Brunei Darussalam jadi sorotan dunia karena hukuman mati LGBT. Mengenal negara itu lebih dekat, turis yang datang ke sana akan mendapat ketenangan.
Sebut saja B, seorang warga Indonesia yang bekerja di Brunei Darussalam. Ia telah menetap selama kurang lebih setengah tahun di negara yang menetapkan sejumlah hukum Islam di sana.
Mengenai pemberitaan hukuman terhadap LGBT misalnya. Ia mengatakan, bahwa akhir-akhir ini hal tersebut kembali menjadi buah bibir. Sebelumnya, belum diterapkan secara pasti atau diimplementasikan ke publik.
"Di sini, kencang banget pemberitaannya (soal LGBT). Kata orang-orang (lokal) sini, sudah ada dari 3 tahun lalu tapi nggak diimplementasikan. Masih pelan-pelan gitu, baru mulai gencar tahun ini dan kemarin tanggal 3," ujarnya saat dihubungi detikcom Sabtu (6/4/2019) kemarin.
Bicara soal pariwisata. Sebenarnya, pariwisata di Brunei itu seperti apa sih?
"Tempat wisata di Brunei (yang populer) paling Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin yang suka ada di kalender, sama hutan bagian timur Brunei, bagiannya terpisah sendiri," kata B.
Turis yang datang ke Brunei pun umumnya lanjut usia. Ini karena Brunei memberikan pengalaman dan suasana yang tenang dengan jumlah warga yang tidak terlalu banyak.
"Makanya di sni tuh paling banyak turis yang udah lanjur usia, soalnya negaranya tenang banget jadi cocok buat orang tua yang nyari ketenangan," papar B.
Namun saat datang ke Brunei, para turis diharapkan dapat menghormati hukum syariat Islam. Salah satunya, memakai pakaian yang tertutup dan sopan.
Kembali soal LGBT, sejauh ini pihak aktivis kemanusiaan dunia masih mengecam Brunei terkait hukuman mati bagi para pelaku LGBT. Namun pemerintah Brunei dalam, hal ini Sultan Hassanal Bolkiah tetap pada ketegasannya.
Pesawat Delay, Cheerleaders Beraksi
Pesawat yang delay kadang bikin kesal dan marah-marah. Tapi apa jadinya, kalau pesawat lagi delay malah dihibur oleh para cheerleaders?
Hal itu terjadi di Bandara Internasional Myrtle Beach, South Carolina, AS. Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Minggu (7/4/2019) penerbangan Spirit Airlines dengan tujuan ke New Jersey mengalami delay.
Ratusan penumpang pun harus sabar menanti selama 40 menit. Namun suatu kelompok cheerleaders alias pemandu sorak dari South Jersey Storm, justru memberi hiburan pada penumpang.
Mereka menyalakan musik dan kemudian menari. Dengan riang, mereka asyik bergoyang dan mengajak penumpang sampai staff dari maskapai Spirit Airlines.
Salah satu staff maskapai Spirit Airlines, Robert Dillon pun asyik menari bersama para cheerleaders. Dia menjelaskan, suasana yang tadinya murung jadi ceria kembali.
"Sejujurnya, saya sampai di titik tidak tahu harus berbuat apalagi. Tetapi, para gadis ini menari dengan gembira dan membuat semuanya lebih baik," terangnya seperti diberitakan 6 ABC Action News.
Seorang penumpang pesawat, Kristie Brown juga ikut terhibur. Dia memuji aksi para cheerleaders.
"Saya suka gadis-gadis ini, mereka melakukan hal positif. Sampai-sampai, kita lupa kalau sedang mengalami delay," terangnya.
Aksi cheerleaders South Jersey Storm jadi viral di Twitter di AS. Banyak yang memberikan jempol kepada mereka, untuk bisa membuat penumpang yang kena delay jadi kembali ceria.