Sabtu, 08 Februari 2020

Perhatian! Tiket Kereta Mudik Tambahan Bisa Dibeli 6 April

Traveler yang belum mendapat tiket mudik jangan khawatir. Akhir pekan ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menjual tiket mudik tambahan.

"Dibukanya tanggal 6 April dini hari," bunyi keterangan KAI seperti dikutip detikcom, Kamis (4/4/2019).

KAI berencana menyediakan 50 kereta tambahan pada mudik Lebaran 2019. Dengan demikian, total kereta yang dioperasikan mencapai 406 kereta.

Tambahan 50 kereta selama Lebaran 2019 terdiri dari 27 eksekutif dan bisnis, 11 ekonomi non PSO, 4 ekonomi PSO, dan 8 kereta yang memanfaatkan rangkaian idle.

Berikut adalah daftar KA tambahan Lebaran 2019:

Argo Dwipangga Fak Slo-Gmr 2
Argo Jati Fak Gmr-Cn 2
Argo Jati Tamb Gmr-Cn 2
Argo Lawu Fak Gmr-Slo 2
Argo Muria Leb Smt-Gmr 2
Argo Sindoro Leb Smt-Gmr 2
Brantas Leb Pse-Smc-Bl 2
Cirebon Eskpres Fak Gmr-Cn 2
Gajayana Leb Gmr-Ml 2
Kertajaya Leb Pse-Sbi 2
Kutojaya Selatan Leb Kac-Kta 2
Kutojaya Utara Tamb Pse-Kta 2
Lodaya Leb Bd-Slo 4
Mataram Pse-Lpn 2
Matarmaja Leb Pse-Ml 2
Pasundan Leb Kac-Sgu 2
Purwojaya Leb Gmr-Cp 2
Sancaka Leb Yk-Sgu 2
Sawunggalih Leb Pse-Kta 2
Sembrani Leb Gmr-Sbi 2
Senja Cirebon Fak Pse-Cn 2
Taksaka Malam Leb Gmr-Yk 2
Taksaka Pagi Leb Yk-Gmr 2
Tawangjaya Leb Pse-Smc 2

Keterangan:
Bd: Bandung
Ml: Malang
Bl: Blitar
Pse: Pasar Senen
Cn: Cirebon
Sbi: Surabaya Pasar Turi
Cp: Cilacap
Sgu: Surabaya Gubeng
Gmr: Gambir
Slo: Solo Balapan
Kac: Kiaracondong
Smc: Semarang Poncol
Kta: Kutoarjo
Smt: Semarang Tawang
Lpn: Lempuyangan
Yk: Yogyakarta 

Busana Cadar Asli dari Indonesia Ada di Dompu

Setiap daerah di Indonesia punya baju tradisional. Kalau kamu traveling ke Dompu, NTB, mesti tahu yang namanya Rimpu Tembe, hijab asli Indonesia.

Rimpu Tembe dalam bahasa Indonesia berarti memakai sarung dengan cara dililit di kepala dan terurai hingga bagian kaki. Tradisi busana ini sudah ada sejak zaman sebelum masehi atau 5.000 tahun yang lalu di Dompu, NTB.

Terdapat dua jenis baju tradisional Rimpu Tembe yang dikenal oleh masyarakat Dompu, di antaranya Rimpu Mpida dan Rimpu Colo. Dua jenis rimpu ini mengandung arti di baliknya.

Pertama Rimpu Mpida atau memakai sarung menutupi seluruh bagian kepala dan wajah hanya terlihat mata saja. Ini adalah rimpu yang menandakan pemakainya itu wanita yang belum menikah atau masih perawan.

Kedua Rimpu Colo. Jenis ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Rimpu Mpida, namun yang membedakannya adalah bagian muka dibiarkan terbuka atau kelihatan. Jenis ini menandakan pemakainya wanita yang sudah menikah atau pernah menikah.

Diketahui sudah adanya budaya ini sejak lama, dibuktikan dengan ditemukannya gerabah hasil pertukaran antara Pemerintah China dan warga pribumi Dompo (sebutan Dompu masa lampau) oleh Arkeolog Bali di Wilayah situs Nanga Doro, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu.

Setelah dilakukan penelitian, gerabah tersebut sudah berumur 5.000 tahun sebelum masehi. Saat ini, gerabah tersebut telah disimpan di museum arkeolog Denpasar, Bali.

Sarung yang digunakan untuk Rimpu ini adalah sarung Nggoli sarung khas Dompu hasil tenunan asli dari bahan alam.

Pada awal-awal penggunaannya, busana Rimpu hanya menggunakan satu sarung yang panjang atau ukurannya mengikuti ukuran tubuh pemakainya. Namun seiring dengan perkembangan zaman, atau masuk pada era revolusi industri pada abad ke-18, sarung tenun juga mengalami perubahan.

