Selasa, 11 Februari 2020

Liburan ke Jepang, Bisa Sewa Kimono Lengkap dengan Jilbab

Liburan ke Jepang, tidak lengkap kalau tidak berfoto dengan Kimono. Kabar gembira untuk traveler Muslim, ada penyewaaan Kimono lengkap dengan jilbabnya lho.

Jepang semakin menunjukan diri bahwa negaranya semakin ramah untuk traveler Muslim. Selain sertifikasi makanan dan restoran Halal, mereka juga membuat desain Kimono lengkap dengan jilbab untuk traveler Muslim.

Dirangkum detikcom, Rabu (27/3/2019) traveler bisa temukan Kimono berhijab ini di Kyoto dan Nara. Di sana terdapat penyewaan Kimono lengkap dengan jilbabya untuk traveler Muslim yang ingin terlihat semakin bergaya.

Biasanya, traveler Muslim yang menyewa Kimono harus pasrah mengenakan Kimono yang tidak sepadan dengan jilbab yang dipakainya. Namun sekarang mereka bisa memilih Kimono yang disuka lengkap dengan jilbabnya. Traveler bisa temukan Kimono ini ditempat-tempat wisata bahkan juga bisa membelinya untuk oleh-oleh.

Nah, berikut tempat-tempat penyewaan Kimono yang lengkap dengan jilbabnya yang bisa traveler kunjungi saat liburan ke Jepang.

1. Yoshiya ( Kyoto)

Toko ini berada di kawasan Arashiyama di Kyoto yang terkenal dengan hutan bambunya. Selain menawarkan sovenir dan penyewaan Kimono, Yoshiya juga punya restoran besertifikat Halal. Toko ini telah menjual jilbab khas Jepang semenjak tahun 2016 lho.

Bahan pembuatan hijab tidak asal-asalan lho. Yoshiya menggunakan sutra Jepang dengan corak hijab yang khas. Traveler yang ingin membawa pulang jilbab khas Jepang ini mulai 7.000 Yen (Rp 900 ribuan).

2. Yumekata (Kyoto)

Toko ini menyediakan penyewaan Kimono untuk para traveler Muslim. Terdapat paket-paket yang bisa traveler pilih. Toko ini mulai membuka rental Kimono muslim semenjak Februari 2019.

Nantinya juga karyawan Muslim yang akan menemani traveler memilih Kimono yang cocok dan membantu mengenakannya. Terdapat 50 pilihan Kimono yang berbeda setiap musim di sini lho. Harga sewa jilbab pun dimulai dari 300 Yen (Rp 38 ribu).

3. Waplus Nara (Nara)

Waplus Nara berlokasi tidak jauh dari Stasiun JR Nara. Toko ini juga menawarkan pengalaman mengenakan Kimono, lengkap dengan upacara minum teh dan pertarungan khas Jepang.

Toko ini telah menyewakan Komono dan jilbab semenjak Juni 2017. Selain itu, toko ini juga menawarkan bros buatan sendiri untuk mempermanis traveler mengenakan jilbab.

Waplus Nara juga menyediakan ruang salat untuk Muslim dan para staff mereka. Serta mereka juga berhati saat membantu dan berinteraksi dengan lawan jenis dan menghindari kontak kulit langsung.

Traveler yang ingin menyewa baju Kimno lengkap dengan jilbabnya, harga dimulai dari 3.500 Yen (Rp 450 ribu). Dan jika ingin membeli untuk oleh mulai dari 4.000 Yen (Rp 515 ribu).

Akhir Pekan di Sabang, Yuk ke Festival Khanduri Laot

Sabang punya acara menarik akhir pekan ini. Festival Khanduri Laot 2019 akan digelar dan wisatawan yang datang bisa wisata kuliner gratis!

Traveler yang liburan ke Sabang akhir pekan ini bakal disuguhkan dengan festival Khanduri Laot 2019. Di sana, pelancong dapat menikmati sajian kuah beulangong (kari kambing) secara gratis.

Festival Khanduri Laot 2019 digelar di Sabang selama tiga hari mulai 30 Maret sampe 1 April. Sejumlah kegiatan disuguhkan untuk memanjakan traveler di antaranya lomba hias boat tet-tet, lomba masak kuah beulangong (aceh culinary contest) dan lomba kayuh perahu naga

Khusus untuk lomba masak kuah beulangong digelar pada 31 Maret. Rencananya, lomba dipusatkan di sepanjang jalan Diponegoro mulai dari depan Pendapa Wali Kota Sabang, Kantor KP2TSP hingga ke arah kawasan Taman Ria.

Beragam peralatan masak nanti dijejerkan sepanjang jalan. Traveler pun dapat melihat dari dekat proses memasak kuliner khas Tanah Rencong.

