Selasa, 11 Februari 2020

Akhir Pekan di Sabang, Yuk ke Festival Khanduri Laot

Sabang punya acara menarik akhir pekan ini. Festival Khanduri Laot 2019 akan digelar dan wisatawan yang datang bisa wisata kuliner gratis!

Traveler yang liburan ke Sabang akhir pekan ini bakal disuguhkan dengan festival Khanduri Laot 2019. Di sana, pelancong dapat menikmati sajian kuah beulangong (kari kambing) secara gratis.

Festival Khanduri Laot 2019 digelar di Sabang selama tiga hari mulai 30 Maret sampe 1 April. Sejumlah kegiatan disuguhkan untuk memanjakan traveler di antaranya lomba hias boat tet-tet, lomba masak kuah beulangong (aceh culinary contest) dan lomba kayuh perahu naga

Khusus untuk lomba masak kuah beulangong digelar pada 31 Maret. Rencananya, lomba dipusatkan di sepanjang jalan Diponegoro mulai dari depan Pendapa Wali Kota Sabang, Kantor KP2TSP hingga ke arah kawasan Taman Ria.

Beragam peralatan masak nanti dijejerkan sepanjang jalan. Traveler pun dapat melihat dari dekat proses memasak kuliner khas Tanah Rencong.

"Sebanyak 74 peserta dipastikan siap ikut ambil bagian dipesta lomba masak kuah beulangong. Kita perkirakan, tersedia 15.000 nasi yang sudah terbungkus daun pisang sebagai salah satu dari syarat perlombaan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Faisal dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (27/3/2019).

Traveler yang melancong ke Sabang, nanti bebas memilih makanan sesuai selera. Soalnya, hasil yang diperlombakan itu memang untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat ataupun turis.

Menurutnya, kegiatan lomba masak kuah beulangong ini merupakan rangkaian dari acara Festival Khanduri Laot 2019.

Untuk pelaksanaan lomba tersebut, dibagi dalam dua kelompok perlombaan. Dari 74 peserta lomba, pada kelompok pertama diperlombakan untuk katagori lokal yang diikuti 58 peserta.

Dan untuk peserta lomba katagori open diikuti 16 peserta dari sejumlah catering pemasak handal asal Sabang dan juga berasal dari luar daerah.

Peserta yang ambil bagian dalam lomba ini tentu sudah teruji dan memiliki pengalaman masak yang tidak diragukan lagi.

"Jadi, 16 peserta open yang mengikuti lomba ini, sebagian dari mereka memang sudah memiliki pengalaman dan kelezatan masakannya selain sudah terkenal juga sudah diketahui masyarakat Aceh," jelas Faisal.

16 peserta yang ikut lomba itu berasal dari rumah makan terkenal di Banda Aceh dan Aceh Besar, di antaranya, dari rumah makan Lem Bakrie, rumah makan Hasan, rumah makan Bak Trieng, rumah makan Dek Gun, rumah makan Ayam Pramugari dan rumah makan Dek Gam 2. Lomba tersebut memperebutkan total hadiah Rp 72 juta.

"Lomba masak kuah beulangong yang diadakan pada kegiatan Festifal Khanduri Laot Kota Sabang tahun anggaran 2019 ini, selain untuk memeriahkan juga bertujuan menarik para wisatawan untuk datang ke Kota Sabang," ujar Faisal.

Wajah Eksotis Yogyakarta yang Selalu Mempesona

Yogyakarta begitu lekat dengan candi dan Malioboro. Jadi wajah dari Yogyakarta, mari lihat lagi keeksotisannya yang tak pernah pudar.

Kala itu hari Minggu, posisi matahari sudah tinggi. Kami sedang mencari parkiran kosong untuk kendaran kami. Akhirnya kami pun menemukan spot parkir yang tidak begitu teduh. Pengunjung cukup ramai dan para pedagang souvenir juga tidak mau kalah ramai.

Para pedangang membawa penuh dagangannya di kedua tangannya. Mulai dari ibu-ibu sampai bapak bapak berusaha menawarkan dagangannya kepada para pengunjung. Souvenir yang dijual adalah baju kaos dengan tulisan Borobudur, kerajinan tangan bangunan candi, gantungan kunci, kaca mata, topi dan lain lain.

Cara penjualannya juga cukup agresive tapi tidak sampai tahap mengganggu, masih wajarlah. Hanya saja kalau tidak bisa menawar harganya bisa bikin gondok. Saranku untuk para traveler bila baru mau masuk ke candi Borobudur sebaiknya tidak perlu membeli souvenir dahulu walaupun ada yang bilang di dalam tidak ada yang jualan makanan dan minuman dan souvenir.

Sebaiknya anda hanya perlu membawa minuman saja. Karena untuk sampai di candi perjalanan kaki cukup lumayan jauh. Bila traveler tidak mau jalan kaki juga ada disiapkan kendaraan untuk keliling kawasan candi di waktu tertentu.

Butuh sekitar 30 menit berjalan kaki dengan santai sampai di pelantaraan utama candi Borobudur. Setiba di pelantaran utama ada sebuah gerbang utama memasuki candi tersebut dari kejauhan nampak sebuah situasi yang sering aku lihat di media sebelum sebelumnya. Seperti dejavu walaupun aku belum pernah ke tempat ini.

