Minggu, 09 Februari 2020

KEK Tanjung Lesung Ditarget Datangkan 1 Juta Wisman & USD 1 Miliar

KEK Pariwisata Tanjung Lesung jadi program prioritas '10 Bali Baru'. Targetnya mendatangkan 1 Juta Wisman dan meraih devisa USD 1 Miliar.

Target itu disampaikan langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara konferensi pers Sosialisasi Jurnalisme Ramah Pariwisata di Tanjung Lesung Resort, Banten. Menpar Arief tidak tanggung-tanggung dalam menetapkan target, yaitu sebanyak 1 juta wisman dan devisa sebanyak US$ 1 Miliar.

"Pemerintah ingin Tanjung Lesung menarik 1 juta wisman, dan ada 1 miliar USD yang mau kita tarik dari Tanjung Lesung," tegas Menpar Arief Yahya, Senin (1/4/2019).

Untuk target itu, Menpar Arief telah meminta kepada Presiden Jokowi agar dibuatkan akses jalan tol menuju ke Tanjung Lesung agar wisatawan makin mudah dan nyaman. Sebagai gantinya, dia menjanjikan akan mendatangkan devisa yang lebih banyak daripada nilai investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan jalan tol.

"Saya minta ke Pak Presiden, kalau bapak buatkan tol ke sini, saya janjikan devisa setara 1 miliar dollar. Saat itu nilai investasi jalan tol sebesar Rp 7 Triliun, sepanjang 23 km. Akhirnya disetujui oleh pak Presiden," imbuh Arief.

Dengan adanya jalan tol Serang-Panimbang, otomatis akses wisatawan akan makin cepat dan mudah. Kurang dari 2 jam, wisatawan dari Jakarta sudah bisa liburan ke Tanjung Lesung.

"Banten itu lokasinya paling dekat dengan pasar utama, yaitu Jakarta dan sekitarnya. Ada jutaan penduduk di kawasan ini, dengan pendapatan per kapita US$ 15 ribu. Purchasing powernya tinggi. Kompensasinya kalau target wisman tidak tercapai, kunjungan wisnus akan banyak kalau ada tol," tutup Menpar Arief.

Digelar Besok, Bangka Culture Wave 2019 Sudah Heboh di Dunia Maya

Tahun ini, Bangka Cultural Wave (BCW) akan kembali digelar dan tetap menghadirkan nuansa budaya nusantara hingga dunia dengan warna tradisional yang disandingkan dengan nilai kontemporer secara harmonis. Meski belum digelar, event ini mampu menyita perhatian para netizen dalam sepekan terakhir hingga menjadi trending topic Twitter.

Melalui hashtag #YukKeBangkaCultureWave, BCW 2019 menjadi trending topic Twitter pada Minggu (31/3/2019). Padahal, pembukaan event ini baru akan digelar besok (2/4/2019) di De'Locomotief, Pantai Wisata Tongaci, Sungailiat, Bangka. BCW pun akan digelar pada 2-7 April 2019.

"BCW 2019 banyak dinantikan publik. Konten yang dihadirkan padat dan menarik. Dengan komposisi ini, wajar bila hashtag-hashtag dari BCW 2019 selalu sukses sebagai trending topic. Para netizen ini terlihat antusias menyimak berbagai hal terkait BCW 2019," ungkap Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuty dalam keterangan tertulis, Senin (1/4/2019).

Esthy menambahkan BCW 2019 memang fenomenal karena hashtag #YukKeBangkaCultureWave berstatus papan atas trending topic Twitter hingga mengalahkan banyak hashtag terkait isu politik yang berkembang di Tanah Air. Hashtag ini memiliki total 3.410 postingan dan total reach 499.189 dengan pencarian lanjutan sebanyak 14,38 juta kali.

"BCW 2019 memang event fenomenal. Dengan kekhasannya, event ini terus menarik perhatian publik. Kami rekomendasikan BCW 2019 sebagai destinasi terbaik untuk liburan. Berada di venue BCW 2019, wisatawan bisa menikmati alam dan budaya masyarakat dunia sekaligus," lanjut Esthy.