"Sebanyak 74 peserta dipastikan siap ikut ambil bagian dipesta lomba masak kuah beulangong. Kita perkirakan, tersedia 15.000 nasi yang sudah terbungkus daun pisang sebagai salah satu dari syarat perlombaan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Faisal dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (27/3/2019).

Traveler yang melancong ke Sabang, nanti bebas memilih makanan sesuai selera. Soalnya, hasil yang diperlombakan itu memang untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat ataupun turis.

Menurutnya, kegiatan lomba masak kuah beulangong ini merupakan rangkaian dari acara Festival Khanduri Laot 2019.

Wow! Stasiun Tawang Makin Memesona Berkat Monumen Lokomotif

PT Kereta Api Indonesia (Persero) turut mendukung revitalisasi wilayah Kota Lama di Polder Stasiun Semarang Tawang. KAI bekerja sama dengan pemerintah Kota Semarang meresmikan monumen Lokomotif D 301 59.

Peresmian monumen Lokomotif D 301 59 yang dihiasi Dancing Fountain ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro bersama Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang juga sebagai Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L).

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, mengatakan pembangunan monumen dilatarbelakangi sebagai wujud untuk mengenang beroperasinya lokomotif seri D 301 59 di wilayah kerja perkeretaapian Indonesia mulai tahun 1962.

"Pada tahun 1962-1963, sebanyak 80 lokomotif didatangkan dari Pabrik Fried Krupp Jerman oleh DKA (Djawatan Kereta Api) untuk melayani kereta api penumpang maupun kereta api barang di wilayah pulau Jawa," ujar Edi dalam keterangan tertulis, Rabu (27/3/2019).

Ia menerangkan, lokomotif yang dapat melaju hingga kecepatan 50 km/jam dengan ditopang mesin diesel berdaya 340 HP ini, beberapa unit masih beroperasi untuk keperluan dinas langsir di stasiun-stasiun besar di pulau jawa dan kereta api wisata di Museum KA Ambarawa.

"Lokomotif yang kini digunakan sebagai monumen, telah beroperasi kurang lebih selama 52 tahun di wilayah kerja perkeretaapian Indonesia," sebutnya.

Tercatat pada bulan April tahun 2014, lokomotif tersebut dinyatakan sudah tidak siap operasi dan mangkrak di emplasemen Depo Lokomotif Semarang Poncol. Melihat hal tersebut, KAI berinisiatif untuk menjadikannya monumen di area kota lama yang juga menjadi salah satu ikon di Kota Semarang lengkap dengan hiasan Dancing Fountain.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi langkah KAI dalam mempercantik kawasan Kota Lama Semarang. "Hadirnya Monumen Lokomotif D 301 59 dan Dancing Fountain di Polder Stasiun Semarang Tawang merupakan salah satu langkah yang baik dalam mempercantik Kota Lama Semarang yang saat ini masih terus direvitalisasi. Polder Stasiun Semarang Tawang masih menjadi satu lokasi dengan kawasan Kota Lama Semarang sehingga monumen tersebut dapat menjadi salah satu ikon di Kota Semarang," jelas Hevearita.

Perlu diketahui, Polder Stasiun Semarang Tawang merupakan tanah milik KAI yang diperuntukkan sebagai polder resapan air untuk mengurangi banjir di wilayah Kota Lama Semarang. Selain untuk resapan air, sekaligus mempercantik wilayah Polder Stasiun Semarang Tawang, KAI mempersembahkan sebuah monumen lokomotif untuk melengkapi tampilan kota lama yang lebih eksklusif, mengingat Pemerintah Kota Semarang saat ini masih fokus pada revitalisasi kota lama.

Penyediaan Air Minum Gratis

Selain meresmikan monumen lokomotif, KAI juga menyediakan air minum gratis melalui keran yang dapat dimanfaatkan oleh penumpang di stasiun Tawang. Hal itu juga merupakan salah satu wujud pelayanan prima KAI kepada seluruh pelanggan pengguna jasa kereta api.

"Dengan adanya air minum gratis dengan kapasitas 1500 liter diharapkan mampu memudahkan penumpang yang ada di stasiun Tawang," kata Edi lagi.

Sebagai perwujudan peningkatan kualitas pelayanan dan kepedulian KAI pada kebutuhan penumpang di Stasiun Tawang, kini telah disediakan air minum gratis di peron Stasiun Tawang. Air minum gratis di Stasiun Tawang tersebut berasal dari sumber air tanah yang diolah menggunakan sistem Refresh Osmosis (RO) melalui 4 kali penyaringan.

"Sistem penyaringan yang dilengkapi dengan UV untuk mensterilkan dari bakteri yang tidak dibutuhkan untuk tubuh manusia dan telah lolos uji di laboratorium," terang Edi.