Liburan ke Jepang, Bisa Sewa Kimono Lengkap dengan Jilbab

Liburan ke Jepang, tidak lengkap kalau tidak berfoto dengan Kimono. Kabar gembira untuk traveler Muslim, ada penyewaaan Kimono lengkap dengan jilbabnya lho.

Jepang semakin menunjukan diri bahwa negaranya semakin ramah untuk traveler Muslim. Selain sertifikasi makanan dan restoran Halal, mereka juga membuat desain Kimono lengkap dengan jilbab untuk traveler Muslim.

Dirangkum detikcom, Rabu (27/3/2019) traveler bisa temukan Kimono berhijab ini di Kyoto dan Nara. Di sana terdapat penyewaan Kimono lengkap dengan jilbabya untuk traveler Muslim yang ingin terlihat semakin bergaya.

Biasanya, traveler Muslim yang menyewa Kimono harus pasrah mengenakan Kimono yang tidak sepadan dengan jilbab yang dipakainya. Namun sekarang mereka bisa memilih Kimono yang disuka lengkap dengan jilbabnya. Traveler bisa temukan Kimono ini ditempat-tempat wisata bahkan juga bisa membelinya untuk oleh-oleh.

Nah, berikut tempat-tempat penyewaan Kimono yang lengkap dengan jilbabnya yang bisa traveler kunjungi saat liburan ke Jepang.

1. Yoshiya ( Kyoto)

Toko ini berada di kawasan Arashiyama di Kyoto yang terkenal dengan hutan bambunya. Selain menawarkan sovenir dan penyewaan Kimono, Yoshiya juga punya restoran besertifikat Halal. Toko ini telah menjual jilbab khas Jepang semenjak tahun 2016 lho.

Bahan pembuatan hijab tidak asal-asalan lho. Yoshiya menggunakan sutra Jepang dengan corak hijab yang khas. Traveler yang ingin membawa pulang jilbab khas Jepang ini mulai 7.000 Yen (Rp 900 ribuan).

2. Yumekata (Kyoto)

Toko ini menyediakan penyewaan Kimono untuk para traveler Muslim. Terdapat paket-paket yang bisa traveler pilih. Toko ini mulai membuka rental Kimono muslim semenjak Februari 2019.

Nantinya juga karyawan Muslim yang akan menemani traveler memilih Kimono yang cocok dan membantu mengenakannya. Terdapat 50 pilihan Kimono yang berbeda setiap musim di sini lho. Harga sewa jilbab pun dimulai dari 300 Yen (Rp 38 ribu).

3. Waplus Nara (Nara)

Waplus Nara berlokasi tidak jauh dari Stasiun JR Nara. Toko ini juga menawarkan pengalaman mengenakan Kimono, lengkap dengan upacara minum teh dan pertarungan khas Jepang.

Toko ini telah menyewakan Komono dan jilbab semenjak Juni 2017. Selain itu, toko ini juga menawarkan bros buatan sendiri untuk mempermanis traveler mengenakan jilbab.

Waplus Nara juga menyediakan ruang salat untuk Muslim dan para staff mereka. Serta mereka juga berhati saat membantu dan berinteraksi dengan lawan jenis dan menghindari kontak kulit langsung.

Traveler yang ingin menyewa baju Kimno lengkap dengan jilbabnya, harga dimulai dari 3.500 Yen (Rp 450 ribu). Dan jika ingin membeli untuk oleh mulai dari 4.000 Yen (Rp 515 ribu).

Akhir Pekan di Sabang, Yuk ke Festival Khanduri Laot

Sabang punya acara menarik akhir pekan ini. Festival Khanduri Laot 2019 akan digelar dan wisatawan yang datang bisa wisata kuliner gratis!

Traveler yang liburan ke Sabang akhir pekan ini bakal disuguhkan dengan festival Khanduri Laot 2019. Di sana, pelancong dapat menikmati sajian kuah beulangong (kari kambing) secara gratis.

Festival Khanduri Laot 2019 digelar di Sabang selama tiga hari mulai 30 Maret sampe 1 April. Sejumlah kegiatan disuguhkan untuk memanjakan traveler di antaranya lomba hias boat tet-tet, lomba masak kuah beulangong (aceh culinary contest) dan lomba kayuh perahu naga

Khusus untuk lomba masak kuah beulangong digelar pada 31 Maret. Rencananya, lomba dipusatkan di sepanjang jalan Diponegoro mulai dari depan Pendapa Wali Kota Sabang, Kantor KP2TSP hingga ke arah kawasan Taman Ria.

Beragam peralatan masak nanti dijejerkan sepanjang jalan. Traveler pun dapat melihat dari dekat proses memasak kuliner khas Tanah Rencong.

"Sebanyak 74 peserta dipastikan siap ikut ambil bagian dipesta lomba masak kuah beulangong. Kita perkirakan, tersedia 15.000 nasi yang sudah terbungkus daun pisang sebagai salah satu dari syarat perlombaan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Faisal dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (27/3/2019).

Traveler yang melancong ke Sabang, nanti bebas memilih makanan sesuai selera. Soalnya, hasil yang diperlombakan itu memang untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat ataupun turis.

Menurutnya, kegiatan lomba masak kuah beulangong ini merupakan rangkaian dari acara Festival Khanduri Laot 2019.