Minggu, 09 Februari 2020

Menpar Akan Bantu Wujudkan 'Anyer Reborn' Pasca Tsunami

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meminta Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah untuk aktif menyerap event (kegiatan) pariwisata di kementerian. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat recovery wilayah terdampak tsunami Selat Sunda.

"Untuk recovery Anyer itu ada tiga hal. Pemulihan SDM, pemasaran, dan destinasi. Tiga program itu ada 49 kegiatan. Sampai hari ini selesai 16, jadi sepertiga selesai, sisa 33 lagi," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Senin (1/4/2019).

Hal itu diungkapkannya dalam coffee morning bersama Bupati Serang di Pendopo Bupati, sebagai bagian dari kunjungan kerjanya ke Banten. Arief membawa misi membangkitkan kembali sektor pariwisata pascagelombang tsunami yang menggulung pesisir Selat Sunda, Desember 2018.

Arief melanjutkan, 33 kegiatan recovery lainnya harus terserap hingga 22 Juni mendatang. Untuk itu, Arief mempersilakan Kabupaten Anyer menyelaraskan kegiatan bersama Kemenpar.

"Di sini ada rekan Kemenpar silakan nanti diselaraskan program yang ada dari Kemenpar dengan Kabupaten Serang. Silakan yang berkaitan dengan SDM ada training terus destinasi juga silakan," katanya.

Ia menjelaskan berdasarkan pengalaman di Lombok dan Bali, proses recovery tersebut butuh waktu sekitar 6 bulan. Menurut dia, yang paling besar mempengaruhi wisata itu adalah status daerah.

"Jadi recovery itu hanya bisa dilakukan ketika status bahaya dicabut. Seperti Bali, setelah dicabut (status bahayanya) Januari langsung recovery 70 persen, Februari 90 persen dan April normal kembali," tuturnya.

Oleh karena itu, kata dia, begitu juga Anyer yang secara fisik tidak terdampak, namun secara psikologis terkena, bisa melakukan hal yang sama seperti Lombok dan Bali.

"Nanti kita minta tolong media, BMKG dan BNPB. Bahwa status sekarang sudah turun ke level dua. Itu hanya terjadi di dua kilometer (dari Krakatau), bahwa yang berbahaya di sekitar Krakatau. Kalau dari Krakatau ke pantai itu 59 KM jadi itu diluruskan," pungkasnya.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan untuk data kunjungan wisatawan Kabupaten Serang di 2018 domestik mencapai 8,3 juta dan wisman 1.470 orang. Tapi di 2019 hingga bulan ini masih rendah capaiannya.

"Jadi kami terus lakukan upaya supaya dari komunitas bisa meyakini bahwa Anyer aman. Kan waktu tsunami Anyer enggak kenapa-kenapa," ujar Tatu.

Tatu berharap dengan turunnya status siaga bencana Anak Krakatau dari level III ke Level II akan memberikan sinyal positif untuk wisatawan.

"Semoga dengan dukungan dari pak menteri dan jajaran semoga Kabupaten Serang bisa lebih cepat menjadi normal kembali terutama Anyer Cinangka," pungkasnya.

Selesai mengunjungi Serang, Arief melanjutkan kunjungan kerjanya di Kabupaten Pandeglang. Direncanakan Menpar akan membuka perayaan Hari Jadi Kota Pandeglang yang ke-145 di Alun-Alun Kota Pandeglang.

Selanjutnya, Arief beserta rombongan akan mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Di Tanjung Lesung, Menpar dijadwalkan akan melakukan Kick of Revitalisasi amenitas KEK Tanjung Lesung, serta melakukan penandatanganan prasasti LALASA Beach Club dan Project Information Board.

Dalam kunker ini, Arief menyambangi tiga wilayah di dua kabupaten di wilayah Banten, antara lain Serang, Pandeglang, dan Tanjung Lesung. Arief bersama Tatu juga sempat melakukan Dialog Interaktif bersama para pelaku industri pariwisata dengan tema "Anyer Reborn".

Digelar Besok, Bangka Culture Wave 2019 Sudah Heboh di Dunia Maya

Tahun ini, Bangka Cultural Wave (BCW) akan kembali digelar dan tetap menghadirkan nuansa budaya nusantara hingga dunia dengan warna tradisional yang disandingkan dengan nilai kontemporer secara harmonis. Meski belum digelar, event ini mampu menyita perhatian para netizen dalam sepekan terakhir hingga menjadi trending topic Twitter.

Melalui hashtag #YukKeBangkaCultureWave, BCW 2019 menjadi trending topic Twitter pada Minggu (31/3/2019). Padahal, pembukaan event ini baru akan digelar besok (2/4/2019) di De'Locomotief, Pantai Wisata Tongaci, Sungailiat, Bangka. BCW pun akan digelar pada 2-7 April 2019.