Jenis sarung yang awalnya mengikuti ukuran tubuh perempuan atau hanya menggunakan satu sarung saja, kini Rimpu menggunakan dua sarung, satunya untuk dililit di kepala, dan satunya lagi untuk Sanggentu atau dipakai seperti rok pada bagian perut hingga kaki.

Meski tergerus zaman, tradisi ini masih dapat ditemui di daerah-daerah pedalaman di Dompu, seperti di Desa Saneo Woja, Desa Ranggo Pajo, Desa Hu'u juga Desa Mbuju Kilo. Saat wisatawan menjelajah tempat wisata di Dompu mungkin bisa berjumpa mereka.

Dipamerkan! Ini Kursi Berdiri untuk Penumpang Pesawat

Seperti apa rasanya bepergian dengan kursi pesawat yang berdiri? Apakah akan seperti duduk di sadel sepeda?

Dilansir CNN Travel, Kamis (4/4/2019), punggung para penumpang yang menjajal kursi ini akan terdorong tegak ke atas dengan kaki yang pas di ruang depan kursi. Itulah, rasa sekilas saat menjajal versi terbaru dari kursi berdiri pesawat.

Kursi berdiri ini dikeluarkan pabrikan terkemuka asal Italia, Aviointeriors. Kursi itu dipajang di Aircraft Interiors Expo 2019 (AIX) di Hamburg, Jerman.

Tahun lalu, pada konferensi yang sama, Aviointeriors menjadi sorotan utama dengan Skyrider 2.0-nya. Sekarang mereka kembali dengan versi 3.0 dan siap mengguncang dunia penerbangan sekali lagi.

Siap untuk lepas landas? Kata Gaetano Perugini, penasihat teknik di Aviointeriors, ia sangat ingin menekankan bahwa konsep ini bukan tentang menciptakan 'kelas hewan ternak' dengan menjejalkan sebanyak mungkin penumpang dalam pesawat.

"Pesannya adalah, kami tidak ingin menempatkan ribuan orang di kabin, kami ingin menawarkan konfigurasi multi-kelas, yang saat ini tidak mungkin terjadi jika Anda ingin mencapai jumlah penumpang maksimum," kata Gaetano Perugini.

Biasanya, satu-satunya cara bagi maskapai untuk mencapai kapasitas maksimum adalah melengkapi pesawat mereka sepenuhnya dengan kursi ekonomi. Kursi Skyrider menempati ruang yang jauh lebih sedikit daripada rata-rata kursi ekonomi, hanya 23 inch atau 58 cm, sehingga maskapai dapat pula menjejalkan kursi ekonomi mereka dan masih memungkinkan penumpang lain untuk memesan tiket jenis lain pada penerbangan yang sama.

"Itu berarti di kabin yang sama akan bisa memiliki ekonomi standar, ekonomi premium atau kelas bisnis dan ekonomi ultra-dasar yang merupakan inovasi untuk maskapai dan penumpang. Ini adalah alasan sebenarnya untuk Skyrider," jelas Perugini.

Spesifikasi unik

Desain kursi Skyrider pertama kali diusulkan pada tahun 2010, tetapi memiliki beberapa masalah struktural yang menyebabkan gagal diproduksi. Versi kedua, yang diluncurkan perdana pada tahun 2018, mengembangkan desain, menampilkan tiang untuk menjaga kursi tetap di tempatnya.

Edisi baru ini bebas tiang, Perugini mengatakan versi 2.0 dan 3.0 menghadirkan dua cara berbeda di mana kursi dapat dipasang dan digunakan. Ia mengatakan sudah ada banyak yang meminati kursi itu, meski belum ada yang memesannya.

Ada satu rintangan terakhir yang harus diatasi pabrikan, selain reaksi negatif penumpang. Itu adalah spesifikasi pesawat A380, A320, A321 atau 737 yang tidak dibolehkan pemasangan kursi dengan konfigurasi jarak kurang dari 28 inch, sementara Skyrider adalah 23.

Jadi untuk saat ini, ukuran Skyrider yang kecil itu melanggar peraturan penerbangan. Bisakah ini berubah? "Ketika kami memiliki pelanggan yang kuat di belakang kami, maka kita bisa memasangnya di Airbus atau Boeing," kata Perugini.

Penilaian redaksi

Tentang pengalaman duduk Skyrider? Itu tidak nyaman seperti yang Anda harapkan.

Duduk di atas mock-up di AIX (simulasi kursi) terasa seperti duduk di atas sadel sepeda. Nyaman untuk waktu sejenak.

Sepertinya tidak cocok untuk setiap tipe tubuh, atau benar-benar tipe tubuh apa pun, yakni jika Anda tinggi atau pendek, Anda akan sakit dan tidak nyaman. Bahkan Perugini mengakui sendiri bahwa itu pengalaman yang tidak menyenangkan, tetapi ia keukeuh untuk jangka pendek akan bisa dilalui dengan enak.

Tambahan lainnya yakni, Anda dapat menghemat uang untuk tiket pesawat jika memesan kursi ini. Bagaimana, silakan Anda berpendapat di kolom komentar.