Jumat, 07 Februari 2020

Selain Brunei, 9 Negara Ini Juga Terapkan Hukuman Mati untuk LGBT

Hukum Kerajaan Brunei Darussalam pada kaum LGBT mengundang boikot dari selebriti dunia. Selain Brunei, 9 negara ini juga menerapkan hukuman mati pada LGBT.

Kesultanan Brunei Darussalam dikritik karena memberlakukan hukum rajam hingga tewas terhadap kaum homoseksual. Kebijakan ini pun menuai protes hingga berdampak pada pariwisata.

Hotel-hotel miik Sultan Brunei pun kena imbas. Termasuk di dalamnya 9 hotel milik Sultan Brunei Hassanal Bolkiah di luar negeri yang diboikot selebriti dunia seperti George Clooney hingga Ellen DeGeneres.

Aturan baru ini menetapkan hukuman mati dengan cara dirajam sebagai hukuman untuk hubungan seks sesama pria. Sementara pasangan wanita sesama jenis, terancam hukuman cambuk maksimum 40 kali atau hukuman penjara paling lama 10 tahun.

Namun, nyatanya Kerajaan Brunei Darussalam bukanlah satu-satunya negara yang menerapkan aturan tersebut. Menurut laporan State Sponsored Homophobia tahun 2019, tercatat ada 70 negara PBB yang mengkriminalisasi LGBT.

Hanya saja, tak banyak yang terang-terangan melarang LGBT seperti Brunei. Adapun, tahun lalu situs perusahaan asuransi Travel Insurance Direct merilis daftar negara yang memberlakukan hukuman mati bagi kaum LGBT selain Brunei. Dilihat detikcom, Senin (8/4/2019), negara itu antara lain:

1. Afghanistan
2. Iran
3. Mauritania (Berlaku untuk pria muslim)
4. Sudan
5. Nigeria
6. Yaman
7. Arab Saudi
8. Qatar (Berlaku untuk umat muslim)
9. Somalia

Faktanya, kesembilan negara yang menerapkan hukuman mati pada kaum LGBT, di luar Brunei, adalah negara yang memiliki mayoritas umat muslim. Terlepas dari lokasinya yang berada di Benua Afrika dan Timur Tengah.

Brunei, Negara Anti-LGBT Itu Menawarkan Ketenangan

Brunei Darussalam jadi sorotan dunia karena hukuman mati LGBT. Mengenal negara itu lebih dekat, turis yang datang ke sana akan mendapat ketenangan.

Sebut saja B, seorang warga Indonesia yang bekerja di Brunei Darussalam. Ia telah menetap selama kurang lebih setengah tahun di negara yang menetapkan sejumlah hukum Islam di sana.

Mengenai pemberitaan hukuman terhadap LGBT misalnya. Ia mengatakan, bahwa akhir-akhir ini hal tersebut kembali menjadi buah bibir. Sebelumnya, belum diterapkan secara pasti atau diimplementasikan ke publik.

"Di sini, kencang banget pemberitaannya (soal LGBT). Kata orang-orang (lokal) sini, sudah ada dari 3 tahun lalu tapi nggak diimplementasikan. Masih pelan-pelan gitu, baru mulai gencar tahun ini dan kemarin tanggal 3," ujarnya saat dihubungi detikcom Sabtu (6/4/2019) kemarin.

Bicara soal pariwisata. Sebenarnya, pariwisata di Brunei itu seperti apa sih?

"Tempat wisata di Brunei (yang populer) paling Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin yang suka ada di kalender, sama hutan bagian timur Brunei, bagiannya terpisah sendiri," kata B.

Turis yang datang ke Brunei pun umumnya lanjut usia. Ini karena Brunei memberikan pengalaman dan suasana yang tenang dengan jumlah warga yang tidak terlalu banyak.

"Makanya di sni tuh paling banyak turis yang udah lanjur usia, soalnya negaranya tenang banget jadi cocok buat orang tua yang nyari ketenangan," papar B.

Namun saat datang ke Brunei, para turis diharapkan dapat menghormati hukum syariat Islam. Salah satunya, memakai pakaian yang tertutup dan sopan.

Kembali soal LGBT, sejauh ini pihak aktivis kemanusiaan dunia masih mengecam Brunei terkait hukuman mati bagi para pelaku LGBT. Namun pemerintah Brunei dalam, hal ini Sultan Hassanal Bolkiah tetap pada ketegasannya.

Kamis, 06 Februari 2020

Pantai Pink di Lombok yang Cantik Banget!

Liburan ke Lombok, Pantai Pink menjadi destinasi wajib wisatawan. Keindahan pantai dengan pasir merah muda ini menarik mata siapapun yang datang.