"BCW 2019 banyak dinantikan publik. Konten yang dihadirkan padat dan menarik. Dengan komposisi ini, wajar bila hashtag-hashtag dari BCW 2019 selalu sukses sebagai trending topic. Para netizen ini terlihat antusias menyimak berbagai hal terkait BCW 2019," ungkap Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuty dalam keterangan tertulis, Senin (1/4/2019).

Esthy menambahkan BCW 2019 memang fenomenal karena hashtag #YukKeBangkaCultureWave berstatus papan atas trending topic Twitter hingga mengalahkan banyak hashtag terkait isu politik yang berkembang di Tanah Air. Hashtag ini memiliki total 3.410 postingan dan total reach 499.189 dengan pencarian lanjutan sebanyak 14,38 juta kali.

"BCW 2019 memang event fenomenal. Dengan kekhasannya, event ini terus menarik perhatian publik. Kami rekomendasikan BCW 2019 sebagai destinasi terbaik untuk liburan. Berada di venue BCW 2019, wisatawan bisa menikmati alam dan budaya masyarakat dunia sekaligus," lanjut Esthy.

Menyedot perhatian netizen, #YukKeBangkaCultureWave pun mendapatkan 1.382 retweet atau 50,53%. Slot dari reply sekitar 912 kali atau 33,35%, lalu ada 441 like dengan persentase 16,12%. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani pun menerangkan bahwa publik dijamin akan terkesan dengan beragam sajian warna-warni budaya BCW 2019.

"Selalu menjadi trending topic di Twitter tentu bagus bagi BCW 2019. Nilai psikologis event ini sudah naik. BCW 2019 selalu menjadi pusat perhatian. Hasil tersebut bisa jadi parameter kesuksesan branding yang dilakukan. Sebab, output berupa respons dari publik sangat positif. Para wisatawan dijamin akan terkesan bila berkunjung ke BCW 2019," terang Rizki.

Melengkapi performa impresif, publik memang memberikan respons kuat terhadap informasi seputar BCW 2019. Bahkan persentasenya mencapai 92,52%. Kiki, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa informasi yang disampaikan tepat sasaran.

"Terkait BCW 2019, secara keseluruhan sangat proporsional. Informasi yang diberikan dan feedback-nya sangat bagus. Kami yakin event ini akan banjir pengunjung," jelasnya.

Mundur beberapa waktu, hashtag-hashtag milik BCW 2019 juga terus direspons positif oleh para netizen. Hashtag #HomeComingBCW2019 bahkan sudah menjadi trending topic Twitter pada Rabu (27/3). Hashtag ini lagi-lagi mampu bersaing dengan konten politik yang sedang marak. #HomeComingBCW2019 pun mendapatkan total 3.321 tweet hingga Rabu (27/3) pukul 17.35 WIB.

"Kemasan yang disajikan dalam BCW 2019 ini sangat menarik. Kontennya sangat padat. Komposisi ini tentu sangat menarik perhatian para netizen. Kalau sudah naik di media sosial biasanya hegemoninya akan berlanjut secara riil," tegas Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Dihelat hampir sepekan, BCW 2019 akan menampilkan 15 konten reguler per hari. Warna budayanya semakin lengkap dengan World Art Music & Dance Collaboration dari 4 negara. Budaya mancanegara ini datang dari Hongaria, Slovakia, Meksiko, dan Spanyol, serta akan berkolaborasi dengan Etnic Percussion. BCW 2019 juga menebar inspirasi melalui beragam workshop mulai dari fashion, mural, hingga video blog.

"Kami tentu gembira karena BCW 2019 terus menjadi pembicaraan. Bukan hanya di dunia maya saja, kami juga optimistis BCW terus dibicarakan secara riil dalam masyarakat. Event ini selalu dinantikan oleh publik pada penyelenggaraan setiap tahunnya," papar Kabid Pengembangan Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Trindiana M Tikupasang.

Mengusung warna budaya dunia, komposisi terbaik BCW 2019 bisa dinikmati dari opening ceremony besok (2/4) mulai pukul 09.30 WIB. Ritual ini akan langsung menampilkan Budaya Tari Perayaan 4 Negara di samping aktivitas lainnya. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun menuturkan bahwa BCW 2019 memang layak menjadi perhatian dunia karena seluruh aspeknya sudah memenuhi persyaratan.

"BCW 2019 ini destinasi terbaik yang penuh inspirasi. Dari berbagai aspek, BCW 2019 sangat memenuhi syarat. Atraksi, aksesibilitas, dan amenitasnya sangat luar biasa. Event ini juga menawarkan banyak pengetahuan baru bagi seluruh pengunjungnya. Yang jelas, opening ceremony BCW 2019 jangan sampai terlewatkan," tutup Arief.