Rabu, 05 Februari 2020

Tarian Doro Mantika Bukti Kekayaan Tambora

Gunung Tambora memang sudah tak asing lagi di telinga traveler atau bagi pendaki gunung. Selain alam yang indah, Tambora punya kekayaan budaya yang menarik.

Kekayaan Gunung Tambora ditampilkan dalam bentuk tarian yang diberi nama Tarian Doro Mantika dalam pagelaran acara puncak Festival Pesona Tambora yang digelar di Doro Ncanga Dompu, Kamis (11/04/2019) kemarin.

Di Gunung Tambora terdapat tumbuhan endemiknya yaitu Pohon duabanga atau Kalangggo, burung-burung berkicau dengan tarian alamnya dan menghidupkan Ayam Hutan Hijau (Peo) dan burung Kakatua Putih, serta rusa timor (maju) sebagai hewan endemik. Padang Savana Doroncanga yang membentang dari timur hingga barat laksana permadani, tempat di mana ribuan hewan ternak merumput dan berkubang, serta lautan biru menghampar luas seluas mata memandang. Semua itu ada di Gunung Tambora.

Tarian Doro Mantika yang melibatkan 270 penari itu mengandung makna. Dalam bahasa Indonesia, Doro berarti Gunung, MAntika berarti Yang Indah. Sehingga arti tarian Doro Mantika adalah Tarian Gunung Yang Indah.

Dalam tarian itu menggambarkan tentang peradaban dou Dompu (orang Dompu) di sekitar lerang Gunung Tambora. Sumber daya alam yang melimpah, hasil pertanian yang banyak. Sistem kehidupan masyarakat yang dinamis direpresentasikan di setiap gerakannya, yang memadukan unsur kearifan lokal Dompu dalam gerak, suara dan berpakaian.

Bekerja di ladang, membersihkan lahan pertanian, menenun, beraktifitas di dalam uma panggu (rumah panggung) oleh kaum ibu. Berburu dengan tombak dan berinteraksi dengan alam adalah sistem sosial yang menjadikan masyarakat Dompu sangat bersahaja. Tergambar dalam kelembutan dan ketegasan setiap gerakan tarian itu.

"Nyanyian alam mengilhami syair tradisional Dompu yang dilagukan dengan musik mengalun. Masyarakat bersuka cita mencintai alamnya, menjaga dan melestarikan setiap jengkal anugerah itu. Menumbuhkan harapan dalam setiap aspek. Lalu berjanji dengan segala kesyukuran pada Tuhan untuk menjaga anugerah indah itu untuk dana Dompu yang Nggahi Rawi Pahu," kata pembuat Sinopsis Tarian Doro Mantika yang juga Budayawan muda Dompu, Syafruddin.

Sudah 204 tahun Tambora meletus dengan hebat, memuntahkan sepertiga bagian tubuhnya, meluluhlantakkan semua yang ada meninggalkan kaldera terdalam dan terluas di dunia, dan melahirkan Doro Afi To, i di dasarnya.

Kehidupan setelah itu berubah. Namun bencana tidak selamanya membawa keburukan. Karena pasca letusan, Tambora menghasilkan bentang alam maha indah, hutan hujan tropis tumbuh subur dengan satu tumbuhan endemiknya.

Mau Uang Jutaan Rupiah hingga Voucher? Ikuti Kuis dari Pegipegi

Buat para traveler yang ingin tahu tipe traveler yang cocok dengan kepribadianmu, yuk ikutan Personality Quiz dari Pegipegi. Ada hadiah menarik yang bisa kamu dapatkan, lho!

Hadiah kuis ini dibagi dalam 2 kategori, yakni hadiah utama dan hadiah hiburan. Hadiah utama berupa uang tunai senilai masing-masing Rp 2 juta untuk 3 orang pemenang.

Selain uang tunai, ada juga hadiah hiburan bagi pemenang favorit yang tidak kalah menarik berupa voucher traveling dari Pegipegi yaitu:

- 5 voucher hotel senilai masing-masing Rp 500 ribu untuk 5 orang pemenang,

- 5 voucher pesawat senilai masing-masing Rp 500 ribu untuk 5 orang pemenang

- 5 voucher kereta senilai masing-masing Rp 200 ribu untuk 5 orang pemenang.

Catat tanggalnya ya! Personality Quiz akan berlangsung pada 15 - 21 April 2019. Yuk, simak persyaratan lengkapnya di bawah ini!

1. Peserta wajib login atau mendaftar akun detikID terlebih dahulu sebelum mengikuti Personality Quiz detikcom.

2. Peserta kuis wajib mengisi form detikID dengan lengkap sesuai data sebenarnya.

3. Peserta minimal berusia 17 tahun dan memiliki kartu identitas diri yang masih berlaku.

4. Personality Quiz ini bisa kamu temukan di bagian bawah pada setiap artikel di detikTravel selama periode kuis berlangsung.

5. Apabila ingin mendapatan kesempatan menang lebih besar maka peserta dapat membagikan hasil Personality Quiz yang didapat ke feed Instagram dengan follow dan tag akun @detiktravel dan @pegi_pegi.

