Minggu, 09 Februari 2020

Kemenpar Buat 49 Event untuk Bangkitkan Wisata Selat Sunda

 Kementerian Pariwisata menyiapkan 49 event untuk membangkitkan wisata pantai di Selat Sunda pasca tsunami. Harapannya pariwisata di sana pulih sepenuhnya.

"Pemulihan tetap dikakukan. Ada 49 kegiatan, sekarang sudah 16 kegiatan sisa 33 harus selesai nanti pada 22 Juni," kata Menpar Arief Yahya kepada wartawan saat berkunjung ke Pemkab Pandeglang, Banten, Senin (1/3/2019).

Sejauh ini, sudah 16 kegiatan dilakukan sejak terjadi tsunami pada 22 Desember 2018 lalu. Kegiatan untuk menarik wisatawan ini katanya diusulkan oleh Pemkab Serang dan Pandeglang. Kemenpar akan mendukung baik secara anggaran dan promosi untuk menarik wisatawan.

Sejauh ini, Gunung Anak Krakatau sendiri statusnya ada di level II atau waspada. Radius membahayakan ada di 2 kilometer. Sedangkan pantai khususnya di Pandeglang dan Anyer berjarak 50 kilometer.

"Setelah mengumumkan waspada hanya di gunung Krakatau orang akan percaya diri ke sini lagi. tadi saya dari Serang ke Anyer sama sekali tidak terdampak, tetapi psikiologisnya," katanya.

Sampai April ini, tingkat okupansi di kawasan wisata juga masih 20-30 persen. Normalnya, kata Arief hunian wisatawan di kawasan wisata sepanjang Selat Sunda rata-rata sampai 50 persen.

Tapi tingkat hunian hotel ini mengalami perbaikan dibandingkan bulan Februari lalu yang hanya 10 persen. Ia berharap, lewat 49 kegiatan wisata di Selat Sunda, tingkat hunian bisa normal pada Juni mendatang.

"Saya inginkan Juni sudah 100 persen," pungkasnya.

Menpar: Jangan Salah Beri Status & Informasi Saat Bencana

Menpar Arief melakukan kunjungan kerja ke Tanjung Lesung. Dia mengimbau agar tidak salah memberi status bencana dan informasi, karena berdampak pada pariwisata.

Dalam acara konferensi pers Jurnalisme Ramah Pariwisata, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyoroti soal pentingnya agar tidak salah dalam memberikan status ketika terjadi bencana. Apakah awas, waspada atau siaga, karena begitu salah dampaknya bisa buruk bagi dunia pariwisata.

"Kalau saya ditanya, pengaruh apa yang paling besar saat bencana, saya jawab status. Salah kita beri status, salah kita sosialisasi status itu, akibatnya bisa sangat parah," terang Menpar Arief Yahya di Tanjung Lesung Resort, Senin (1/4/2019) sore.

Menpar Arief pun mencontohkan saat terjadi bencana erupsi Gunung Agung di Bali. Bencana itu sempat membuat pariwisata Bali mati suri.

"Saya beri contoh soal Bali, erupsi Gunung Agung statusnya awas. Apa yang dipersepsikan masyarakat, Bali berbahaya. Masyarakat umum itu tidak mengerti. Yang ada di kepala masyarakat, dianggap seluruh Bali itu bahaya. Buktinya negara lain menerbitkan Travel Advisory kepada Indonesia," imbuh Arief.

Menpar ingin agar pemberian status bencana itu disertai sosialisasi dan informasi yang sejelas-jelasnya agar wisatawan tidak khawatir dan risau. Misalnya status awas, itu berlaku radius 12 kilometer dari Gunung Agung, selebihnya normal.

Arief pun membandingkan kondisi Bali sebelum dan sesudah penerbitan status tanggap bencana. Setelah status dicabut, perlahan-lahan pariwisata mulai membaik.

"Bulan Januari recovery 70%, Februari 90%, bulan Maret 95%. Dugaan saya, status itulah yang membuat Bali terpuruk. Pencabutan status itulah yang membuat Bali recover," kata Menpar.

Untuk bencana tsunami Selat Sunda, dan Gunung Anak Krakatau, Menpar mengapresiasi turunnya status dari awas (level 3) menjadi waspada (level 2). Dengan penurunan ini diharapkan recovery akan berjalan dengan cepat.