Menyedot perhatian netizen, #YukKeBangkaCultureWave pun mendapatkan 1.382 retweet atau 50,53%. Slot dari reply sekitar 912 kali atau 33,35%, lalu ada 441 like dengan persentase 16,12%. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani pun menerangkan bahwa publik dijamin akan terkesan dengan beragam sajian warna-warni budaya BCW 2019.

Sabtu, 08 Februari 2020

Konon Batu Besar di Ciamis Ini Tak Bisa Dihancurkan

Sebuah batu besar tergeletak di halaman situs Astana Gede Kawali, Ciamis. Konon, tak ada yang bisa menghancurkan batu besar bernama Sanghyang Bongkok itu.

Bukan prasasti ataupun peninggalan, baru ukuran besar di halaman situs Astana Gede Kawali, Ciamis ini punya keistimewaan tersendiri. Batu yang memiliki nama Sanghyang Bongkok atau ada juga yang menyebut Batu Jubleg ini konon tak bisa dihancurkan alias sangat kuat.

Batu yang terletak di pinggir lapang halaman situs Astana Gede Kawali, Ciamis, Jawa Barat ini ditemukan sekitar tahun 2008. Saat Pemerintah Desa setempat membuat sebuah lapang sepakbola.

Saat pembangunan lapang tersebut, menurut cerita yang berkembang, sempat ada warga yang mencoba menghancurkan batu, sampai menggunakan alat berat. Namun usahanya sia-sia, batu tersebut tak bisa dihancurkan.

Bahkan kabarnya, warga tersebut meninggal dunia beberapa hari usai mencoba menghancurkan batu. Alat berat yang digunakan menghancurkan batu tersebut juga malah mati mendadak.

"Selain menemukan batu, juga saat pengerjaan lapangan sampai selesai banyak masyarakat dan pekerja menemukan peningalan-peninggalan sejarah berupa keramik dan benda lainnya," ujar Fahmi Haqulyakin, warga Kawali yang juga budayawan muda.

Dijelaskan Fahmi, secara logika, semestinya alat berat mampu memecahkan Batu besar itu. Karena kekuatan alat berat dianggap melebihi berat batu, namun ternyata malah sebaliknya.

Usaha untuk memecahkan batu tersebut sampai mendatangkan orang pintar (paranormal). Namun setelah melakukan ritual tapi batu itu masih tak bisa dihancurkan.

"Sempat Pemerintah Desa mencoba untuk mendatangkan ahli benda purbakala, khawatir itu batu peninggalan, atau terdapat jejak sejarah. Tapi hasilnya tidak ditemukan adanya jejak sejarah. Jadi ini hanya batu biasa," jelas Fahmi.

Hal-hal gaib juga terjadi di sekitar batu itu. Setiap malam-malam tertentu beberapa warga sempat melihat seorang kakek berjubah putih, berjenggot panjang, badan bungkuk, tengah berkeliling bahkan duduk di atas batu tersebut. Sehingga beberapa warga menyebut baru itu Sanghyang Bongkok.

Dari berbagai kisah mistis ini, Pemerintah Desa berinisiatif membangun saung atau bangunan yang mengelilingi batu tersebut.

"Bahkan di wilayah batu itu, ketika ada yang melakukan hal negatif, berpacaran, mabuk dan lainnya akan celaka. terkadang ada yang kesurupan," pungkasnya.

Sementara itu, Budayawan Kawali Dadang Kimos membenarkan adanya cerita yang berkembang di masyarakat, batu yang tak bisa dihancurkan tersebut. Berikut menyimpan cerita mistis di dalamnya.

"Memang betul batu itu setelah ditemukan sampai sekarang tak bisa dihancurkan. Menurut saya, karena adanya cerita itu, orang menjadi takut dan merasa tidak yakin mampu memecahkan batu itu," jelas Dadang.

Ia tak sependapat dengan adanya pembangunan saung di atas batu tersebut oleh Pemdes setempat. Menurutnya batu tersebut hanya batu biasa, bukan prasasti atau peninggalan sejarah.

"Hanya saya ingatkan, batu ini jangan sampai dijadikan sebagai sarana yang akhirnya masuk kepada kemusyrikan. Itu hanya batu biasa," pungkasnya.