Rabu, 05 Februari 2020

Tantangan Terbesar Pariwisata Indonesia: Leletnya Birokrasi

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut perkembangan pariwisata sangat ditentukan oleh pemimpin atau CEO-nya. Soal tantangan, leletnya birokrasi jadi halangan.

Sekali diketok dukungan dari pemimpin maka pariwisata akan bisa maju dengan cepat dan mendatangkan pendapatan bagi daerah juga devisa. Hal itu diungkapkan oleh Menpar Arief dalam di Ruang Auditorium Gedung Tempo, Jakarta, Senin (15/4/2019), yang juga dihadiri oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan kepala-kepala dinas pariwisata dari berbagai daerah.

"Sesuaikanlah peraturan dengan apa yang kita inginkan. Itu yang saya implementasikan ke Kemenpar agar tidak lelet lagi. Tantangan terbesar kita adalah lelet. Caranya gunakanlah teknologi," ucap dia.

"Poin saya, CEO (presiden) sendiri yg mengatakan bahwa pariwisata menjadi leading sector dan selanjutnya semua kementrian lembaga mendukungnya. Kalau sudah komitmen maka akan cepat sekali berkembang," kata Arief.

Arief menyebut keputusan ini hanya bisa dilakukan dan didukung oleh presiden. Maka rencana-rencana selanjutnya adalah pengembangan amenitas, atraksi dan akses.

"Lalu masuk ke rencana. Ini urusan CEO, seorang menteri pun belum bisa. 3A (amenitas, atraksi dan akses) ditambah CEO komitmen yang menentukan setara 80 persen pengaruhnya. Pariwisata mudah dan murah meningkatkan PDB, devisa hingga pembukaan lapangan kerja," jelas Arief.

Ia juga menegaskan bahwa kemudahan investasi dengan pemangkasan peraturan dapat membuat perubahan wisata yang signifikan. Tak lupa, jangan lupakan penggunaan teknologi di dalamnya untuk percepatan izin.

"Kalau mau perubahan cepat dan sangat tinggi sentuhlah hal-hal startegis, deregulasi dan teknologi. Dalam hal pariwisata seumur hidupnya negeri ini ditetapkan sebagai leading sektor," ungkap dia.

Songkran, Tradisi Basah-basahan Untuk Buang Sial di Thailand

Bulan April menjadi sangat istimewa bagi masyarakat Thailand karena adanya Songkran. Songkran adalah tahun baru Thailand yang mengharuskan kamu basah-basahan.

Inilah bulan yang paling dinantikan oleh masyarakat Thailand. Di bulan April ini ada sebuah perayaan yang bernama Songkran. Songkran adalah hari libur national untuk merayakan Tahun Baru Thailand, seperti yang diintip detikTravel dari BBC, Senin (15/4/2019).

Songkran biasanya jatuh sekitar tanggal 13-15 April. Tahun ini Thailand merayakannya pada tanggal 14 April. Tak hanya di Thailand, festival ini juga diselenggarakan di Laos, Kamboja dan Myanmar.

Bagi traveler yang haus akan sebuah festival di Negeri Gajah Putih, Songkran adalah primadonanya. Karena festival ini juga dikenal sebagai pertempuran air terbesar dunia. Wah!

Benar saja, Songkran menjadi sangat menarik bagi para turis karena bentuk dari perayaannya. Dibalut dalam bentuk festival, masyarakat dan turis akan menyatu untuk main basah-basahan. Siapa pun bisa bergabung untuk menikmati kemeriahan Songkran.

Caranya, setiap orang boleh menyemprotkan atau menyiram air kepada siapa pun yang lewat. Yang lewat dengan menggunakan kendaraan pun tak luput dari lemparan air.

Namun dibalik perang air ini, ada arti penting dari Songkran. Sebelum masyarakat tumpah ke jalan, mereka akan terlebih dahulu untuk berkunjung ke rumah sanak saudara dan membasuhkan air ke patung Buddha.

Tak sekedar basah, perang air ini juga memiliki arti penting. Air yang dilemparkan merupakan simbol membersihkan diri dari ketidakberuntungan tahun sebelumnya atau buang sial.

Tak hanya manusia yang ikut dalam main basah-basahan di Festival Songkran. Gajah-gajah pun akan meramaikan festival ini dengan menyiramkan air ke orang-orang.