Pantai Pink di Lombok Timur menjadi salah satu deretan pantai cantik yang wajib kamu kunjungi di Indonesia. Pantai dengan pasir berwarna merah muda ini memiliki pemandangan indah.

Beberapa waktu lalu, detikcom datang ke Pantai Pink dengan jalur laut. Berangkat dari Pelabuhan Tanjung Luar dengan speedboat dengan waktu lebih dari satu jam. Tapi jangan takut bosan, selama menuju Pantai Pink traveler bisa melihat beberapa pulau berpenghuni maupun pulau kosong dengan sabana hijau selama perjalanan.

Sesampai di Pantai Pink, hamparan pasir putih bersih menyambut kaki siapapun yang datang. Namun samar-samar terlihat gradasi merah muda tipis diantara pasir-pasir putih yang dihempas ombak.

"Warna pink nya memang tidak terlalu jelas kalau kita lihat dari dekat. Jika dari jauh warna pink nya jelas. Juga karena kita datangnya saat cuaca terang, jadi warna pinknya tidak terlalu terlihat," ujar Solihin, guide dari Lombok Culture yang menemani rombongan detikcom.

Solihin juga menjelaskan bahwa warna merah muda di pasir berasal dari pecahan karang. Dia pun menunjukan kerang warna merah maron kepada detikcom.

"Warna merah muda di pasir itu berasal dari butiran kerang berwarna merah maron ini yang hancur karena ombak," jelas Solihin.

Walau teriknya siang menyengat kepala, namun tak menghentikan wisatawan untuk bermain di pinggiran pantai. Bahkan ada pula yang berenang menikmati birunya air laut. Terlihat juga beberapa kapal yang mengantar wisatawan bersandar di bibir pantai.

Menuju ke Pantai Pink tidak hanya bisa ditempuh dengan jalur laut saja, bisa juga dengan jalur darat. Namun karena jalan ke Pantai Pink sedang diperbaiki, jadi kurang efektif dengan jalur darat.

Adapun biaya untuk kapal cepat ini adalah mulai dari Rp 500 ribu dengan kapasitas penumpang mulai dari 5 orang. Namun traveler bila ingin jalur darat, akan menghabiskan waktu sekitar 2-4 jam untuk menuju ke Pantai Pink.

Setelah puas berenang dan bermain di pantai, traveler bisa mengisi perut yang lapar di warung yang ada di pinggir pantai. Beragam makanan dan minuman segar menanti dicicipi. Pantai Pink memang tempat wisata di Lombok yang asyik banget. Jangan lewatkan es kelapa mudanya ya!

3 Fasilitas Wisata Grafika Cikole Lembang Untuk Libur Akhir Pekan

Satu lagi wisata alam di Bandung yang kamu nggak akan menyesal ke sana, yaitu Grafika Cikole Lembang. Apa saja fasilitas wisata di sana?

Grafika Cikole merupakan kawasan wisata terpadu yang berada di kaki Gunung Tangkuban Perahu. Tempat ini berada di Jalan Raya Tangkuban Perahu Km 8, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Tempat wisata ini berada di areal perbukitan seluas 9 hektare dan berada pada ketinggian 1.400 meter di atas permukaan air laut serta dikelilingi kawasan Wisata Hutan Pinus yang lebat. Kekinian banget tempatnya.

Ditambah lagi suhu udara di tempat itu sangat sejuk yaitu 20 derajat celcius di siang hari. Di malam hari, bisa berkisar 5 derajat celcius. Sejuk bukan?

Untuk tiket masuk Grafika Cikole gratis. Lalu ada apa saja di sana? Berikut fasilitas wisata Grafika Cikole Lembang.

1. Outbound

a. Classified Outbound Dewasa

Terminal Wisata Grafika Cikole Lembang menyediakan Paket Outbound Bandung Training dan Event untuk perusahaan maupun instansi dengan jumlah minimal peserta 20 orang dan terdiri dari 3 paket Outbound.

b. Classified Outbound Sekolah

Di sini juga disediakan berbagai game serta permainan yang akan meningkatkan rasa percaya diri siswa. Selain itu untuk membangun kerjasama.

c. Classified Outbound Anak

Paket ini untuk anak-anak taman kanak-kanak serta maksimal siswa kelas 3 SD. Outbound ini juga baik untuk melatih adaptasi serta pengembangan karakter anak dengan jumlah minimal peserta 20 orang.

d. Reguler Outbound

Ada juga outbound yang bisa kamu coba secara sendiri-sendiri atau berkelompok yang tidak mengambil paketan outbound di atas. Permainan terdiri dari berbagai macam permainan rintangan seperti flying fox, paintball, jaring laba-laba, jembatan burma, jembatan elvis, jembatan tali dua, turun tebing, motor ATV, berkuda, rumah pohon, permainan tradisional, dan ice breaking games.