6. Sertakan caption yang menarik dengan tagar #PegipegiAlaGue dan #PQPegipegiXdetikTravel lalu mention 3 orang temanmu.

7. Pastikan akun Instagram tidak di private guna mempermudah panitia dalam moderasi pemenang.

8. Program ini berlaku sampai 21 April 2019.

9. Pemenang akan diumumkan pada 29 April 2019 di artikel dan instastory detikTravel.

10. Keputusan pemenang bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

11. Pajak hadiah ditanggung pemenang.

Untuk tahu apakah kamu salah satu yang beruntung, pastikan baca terus berita terbaru seputar traveler di detikTravel.

Senin, 03 Februari 2020

Long Weekend Ini, Nikmati Pagi di Kebun Buah Mangunan

Kebun Buah Mangunan merupakan destinasi wisata populer di Yogyakarta. Mampir dan nikmatilah indahnya pagi di sana libur panjang ini.
Panorama yang disuguhkan Jogja seolah tak ada hentinya, Bantul dengan bukitnya yang bertebaran menjadi objek pilihan wisatawan untuk menikmati indahnya pemandangan dari atas, Kebun buah mangunan salah satunya. Para wisatawan dapat memandangi indahnya panorama bukit-bukit lengkap dengan kabut kabut yang menghiasinya.

Kebun buah mangunan sudah menjadi ikon destinasi wisata Bantul yang layak dikunjungi karena keindahan tempatnya. Bukit yang teletak di Jalan Imogiri Bantul ini seperti namanya, bukit ini menyimpan banyak tanaman buah di dalamnya. Namun, yang menjadi pusat perhatian wisatawan adalah bukit kebun buah mangunan sebagai gardu pandang untuk menikmati pemandangan dari atas. 

Meski demikian, Kebun Buah Mangunan tidak mengecewakan para pengunjungnya setelah para pengunjung sampai padanya, panorama pola aliran sungai di sela-sela bukit bukit hijau menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena bentuknya yang sangat mirip dengan dunia dongeng luar negeri.

Tak cukup sampai di situ, apabila wisatawan beruntung berkunjung ke Kebun Buah Mangunan, wisatawan akan disuguhkan pemandangan indah disertai kabut kabut yang menyelimuti bukit bukit hijau layaknya pemandangan dari para pendaki gunung. Hal ini semakin memperkuat para pengunjung untuk lekas mengabadikan cerita mereka dan mendapatkan foto terbaik mereka.

Pengunjung dapat memasuki kebun buah mangunan ini hanya dengan merogoh saku sebesar Rp 5.000.00 dengan biaya parkir gratis. Pengunjung mulai ramai mengunjungi di hari libur pada saat pagi dan sore hari untuk melihat gagahnya matahari saat sunrise dan sunset.

Biasanya pengunjung ramai di hari libur saat pagi setelah subuh, bahkan tidak jarang juga mereka beramai-ramai datang ke sini sebelum subuh dan menyempatkan untuk beribadah di masjid di sini yang sudah disediakan, kata Sisri, salah seorang pedagang di daerah kebun buah mangunan.

Dengan ramainya pengujung yang datang berbondong-bondong dan bertambah hari demi harinya, Kebun Buah Mangunan ini tengah dalam proses perkembangan untuk wajah yang baru agar wisatawan semakin tertarik dengan destinasi wisata ini.

Kebun Buah Mangunan ini sedikit demi sedikit mulai membangun dan memperbaiki hal hal yang perlu diperbaiki untuk menunjang panorama yang dapat dinikmati di kebun buah mangunan ini, semoga dapat menjadi destinasi pilihan yang dapat memberikan kesan terbaik bagi para pengunjung, ujar Sisri.

Posong, Nuansa Alam Hijau dari Temanggung

Mau naik gunung long weekend ini, tapi tak mau repot? Kamu bisa mampir ke wisata alam Posong di Temanggung yang ada di bawah kaki Gunung Sindoro.
Konon nama Posong memiliki arti "pos kosong". Menurut cerita rakyat, pos kosong memang sengaja dibangun oleh Pangeran Diponegoro saat zaman penjajahan Belanda. Pembangunan pos ini bertujuan memancing lawan untuk melakukan penyerangan pada pos yang ternyata kosong.

Untuk mencapai wisata ini, kalian langsung saja menuju Desa Tlahab, Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Kalau kalian dari arah Wonosobo, gapura ada di sebelah kiri jalan. Tetapi jika kalian dari arah Magelang, gapura ada di kanan jalan. Gapura yang bertulisan obyek wisata Posong yang tepat di pinggir jalan.

Sehabis memasuki gapura, kalian akan menjumpai loket masuk, yang diharuskan kalian untuk membayar, HTM sebesar 10.000. Dari loket ke lokasi utama memang lumayan jauh, dengan akses jalan berbatu dan selama perjalanan akan ditemani oleh tanaman-tanaman tembakau dan kopi.

Sesampai di lokasi utama, rasa lelah kalian akan terbayar oleh eloknya pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Di atas sana terdapat taman, jika kalian ingin memasuki taman tersebut, kalian perlu mengeluarkan uang sebesar 10.000 lagi. Jika kalian ingin berburu Golden Sunrise, ada baiknya kalian sampai di gerbang tiket sekitar pukul 04.00 WIB. Pastikan kalian memakai jaket yang tebal, karena disana berhawa dingin.

Dan jangan khawatir jika kalian tidak membawa logistik yang cukup, karena disana lengkap, seperti warung gorengan, warung kopi, dan warung bakso, serta terdapat fasilitas yang lengkap juga, seperti mushola, kamar mandi umum maupun toilet.