecamatan Bontoa. Kita memang menggratiskan warga yang punya nama mirip dengan Cawapres kemarin," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, Ferdiansyah pada detikcom, Kamis (18/04/2019).

Di hari pencoblosan, pihak pengelola wisata Bantimurung, menerima sekitar 890 pengunjung yang berlibur usai pencoblosan. Mereka rata-rata berasal dari wilayah Makassar dan sekitarnya. Hanya saja, angka itu jauh dari target yang diprediksi mencapai ribuan orang.

"Mungkin karena proses perhitungan suara itu memakan waktu lama, Makanya orang malas berlibur karena sudah kesorean. Memang yang datang itu di atas jam 14 sore, mereka rata-rata datang rombongan dan mengaku kelamaan menunggu penghitungan suara," lanjutnya.

Jelang pencoblosan, pihak pengelola memang telah membuat promosi wisata untuk menekan angka golput dan ikut berpartisipasi memeriahkan pesta demokrasi. Warga yang memiliki nama mirip Capres dan Cawapres seperti Joko, Widodo, Prabowo, Sandi hingga Ma'ruf dan Amin, digratiskan masuk di arena wisata air terjun itu.

"Sepekan sebelum pencoblosan, kami sudah luncurkan promo itu. Tapi memang nampaknya warga jarang Sulsel itu jarang bernama sama dengan Capres kita. Kalau di Jawa mungkin banyak. Makanya, rata-rata yang datang itu yang bernama Amin," sebutnya.

Tak hanya digratiskan masuk ke Bantimurung, pemilik nama Capres dan Cawapres yang datang itu juga diberikan souvenir menarik dari pihak pengelola. Mereka pun sangat senang saat mereka mendapatkan kesempatan berlibur gratis di objek wisata tertua di Sulawesi Selatan ini.

Wisata Sejarah di Monumen Jogja Kembali

Mungkin ada di antara traveler yang menghabiskan libur long weekend di Yogyakarta. Jika ya, wisata edukasi di Monumen Jogja Kembali asyik juga.
Monumen Jogja Kembali atau biasa disebut dengan Monjali merupakan salah satu icon Kota Yogyakarta. Dari monumen ini kita dapat belajar tentang sejarah, terutama saat Yogyakarta menjadi ibu kota negara. Banyak koleksi barang-barang yang digunakan saat perang. Seperti senjata, alat transportasi, peralatan masak, pakaian, dan perabotan rumah tangga lainnya.

Museum berbentuk kerucut yang tergolong bangunan unik terbagi menjadi tiga lantai. Dalam museum ini juga dilengkapi dengan diorama yang menggambarkan garis besar perjuangan rakyat Yogyakarta untuk mempertahankan Rebublik Indonesia pada masa perang.

Pengunjung dapat menyaksikan pemutaran film yang sudah dijadwalkan oleh pihak museum. Bergerak ke arah luar pada halaman depan terdapat satu dinding yang dipenuhi daftar nama pahlawan yang gugur saat perang.

Pada malam hari, di bagian luar museum berubah menjadi Taman Pelangi yang indah dengan berbagai bentu lampion yang mengelilingi gedung museum.