Tahun ini Festival Songkran diikuti oleh masyarkat dan turis. Mereka menggunakan pakaian bunga-bunga sebagai bentuk partisipasi festival ini. Bahkan badan gajah pun dilukis dengan gambar bunga warna-warni.

Umumnya, peserta Festival Songkran akan menggunakan senjata air untuk mempermudah dalam menembak. Namun ada juga masyarakat yang masih menggunakan ember kecil atau gayung. Kamu sendiri sudah pernah ikut Festival Songkran belum? 

Jokowi Masuk ke Dalam Kakbah, Apa Sih Isinya?

Presiden Jokowi melaksanakan ibadah umrah bersama Ibu Negara Iriana. Mereka berkesempatan masuk ke dalam Kakbah di Masjidil Haram.

Foto Jokowi masuk ke Kakbah diunggah di akun Seskab Pramono Anung, @pramonoanung, Senin (15/4/2019). Tak ada caption yang dicantumkan Pramono.

Jokowi masuk ke Kakbah dikawal pengamanan Masjidil Haram. Iriana berjalan di belakangnya.

Presiden sudah berada di Arab Saudi sejak Minggu (14/4/2019). Jokowi mendarat di Riyadh untuk dijamu Raja Salman. Pada Senin (15/4) pagi ini, barulah Presiden berangkat ke Jeddah, kemudian ke Mekah, untuk melaksanakan ibadah umrah.

Tahukah kamu, tidak sembarangan orang bisa masuk Kakbah. Dalam hal ini, Presiden Jokowi sebagai undangan Raja Salman sehingga bisa berkesempatan masuk ke dalamnya.

Lantas, apakah isi Kakbah?

Jika mau melihat isi Kakbah, kamu bisa datang ke Exhibition of The Two Holy Mosques Architecture. Suatu museum di Old Makkah Jeddah Road di luar Kota Makkah.

Isi museum terrsebut berisikan sejarah 2 masjid suci umat Islam yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Ada banyak galeri foto, dan benda-benda bersejarah.

Misalnya saja tangga kayu tua untuk naik ke pintu Kabah yang memang lebih tinggi dari lantai. Maket alias miniatur Masjidil Haram juga cukup menarik karena sangat detil dan kita bisa tahu bagaimana wujud Masjidil Haram di masa depan. Di sana juga dipajang sangkar kaca Maqam Ibrahim yang lama sebelum diganti oleh Raja Fahd Bin Abdul Aziz. Ada juga bekas hiasan atap menara Masjidil Haram berbentuk bulan sabit.

Artefak terkait Kakbah dan isi Kakbah tentu paling bikin penasaran. Di sini diungkapkan, isi dalam Kakbah adalah sebuah ruangan dengan 3 tiang dan kuda-kuda atap.

Kayu tiang Kakbah yang lama dipajang di museum ini. Selain itu, juga ada peti kayu yang dibuat atas perintah Raja Arab Saudi tahun 1404 H (1983 M) untuk diletakan di dalam Kabah.

Yang menarik juga ada bingkai Hajar Aswad dari zaman Sultan Murad Khan dari Usmaniyah, dan bingkai Hajar Aswad dari era Saudi. Bingkai logam ini untuk membungkus batu surga Hajar Aswad yang dipasang di sudut Kakbah.

Bicara Kakbah tentu tidak lepas dari Kiswah, kain hitam bersulam emas bertulisan kaligrafi. Bisa dibilang ini adalah ciri khas Kakbah. Kita juga bisa melihat alat tenun untuk membuat Kiswah.

Salah satu koleksi unik lainnya adalah Sumur Zamzam yang bersejarah. Dulu bentuknya benar-benar sumur dengan timba lho. Supaya lebih jelas, pengunjung bisa melihat foto tua dan langka tentang Kabah, Maqam Ibrahim dan Sumur Zamzam, koleksi dari Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz tahun 1297-1298 H (1879-1880 M) hasil jepretan fotografer Sadiq Bik.

Masih ada koleksi lainnya seperti 6 ubin marmer dengan tulisan Allah, Nabi Muhammad SAW dan 4 khalifah dari tahun 1299 H (1881). Kemudian ada juga salinan mushaf Al Quran Utsmani dari zaman kalifah Utsman Bin Affan.

Kalau kamu mau umroh, coba saja tanya operator turnya apakah ada tur ke Exhibition of The Two Holy Mosques Architecture. Masuk ke sana tidak bisa per orangan, harus lewat operator tur karena ada surat khusus.

Selamat melihat isi dalam Kakbah!