"Semoga penguman ini jadi titik balik bagi Selat Sunda. Semoga pemulihan berjalan lebih cepat. Dalam 6 bulan saya targetkan Selat Sunda sudah fully recovered," tutup AY.

Menpar Akan Bantu Wujudkan 'Anyer Reborn' Pasca Tsunami

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meminta Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah untuk aktif menyerap event (kegiatan) pariwisata di kementerian. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat recovery wilayah terdampak tsunami Selat Sunda.

"Untuk recovery Anyer itu ada tiga hal. Pemulihan SDM, pemasaran, dan destinasi. Tiga program itu ada 49 kegiatan. Sampai hari ini selesai 16, jadi sepertiga selesai, sisa 33 lagi," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Senin (1/4/2019).

Hal itu diungkapkannya dalam coffee morning bersama Bupati Serang di Pendopo Bupati, sebagai bagian dari kunjungan kerjanya ke Banten. Arief membawa misi membangkitkan kembali sektor pariwisata pascagelombang tsunami yang menggulung pesisir Selat Sunda, Desember 2018.

Arief melanjutkan, 33 kegiatan recovery lainnya harus terserap hingga 22 Juni mendatang. Untuk itu, Arief mempersilakan Kabupaten Anyer menyelaraskan kegiatan bersama Kemenpar.

"Di sini ada rekan Kemenpar silakan nanti diselaraskan program yang ada dari Kemenpar dengan Kabupaten Serang. Silakan yang berkaitan dengan SDM ada training terus destinasi juga silakan," katanya.

Ia menjelaskan berdasarkan pengalaman di Lombok dan Bali, proses recovery tersebut butuh waktu sekitar 6 bulan. Menurut dia, yang paling besar mempengaruhi wisata itu adalah status daerah.

"Jadi recovery itu hanya bisa dilakukan ketika status bahaya dicabut. Seperti Bali, setelah dicabut (status bahayanya) Januari langsung recovery 70 persen, Februari 90 persen dan April normal kembali," tuturnya.

Oleh karena itu, kata dia, begitu juga Anyer yang secara fisik tidak terdampak, namun secara psikologis terkena, bisa melakukan hal yang sama seperti Lombok dan Bali.

"Nanti kita minta tolong media, BMKG dan BNPB. Bahwa status sekarang sudah turun ke level dua. Itu hanya terjadi di dua kilometer (dari Krakatau), bahwa yang berbahaya di sekitar Krakatau. Kalau dari Krakatau ke pantai itu 59 KM jadi itu diluruskan," pungkasnya.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan untuk data kunjungan wisatawan Kabupaten Serang di 2018 domestik mencapai 8,3 juta dan wisman 1.470 orang. Tapi di 2019 hingga bulan ini masih rendah capaiannya.

"Jadi kami terus lakukan upaya supaya dari komunitas bisa meyakini bahwa Anyer aman. Kan waktu tsunami Anyer enggak kenapa-kenapa," ujar Tatu.

Tatu berharap dengan turunnya status siaga bencana Anak Krakatau dari level III ke Level II akan memberikan sinyal positif untuk wisatawan.

"Semoga dengan dukungan dari pak menteri dan jajaran semoga Kabupaten Serang bisa lebih cepat menjadi normal kembali terutama Anyer Cinangka," pungkasnya.

Selesai mengunjungi Serang, Arief melanjutkan kunjungan kerjanya di Kabupaten Pandeglang. Direncanakan Menpar akan membuka perayaan Hari Jadi Kota Pandeglang yang ke-145 di Alun-Alun Kota Pandeglang.

Selanjutnya, Arief beserta rombongan akan mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Di Tanjung Lesung, Menpar dijadwalkan akan melakukan Kick of Revitalisasi amenitas KEK Tanjung Lesung, serta melakukan penandatanganan prasasti LALASA Beach Club dan Project Information Board.

Dalam kunker ini, Arief menyambangi tiga wilayah di dua kabupaten di wilayah Banten, antara lain Serang, Pandeglang, dan Tanjung Lesung. Arief bersama Tatu juga sempat melakukan Dialog Interaktif bersama para pelaku industri pariwisata dengan tema "Anyer Reborn".